Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Eps 90


__ADS_3

"Astaga." Ucap Rachel yang sontak jadi begitu terkejut saat melihat ke arah jam tangannya.


"Ada apa?" Tanya Arsen sembari mengernyitkan dahinya.


"Ini sudah lewat jam makan siang." Jawab Rachel yang mulai nampak panik.


"Lalu?" Tanya Arsen dengan begitu tenang.


"Ya aku harus kembali ke kantor sekarang, karena aku tidak mau kena SP oleh bos galak." Jawab Rachel sembari mulai memicingkan matanya ke arah Arsen.


Hal itu pun sontak membuat Arsen seketika menjadi mendengus dan tersenyum sinis.


"Kamu tidak perlu terburu-buru kembali ke kantor."


"Kenapa?" Rachel pun mulai mengerutkan dahinya.


"Karena aku masih ingin di temani olehmu." Jawab Arsen datar.


Meski Arsen terlihat begitu datar saat mengatakannya, namun jawaban seperti itu telah berhasil membuat Rachel tersipu, hingga tanpa sadar wajahnya pun mulai memerah karena begitu merasa malu dan gugup.


Tak lama pelayan pun kembali datang untuk mengembalikan kartu kredit milik Arsen, Arsen pun segera mengambil kembali kartu kredit itu lalu kemudian langsung menarik tangan Rachel untuk membawanya keluar dari restoran itu.


"Ayo pergi dari sini." Ucap Arsen.


"Ta, tapi kita mau kemana?"


"Ke mana saja yang bisa menenangkan pikiran." Jawab Arsen yang terus melangkah menuju mobilnya.


Kini mobil yang dikendarai oleh Arsen pun kembali melaju cepat meninggalkan kawasan restoran itu. Setengah jam sudah mereka menempuh perjalanan yang belum jelas kemana arah tujuannya, hingga membuat Rachel mulai gelisah dan bertanya-tanya.


"Hei, sebenarnya kemana kamu akan membawaku? Sudah lebih dari setengah jam kita terus berkeliling seperti ini." Ucap Rachel kemudian.


"Entah lah, yang jelas aku merasa sangat penat di kantor."


"Ha?! Jadi sejak tadi kamu tidak tau kemana tujuan kita sekarang?!" Rachel pun seketika jadi terperangah.


Saat itu Arsen hanya diam dan memilih untuk terus fokus mengemudi.


"Emm aku mulai memikirkan sesuatu."

__ADS_1


"Apa?" Tanya Arsen yang langsung melirik ke arah Rachel.


"Aku bisa membantu mengurangi kekalutan pikiranmu saat ini." Ucap Rachel dengan begitu percaya diri.


"Caranya?"


"Caranya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menantang adrenalin."


"Contohnya?" Tanya Arsen lagi.


"Contohnya? Emmm..." Rachel pun mulai berfikir sejenak.


"Nah, bagaimana kalau balapan mobil seperti F1?"


"Balapan?" Arsen pun mulai mengerutkan dahinya.


"Iya balapan, balapan di sircuit tentunya. Bukankah dengan belapan kamu setidaknya bisa sedikit mengalihkan pikiranmu?"


Sejenak Arsen terdiam sembari mulai mencerna ucapan Rachel yang menurutnya ada benarnya juga.


"Boleh juga." Arsen pun mulai tersenyum tipis.


Arsen pun akhirnya semakin menambah kecepatan mobilnya, hanya dalam beberapa menit, kini mereka pun telah sampai di sircuit khusus untuk balapan F1.


Setelah menyewa lapangan, Rachel pun segera menyuruh Arsen untuk berganti baju dengan baju khusus untuk balapan. Sementara saat itu Rachel memilih berdiri menunggu Arsen di sebuah kursi tunggu sembari memandangi beberapa mobil balap yang melintasinya.


"Bella?" Suara seseorang tak lama terdengar menyapanya.


Membuat Rachel seketika langsung menoleh ke arah sumber suara. Menyadari sosok yang begitu familiar kini ada di depan matanya, membuat Rachel begitu terkejut hingga langsung seketika berdiri dari duduknya.


"Antony?!" Ucapnya yang masih begitu terkejut saat melihat Antony yang juga ternyata ada di sircuit itu.


