Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Eps 142


__ADS_3

Kini waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi, tapi orang suruhan Alex yang menjanjikan akan mengantarkan seluruh barang milik Rachel yang tertinggal, belum juga datang. Hal itu membuat Rachel bingung serta mati gaya di apartement baru itu. Di tambah lagi, perutnya yang mulai berbunyi karena rasa lapar yang melanda, turut membuatnya jadi bertambah gelisah.


"Haiyoo, sudah sejam aku menunggu, kenapa masih belum datang juga? Bagaimana aku bisa keluar jika dengan pakaian seperti ini." Keluh Rachel seorang diri sembari mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Sepertinya aku memang perlu menyulap apartemen yang serba kekurangan ini menjadi lebih layak. Sungguh malu rasanya jika tinggal di hunian yang begitu mewah seperti ini, tapi tidak memiliki apapun di dalamnya." Tambahnya sembari mulai bangkit dari tempat tidur.


Rachel pun bergegas melangkah menuju lemari Arsen yang besar, tapi masih banyak ruang yang kosong itu, lalu mulai memandangi satu persatu pakaian Arsen yang kira-kira layak untuk di pakainya ke luar ruangan. Rachel yang tumbuh besar di kota Paris yang terkenal sebagai kota fashion terbaik di dunia, tentu tak membuatnya kesulitan dalam hal itu.


Ia pun meraih sweater Arsen yang berbahan rajut berwarna putih, tanpa ragu-ragu, ia pun memakainya. Sudah pasti sweater big size milik Arsen itu jadi begitu besar di tubuh mungil Rachel, namun hal itu sama sekali tak membuatnya minder. Ia pun lanjut membuka laci lemari yang di dalamnya telah tersusun berbagai macam dasi, serta berbagai macam ikat pinggang milik Arsen.


Senyuman tipis kembali terpancar di bibir Rachel, lalu bersigap mulai meraih salah satu ikat pinggang yang menurutnya paling sesuai untuk ia kenakan. Ia mengikatkan ikat pinggang itu ke pinggang rampingnya, hingga membuat bentuk pingganga terlihat.


"Emm not bad." Celetuk Rachel sembari tersenyum di depan cermin.


Tanpa ingin membuang lebih banyak waktu, Rachel pun langsung bersiap untuk keluar, meraih sepatu hak tinggi yang ia kenakan di hari pernikahan, dan memakainya tanpa beban.


Rachel terus melangkah dengan percaya diri keluar dari gedung apartemen mewah itu, banyak pasang mata yang memandanginya dan menyadari jika dia adalah suami dari pengusaha kaya Arsen Lim, mengingat acara pernikahan mereka di gelar secara besar-besaran kemarin,


Dengan menaiki taksi, Rachel pun memutuskan untuk pergi ke Mall. Memasuki super market untuk berbelanja segala kebutuhan, mulai dari kebutuhan dapur, hingga seluruh ruangan yang ada. Saking banyaknya, Rachel sampai meminta bantuan para karyawan supermarket untuk mendorongkan lima troly miliknya.


Selesai dari belanja segala kebutuhan rumah, Rachel lanjut berbelanja pakaian, matanya tak sengaja melihat ke arah salah satu butik dari brand ternama, yang memajang piyama couple premium. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung masuk ke toko itu, lalu membeli beberapa warna dan model.


Tak lupa ia pun pergi ke toko yang khusus menjual berbagai furniture, membeli banyak barang disana dan memintanya karyawannya untuk langsung mengantarkannya ke apartement nya.


Menyadari sudah begitu banyak barang yang ia beli, ia pun menyudahi shoopingnya untuk hari itu.


"Ini tips untuk kalian semua. Tolong di bagi rata." Rachel pun tersenyum ramah sembari memberikan uang pada karyawan yang telah menolongnya saat berbelanja.


"Wah, terima kasih banyak nona muda." Wajah pada karyawan pun di buat jadi sangat berbinar.


Rachel hanya tersenyum serta mengangguk. Itulah salah satu alasan kenapa ia tidak bisa jika tidak memegang uang cash. Karena ia selalu suka memberika tips pada orang-orang yang telah menolongnya dimana pun itu.

