Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Masuk sekolah


__ADS_3

Begitu semangat Radit mempersiapkan peralatan sekolah nya.Ia tidak sabar akan mulai bersekolah lagi,ia rindu masa-masa saat di sekolah dulunya.


"Bu,Radit udah rapi belum..?",tanya sambil membetulkan dasinya."Udah,anak ibu ganteng lagi..",ucap Bu Wulan melirik ke arah Radit.


Menegangkan..


SMA 3 Bandung,sekolah yang termahal dan juga disiplin yang sangat ketat.Semua murid masuk ke kelas nya masing-masing,tak ada yang berkeliaran jika bel sudah berbunyi.Radit yang pertama kali masuk ke sekolah ini sangat senang,akhirnya keinginan nya tercapai.Berhubung nilai Radit di SMP sangat bagus,ia di tempatkan di kelas inti.

__ADS_1


"Murid-murid hari ini kita kedatangan teman baru..",kata guru yang sedang mengajar."Silahkan masuk..", ucap nya lagi sambil menatap Radit yang berdiri di luar kelas.Radit masuk seperti biasa,dengan sopan memberi salam."Saya Raditya,kalian boleh panggil Radit.Semoga kita bisa berteman",ucap Radit melihat ke arah semua murid.


Hari pertama sekolah masih sangat melelahkan,karena otak baru di asah kembali.Sepulang sekolah,seperti biasa ia harus bekerja.Sekarang ia harus bekerja lebih rajin lagi karena kebutuhan nya sudah bertambah.


"Adit udah sekolah lagi ya..??",tanya Ibu di tempat biasa ia istirahat."Iya Bu Imah..", balas nya dengan senyum yang lebar."Sekolah yang rajin,biar bisa jadi sarjana..",ucap Bu Imah sambil beres-beres."Doain ya Bu..", balas Radit melihat Bu Imah.


...

__ADS_1


Duduk di taman sekolah sambil membaca buku.Radit tak banyak bicara di dalam kelas ataupun di luar,ia sering sendiri.Ia tak ingin berurusan dengan anak orang kaya.Kebanyakan murid di SMA 3 Bandung rata-ratanya anak orang berada,yang sama dengan Radit bisa di hitung berapa orang saja."Hay..", sapa seorang murid.Radit hanya membalas dengan senyuman saja."Boleh duduk..", sambung nya lagi.Radit hanya mengangguk dan fokus kembali membaca."Ouh lagi baca buku ya,aku udah habis baca buku itu..",ucap nya lagi.Mendengar itu,Radit melirik kearah cowok itu."Kenalin,aku Rangga",sambil mengulurkan tangannya."Radit..",balas Radit mengulurkan tangannya juga."Tinggal dimana Dit..?",tanya Rangga."Di daerah sini juga",ucap Radit."Kok kami duduk nya sendirian..?",sambung Rangga.Radit hanya tersenyum,tak menjawab pertanyaan Rangga.


Bel masuk berbunyi,seluruh siswa bergegas masuk ke kelas."Yok masuk..",ucap Radit sambil bangkit dari duduknya.Ia buru-buru berjalan tak memperhatikan Rangga lagi."Dit,kamu kelas berapa..??",teriak Rangga.Radit tak sempat mendengar suara Rangga karena banyak murid yang lalu lalang di depannya.


Suasana di luar kelas begitu sepi hanya tinggal Rangga yang berjalan sendirian di lorong sekolah."Rangga Handika Pratama..",suara di belakang punggung nya.Ia berbalik badan dan tersenyum."Masuk,cuma kamu yang masih di luar",sambung Bapak itu.


Mendengar itu,Rangga langsung berlari masuk ke kelasnya."Maaf telat Bu",ucap Rangga sambil berjalan ke tempat duduknya."Setiap saat minta maaf dan selalu kamu yang telat", balas Ibu itu.

__ADS_1


__ADS_2