"Astaga, lagi dan lagi kita di pertemukan di tempat dan waktu yang tidak di sangka-sangka." Celetuk Antony sembari tersenyum.


"Hehehe iya kebetulan sekali bisa bertemu disini." Jawab Rachel sembari tersenyum tipis.


"Entah ini bisa dikatakan hanya sebuah kebetulan, atau pula sebuah rencana dari semesta yang nampaknya memang sengaja ingin membuat kita sering bertemu." Ucap Antony dengan tenang yang saat itu nampak semakin melebarkan senyumannya.


Mendengar hal itu, Rachel hanya bisa tersenyum kikuk sembari mulai mengusap-usap tengkuknya.

__ADS_1


"Oh ya, masalah berita online itu..." Ucap Antony yang mulai ingin membahas masalah gosip mereka yang tersebar luas di berita online.


"Oh ya, tentang itu aku yakin sudah membuatmu sangat tak nyaman karena mendapat gosip seperti itu, aku secara pribadi meminta maaf atas itu. Aku pun tidak tau kenapa foto kita bisa beredar luas di berita online seperti itu. Jadi ku mohon maafkan aku, semoga kamu tidak membatalkan kontrak kerja sama kita yang sudah mulai berjalan." Jelas Rachel dengan begitu tenang.


"Oh no no, itu sama sekali tidak bisa di satukan dengan urusan bisnis. Lagi pula aku sama sekali tidak ada masalah dengan berita itu, justru aku seperti merasa beruntung jika berita itu akan menjadi kenyataan." Jawab Antony lagi.


Rachel yang menyadari maksud dari ucapan Antony pun seketika hanya tersenyum dan semakin merasa canggung. Dia bahkan kurang nyaman dengan ucapan Antony karena jelas ia tidak menyukai Antony meskipun bisa dikatakan Antony tak kalah tampan dan tentu juga tak kalah kaya dari Arsen Lim.


"Oh ya, kamu kesini untuk balapan juga?" Tanya Rachel yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya, aku memang sering kesini saat mulai penat dengan rutinitas ku di kantor. Balapan seperti ini bagiku cukup membantu merefresh otak dan pikiranku." Jelas Antony sembari mulai memakai sarung tangannya.


"Kamu baru ingin mulai?" Tanya Rachel lagi.


"Iya, aku baru datang. Dan kamu? Aku bahkan lupa menanyakannya, kamu sama siapa kesini?" Antony pun mulai melirik kesana kemari untuk mencari tau dengan siapa Rachel datang.


"Oh aku, emm aku kesini dengan..." Rachel pun mulai merasa gelagapan.


Tak secara bersamaan pula, Arsen pun keluar dari ruang ganti dengan sudah berpakaian khusus. Membuat Antony seketika menoleh ke arahnya dan seketika terkejut karena mendapati Arsen yang juga berada di sana.


"Oh wow Arsen Lim." Celetuk Antony sembari tersenyum lebar.


"Kau disini juga?" Tanya Arsen yang sebenarnya juga cukup terkejut menyadari keberadaan Antony yang juga ternyata ada di sircuit itu


"Hahaha ya, ternyata kau pun ada disini, oh apa itu artinya kamu datang kesini bersama dengan Bella Sekretarismu?"


"Ya, aku datang bersamanya. Dan kau?" Tahya Arsen datar.


"Oh aku tentu saja bersama asisten pribadiku." Jawab Antony sembari menepuk pundak orang yang sudah menjadi tangan kanannya.


"Oh begitu, emm baiklah." Arsen pun tersenyum singkat lalu mulai ingin beranjak.


"Ayo kita kesana." Ucap Arsen sembari mulai menarik tangan Rachel lagi.


"Oh wait, kenapa kamu terlihat terburu-buru sekali ha? Dan ini, kenapa kau menarik tangannya begitu saja?" Ucap Antony yang dengan tenang langsung melepaskan tangan Arsen dari Rachel.


"Jika kau menariknya dengan seperti itu, nantinya itu akan membuat pergelangan tangannya menjadi sakit." Tambah Antony lagi sembari tersenyum tipis.


"Oh ti, tidak kok, tanganku tidak sakit. Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di permasalahkan hehe." Ucap Rachel yang merasa suasana saat itu terasa mulai tegang dan sangat canggung.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2