
Tak lama kepergian Arsen dan Laura, Membuat Rachel sedikit murung dan mulai berfikiran yang tidak-tidak tentang mereka.
"Baru saja aku sedikit merasa tenang hari ini tanpa melihatmu, tapi kenapa malam ini kau harus muncul di hadapanku Arsen Lim? Tidak bisakah kau biarkan aku merasa senang sejenak tanpa ada rasa kesal dan cemburu" Gerutu Rachel dalam hati.
"Bella, ada apa? Kenapa mendadak kamu jadi terlihat murung?" Tanya Antony dengan lembut.
"Oh hehe tidak, aku hanya..."
"Hanya apa?"
"Emmm sepertinya aku sudah sangat kelelahan, bisakah kita pulang saja sekarang?"
"Oh benarkah? Obaiklah, ayo ku antar kamu pulang." Antony pun tersenyum sembari langsung bangkit dari duduknya.
"Ah tidak perlu tuan muda, aku, emm aku bisa pulang sendiri naik taksi." Tolak Rachel secara halus.
"Dan kamu memanggilku tuan muda lagi??"
"Hehehe maaf Tony."
"Baiklah, tapi aku tidak mungkin mengizinkan seorang perempuan pulang sendiri naik taksi malam-malam begini." Tegas Antony sembari langsung menarik tangan Rachel begitu saja.
Hal itu sontak semakin mengingatkan Rachel pada Arsen Lim. Bagaimana tidak, sebelumnya Arsen pun pernah mengatakan hal yang lebih kurang sama, dan sikapnya pun hampir sama yang langsung menarik tangannya begitu saja tanpa meminta persetujuan darinya terlebih dulu.
"Entah kenapa aku merasa sikap Antony dan Arsen seperti ada kemiripan. Huh, jika begini bagaimana bisa aku mengalihkan pikiranku dari lelaki itu jika antara dia dan Antony memiliki banyak kesamaan." Gumam Rachel dalam hati sembari terus memandangi Antony yang terus menarik tangannya menuju keluar dari restoran.
Akhirnya Rachel pun setuju untuk di antar pulang oleh Antony meski lagi-lagi ia harus berbohong tentang tempat tinggalnya. Karena menurut Rachel tidak mungkin ia memberitahukan dimana tempat ia tinggal sebenarnya, karena itu tentu akan membuat identitasnya terbongkar.
Beberapa puluh menit berlalu, kini mobil sedan mewah yang dikendarai oleh Antony pun berhenti di depan loby apartement tempat dimana beberapa hari lalu Rachel pun pernah berbohong hal yang sama pada Arsen.
"Oh jadi disini kamu tinggal?" Tanya Antony sembari memandangi gedung bangunan yang cukup menjulang tinggi itu.
"Iya." Rachel pun tersenyum dan siap untuk turun dari mobil Antony.
"Terima kasih banyak sudah mengantarku pulang." Ucap Rachel lagi sembari melebarkan senyumannya.
__ADS_1
"Tidak usah berterima kasih, seharusnya kamu wajib berhati-hati mulai sekarang." Jawab Antony dengan tenang.
"Berhati-hati? Berhati-hati kenapa? Sepertinya sejauh ini semuanya aman-aman saja."
"Berhati-hati karena biasanya, jika aku sudah berhasil mengantar seorang wanita ke tempat tinggalnya, itu berarti cepat atau lambat wanita itu akan menjadi kekasihku." Jawab Antony sembari tersenyum tipis.
Mendengar hal itu sontak membuat Rachel menelan ludahnya sendiri.
"Apa?!" Tanya Rachel pelan sembari memasang wajah datar.
"Hahaha kenapa serius sekali? Aku hanya bercanda, tenang lah." Antony pun akhirnya tersenyum geli.
"Hahaha lucu sekali bercanda mu ini." Akhirnya dengan terpaksa Rachel pun ikut tertawa meski dalam hatinya entah kenapa dia begitu tidak nyaman saat mendengar hal itu dari Antony meskipun itu hanya bercanda.
"Ya sudah, aku juga mau pulang, kapan-kapan aku boleh kan mampir ke apartement mu?"
"Ya tentu saja." Jawab Rachel basa basi.
"Ok, aku akan menunggu moment itu datang. Baik lah, selamat istirahat ya, have a good dream."
