Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Pembalasan


__ADS_3

Pagi ini Rangga menjemput Radit,ia tau bahwa Radit pasti sedang butuh tumpangan karena kaki sakit.Ia menunggu Radit di persimpangan jalan dengan motornya.Saat sedang asyik-asyiknya memantau orang lewat,ia melihat seorang murid sekolah memakai seragam sama sepertinya.Dia memerhatikan murid itu dari kejauhan agar tak ada yang mencurigai nya.


"Ngapain tu anak,pasti ada yang gak beres nih?",batin Rangga.


Rangga bersembunyi di mobil yang terparkir di depan gang.Dari kejauhan ia melihat Radit yang berjalan pincang menuju jalan raya.Dua murid itu seperti ingin mengerjai Radit.


Radit berjalan dengan hati-hati,kakinya seperti sudah mulai bengkak,karena memaksakan dirinya kerja.Ia melihat jam di tangan nya.


"Kalau jalan nya lambat,bakalan telat nih",batinnya.


Ia mempercepat sedikit jalannya,sampai tak mencurigai apapun.Saat ia sampai ke ujung gang yang dekat dengan jalan,ada kaki yang menendang kaki sakitnya.


"Aduhh", ucap nya kesakitan.


Mata nya langsung melirik ke arah orang itu.


"Rasain loe.Ini balasan loe karena sok bener di depan orang",ucap cowok itu.


"Apa salah gue Hen?",tanya Radit yang masih memegang kakinya.


"Salah loe karena satu sekolah sama gue",balas Hendri sambil tertawa.


"Cabut",ucapnya mengajak teman nya pergi.


Radit bangun menahan sakitnya,membersihkan debu yang ada di celananya.


"Dit..", panggil Rangga di seberang jalan.


"Rangga liat gak ya",batin bertanya.

__ADS_1


Radit hanya melambaikan tangannya.


"Tunggu di situ,biar gue yang ke sana",sambung nya.


Saat Rangga sedang fokus menyebrang,Radit dengan cepat merapikan pakaian nya kembali.


"Loe udah lama nunggu?",tanya Radit santai.


"Gak",balas Rangga singkat.


"Itu,kaki loe udah baikan?"tanya Rangga melihat ke arah kaki Radit.


"Udah,besok juga baikan", ucap Radit sambil mengelus kakinya.


"Yok", ajak Rangga menarik tangan Radit.


"Lho kok tangan loe kotor?", ucap Rangga.


"Udah gak usah di pikirin.Yok,nanti telat", lanjutnya.


Di perjalanan Radit hanya diam,ia seperti berbuat kesalahan karena harus berbohong.Kali ini ia bukan teman yang baik.


...


"Dit,loe tunggu disini.Gue mau parkirin motor dulu", ucap Rangga sambil Radit turun dari motor.


Radit hanya mengangguk.


Di parkiran Rangga melihat cowok yang tadi lagi,ia menatapnya dengan sinis.Selesai memarkir motor nya,ia langsung menghampiri Radit.

__ADS_1


Berjalan bersama menuju kelas sambil tertawa.Rangga membuat-buat lelucon,keduanya tertawa-tawa.


"Gue anter loe sampai kelas ya?", ucap Rangga.


"Gak usah,gue bukan anak kecil lagi",ucap Radit tersenyum.


"Oke.Kalau loe butuh obat bilang sama gue", ucap Rangga.


Arah kelas mereka berbeda.Radit lurus,sedangkan Rangga belok ke kiri.Kelas Rangga hampir ujung penghabisan.


Ia tak langsung menuju ke kelas.Setelah memantau Radit sudah masuk ke kelas,ia pergi ke kantin.Di kantin sudah ada yang menunggu nya,tempat duduknya sudah di sediakan.


"Apa kabar kalian?",ucap Rangga sambil mengeluarkan sebatang rokok.


"Hati-hati Ga,nanti ada Pak Bondan",kata seorang teman nya.


"Dikit doang",balas nya santai.


"Gue langsung ke intinya aja kali ya", lanjutnya sambil melihat mereka satu persatu.


"Ada satu murid di sekolah ini yang harus kalian bereskan",ucap Rangga tegas.


"Siapa Ga?",tanya cowok di depannya.


"Anak inti"jelas nya.


Mereka langsung melihat satu sama lain.


"Kenapa Ga?",ucap cowok yang di sampingnya.

__ADS_1


"Tu anak perlu di kasih elusan sedikit",ucap Rangga tanpa senyum.


__ADS_2