Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Rasa malu


__ADS_3

Hari mulai sore,Clara yang hanya melihat Radit kerja mulai lelah.Ia kelelahan sehari di luar tak seperti biasanya.Berbeda dengan Radit yang sudah terbiasa dengan lelah karena harus bekerja.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,Radit melihat ke arah Clara yang duduk tak jauh dari tempatnya bekerja.


"Ra..."panggil Radit sambil menghampiri Clara.


"Yuk pulang,gue anterin"lanjut Radit.


Clara dengan muka lemas bangkit dari duduknya.


"Dit,gelis pisan awek-weknya",ucap seorang kuli menggoda Radit.


"Temen,gak usah salah sangka Mang",balas Radit senyum.


"Eleh-eleh pakek di tutupin"goda yang lain.


"Udah gak usah di dengerin",ucap Radit pada Clara sambil jalan.


...


Di perjalanan pulang Radit hanya diam,ia berjalan di depan dan Clara ikut di belakang.Padahal suasana begitu ramai,tapi yang Clara rasa hanya hening.


"Dit,gue capek"ucap Clara sambil jongkok di jalan.


Radit melihat wajah Clara pucat mulai khawatir.


"Gue panggil becak ya,tahan dulu"ucap Radit sambil mencari becak.


"Mang..mang..",panggil Radit.


"Yok,becaknya udah ada"ucap Radit ke Clara.


Clara bangkit dari duduk nya menaiki becak.


"Pulang kemana dek"tanya tukang becak.


"Kesana bang",jawab Radit.


"Aduh.."ucap Clara kesakitan.


"Kenapa"tanya Radit melihat ke arah Clara.

__ADS_1


"Sakit banget kakinya",ucap Clara merengek.


"Di pegang ceweknya dek,kan kasihan kesakitan gitu"tegur Kang becak.


"Pelan-pelan"ucap Radit sambil memegang tangan Clara.


"Udah siap"tanya Kang becak setelah Radit naik.


"Udah Mang"jawab Radit singkat.


Saat duduk Clara memegang kakinya,ia menyenderkan kepalanya di kursi becak.


"Ngomong apaan ya,kok jadi canggung gini"batin Radit.


"Masih jauh rumahnya?"tanya Radit melihat ke depan tak berani menatap Clara.


"Persimpangan depan sana",balas Clara menunjuk ke arah jalan.


"Sorry ya, gara-gara loe ikut gue jadi gini.Harus nya tadi loe langsung pulang",ucap Radit.


"Gak papa kok,lagian juga udah kejadian"balas Clara.


"Gak papa gimana,loe pucat gini.Di tambah lagi kaki loe keseleo"ucap Radit menatap Clara.


"Ga..ga gitu,kan gue merasa bersalah aja"ucap Radit salah tingkah.


"Loe sempat-sempatnya becanda lagi kondisi kayak gini"lanjut Radit.


Clara tersenyum melihat tingkah Radit yang malu-malu.


"Dimana rumahnya dek?"tanya Kang becak.


"Persimpangan depan"jawab Radit dan Clara serentak.


"Ouh siap"ucap tukang becak tersenyum.


Radit yang merasa malu berpaling ke arah lain.


...


Di depan rumahnya Clara terlihat seorang perempuan mondar mandir melihat ke arah jalan,wajahnya tanpa panik.Clara memanggil perempuan itu,bertanda ia baik-baik saja.

__ADS_1


Sebelum becak berhenti perempuan itu langsung bergegas keluar ingin menghampiri nya,muka yang awalnya panik langsung berubah dengan senyuman.


"Non...Mbak khawatir banget"teriak si Mbak panik.


Radit membantu Clara turun dari becak.


"Pelan-pelan Ra",ucap Radit.


"Kakinya kenapa"tanya Mbak menghampiri.


"Makasih Dit,loe udah bisa pulang"ucap Clara.


"Kok temennya langsung di suruh pulang Non.Gak masuk dulu?",lanjut Mbak.


"Gak usah,lagian ini udah mau gelap",balas Radit sopan.


"Kalau gitu gue langsung pulang ya"lanjutnya lagi.


"Iya hati-hati",ucap Clara dengan senyuman.


Radit menaiki becak dan pulang, walaupun ia agak cemas.


...


Selesai bersih-bersih Clara langsung merebahkan badannya di kasur,menyelimuti tubuhnya.


Beberapa menit memejamkan mata,sudah ada yang mengetok pintu kamarnya.


"Non,Mbak langsung masuk ya",ucap suara di balik pintu.


"Ni Mbak bawain bubur kesukaannya non",lanjut si Mbak.


Clara bangkit dari tidurnya.


"Non,Dari tadi pulang kok gak cerita-cerita sih.Mbak takut banget kalo Non ilang,bisa-bisa saya di marahin bapak"ucap si Mbak.


"Besok deh Mbak cerita nya,Clara pengen istirahat"jelas Clara sambil memakan bubur.


"Iya deh,yang penting non udah di rumah.Kakinya gimana,masih sakit?",tanya Mbak.


"Masih sih.Tapi jangan bilang-bilang ke Papa ya",balas Clara.

__ADS_1


Si Mbak tersenyum dengan jempolnya.


...


__ADS_2