__ADS_1


Setibanya di apartement, Rachel yang sudah merasa begitu lelah langsung menghamburkan dirinya ke sofa.


"Huh, so tired." Celetuknya sembari mengusap dahinya.


Beberapa detik terduduk, beberapa orang petugas kebersihan di apartement itu pun terlihat satu persatu masuk dengan sudah membawa barang belanjaan Rachel.


"Oh itu letakkan saja di dapur ya." Pinta Rachel dengan lembut.


"Baik nona."


"Bagaimana dengan ini nona?" Tanya salah satu pegawai.


"Oh yang itu, tolong telakkan disini saja." Jawab Rachel sembari tersenyum ramah.


Ruangan yang awalnya nampak lega dan masih terkesan kosong, dengan hanya hitungan menit, sudah penuh terisi dengan berbagai macam benda.


"Sudah selesai nona, kami permisi."


"Ini, untuk kalian karena sudah bekerja keras hari ini. Terima kasih ya." Rachel kembali memberikan tips pada para pegawai itu.


"Ya tuhan, terima kasih banyak nona Lim, terima kasih." Lagi-lagi, Rachel berhasil menebar kebahagian kepada para pegawai kebersihan di apartement barunya.


"Ta,, tadi, kalian memanggilku apa?" Tanya Rachel yang jadi mulai tersipu malu.


"Nona Lim, bukankah sekarang anda sudah menjadi istri dari tuan muda Arsen Lim?"


"Aaah benar juga, kalian membuatku cukup terkesan hari ini. Terima kasih ya, sepertinya aku menyukai panggilan baruku itu hehehe."


Nampaknya, Rachel sungguh memiliki pribadi yang begitu dermawan, yang sangat menghargai sekecil apapun pertolongan seseorang. Terlahir dari keluarga kaya raya, ternyata tak membuat Rachel memiliki sifat langit, ia justru begitu membumi hingga membuat orang-orang di sekitarnya ikut merasa kebahagian.


Rachel pun kembali terduduk saat para orang suruhannya telah pergi, namun baru beberapa detik menyentuh permukaan sofa, bel kembali berbunyi, hingga membuat Rachel menghela nafas berat dan kembali bangkit dari duduknya dengan lesu.

__ADS_1


"Haaaish, siapa lagi, tidak kah dia tau jika nona Lim sedang lelah." Celetuk Rachel lagi.


Rachel bergegas membuka pintu, ternyata yang datang adalah seorang pegawai hotel yang sebelumnya sangat di tunggu oleh Rachel.


"Permisi nona, saya utusan dari tuan Alex, yang bertugas untuk mengantarkan seluruh barang anda yang tertinggal di hotel." Ucapnya dengan begitu sopan.


"Haaaiyo, kenapa lama sekali? Aku bahkan menunggu dari sebelum pergi ke Mall, sampai sudah selesai berkeliling Mall." Keluh Rachel.


"Untuk hal itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya nona, ada beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan mengantarkan barang-barang ini."


"Emm baiklah, tidak perlu di jelaskan kendala apa saja yang kamu alami, aku takut itu akan membuatku bersedih." Jawab Rachel yang tak ingin menanggapi serius hal itu.


Pegawai hotel pun akhirnya tersenyum tipis dan mengangguk.


"Terima kasih nona."


"Baiklah, letakkan saja semua barang-barang ku di sofa itu."


"Baik nona."


Rachel pun kembali masuk.


"Apa ini sudah semua?" Tanyanya.


"Sudah nona, nona bisa mengeceknya terlebih dulu sebelum saya pergi."


"Ah tidak perlu, aku percaya." Rachel kembali tersenyum.


"Ini ambil lah, maaf sudah membuatmu melalui banyak hal sulit hari ini ya." Lagi-lagi Rachel memberikan tips pada pegawai hotel itu.


Selesai dari itu semua, akhirnya Rachel bisa bernafas lega dan kembali menghamburkan diri ke sofa demi mengembalikan lagi energy nya yang banyak terkuras hari itu.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2