Mobil sedan mewah itu pun akhirnya mulai beranjak pergi meninggalkan Rachel yang masih berdiri di depan loby.
"Huh, sudah ada banyak orang yang tau jika salah satu unit di apartement ini adalah tempat tinggalku dan aku tidak bisa terus berpura-pura seperti ini." Ucap Rachel seorang diri sembari memandangi gedung apartement itu.
"Ada baiknya aku memang harus mengambil satu unit apartement dan langsung tinggal disini. Aku yakin oma dan opa pasti akan mengerti." Tambah Rachel lagi yang mulai memantapkan hatinya sembari mengecakkan kedua tangannya ke pinggang.
Namun tanpa disadari oleh Rachel, dari seberang jalan sudah ada mobil sport mewah yang berhenti dan mengawasinya, mobil itu tak lain ialah kepunyaan Arsen Lim. Melihat Rachel yang tak kunjung masuk ke apartementnya membuat Arsen mulai cemas hingga akhirnya ia turun dari mobil.
"Apa ada hal yang masih membuatmu betah berlama-lama di luar dengan udara malam yang mulai dingin begini?" Tanya Arsen begitu saja.
Hal itu sontak membuat Rachel kaget, ia pun sontak berbalik badan dan langsung mendapati Arsen yang sudah berdiri di belakangnya.
"Arsen Lim?!" Ucapnya yang saat itu terlihat masih begitu terkejut.
"Eh emm maksudku tuan muda Arsen." Ucap Rachel lagi begitu tersadar.
__ADS_1
"Yang pertama sudah benar, bukankah ini diluar jam kantor? Bukankah kita sudah pernah sepakat sebelumnya tentang hal itu? Apa kamu sudah melupakan kesepakatan itu? Apa karena sekarang kamu sudah memiliki hubungan special dengan Antony Yue?" Begitu banyak pertanyaan yang dilemparkan Arsen pada Rachel.
Namun saat itu Rachel hanya mendengus pelan, ia pun akhirnya tersenyum tipis lalu berkata.
"Bukan urusan mu." Jawab Rachel dengan tenang yang kemudian kembali berbalik badan dan langsung melangkah pergi.
Hal itu sontak membuat Arsen terdiam, namun dalam hatinya entah mengapa begitu kesal mendapat perlakuan dan jawaban ketus dari Rachel.
Rachel terus melangkah memasuki loby apartement tanpa ada rasa takut jika dirinya akan di jegat security.
"Astaga kenapa dia tiba-tiba ada disini? Apa, emm apa dia mulai se kepo itu pada ku?" Tanya Rachel dalam hati sembari mulai kembali tersenyum.
Dan benar saja, seorang security berbadan tegap yang saat itu sedang berjaga di depan pintu masuk apartement pun langsung menjegat langkah Rachel.
"Maaf nona, ada keperluan apa datang malam-malam kesini?"
Rachel yang sedikit gugup pun kembali menoleh singkat ke arah Arsen, dan terlihat Arsen masih saja berdiri di tempatnya dan terus memandanginya.
"Astaga dia belum pergi juga, bagaimana ini?"
Merasa sudah terlanjur basah, akhirnya Rachel pun mau tak mau harus mencari alasan yang tepat agar ia tidak di suruh pergi oleh security.
"Emm begini pak, aku baru saja kembali ke kota ini dan sedang mencari tempat tinggal. Apa di sini ada unit yang masih kosong?"
"Oh jadi nona ingin mengambil unit disini?"
"Ah iya benar jika ada aku ingin satu."
"Tersisa dua unit kosong disini, tapi tentunya nona tidak bisa langsung tinggal disini begitu saja malam ini. Nona bisa datang besok pagi untuk mengurus segala berkas administrasinya."
"Iya untuk masalah itu aku tau dan akan mengurusnya besok. Tapi apakah ada unit yang bisa di sewakan untuk permalam? Karena aku sudah terlanjur disini, dan ini sudah sangat malam, aku terlalu malas untuk mencari hotel lagi."
"Tentu ada nona, nona bisa langsung ke resepsionis di sebelah sana."
"Ah baiklah terima kasih." Akhirnya Rachel pun langsung masuk sembari tersenyum dengan membawa rasa leganya.
__ADS_1
...Bersambung......