Pewaris Tahta

Pewaris Tahta
Hendri Cristian


__ADS_3

Radit hanya mendengar semua ocehan mereka,ia sadar yang mereka omongin adalah dirinya.Satu kelas bertanya-tanya siapa murid yang di sebut itu.


"Hei Radit,loe kenal gak sama buruh itu?",tanya Hendri.


Hendri Cristian,cowok yang paling jahil dalam kelas.Memang keluarga nya orang terpandang,tapi ia selalu bermasalah di sekolah.Ia anak kesayangan Maminya,bagi Maminya ia anak yang penurut.


...


Semua mata tertuju pada Radit.Seolah-olah ia seperti sedang di kerumunan banyak orang.Mereka menanti jawaban dari Radit,seakan Radit punya jawaban yang tepat.Padahal ia tahu Hendri menjebaknya agar ia mempermalukan dirinya sendiri.


Radit tidak menjawab apa-apa,ia hanya memperhatikan jam.Menurut nya,menjawab pertanyaan itu hanya bisa membuat masalah saja.Biar waktu yang mengakhiri pertanyaan itu.


"Woi,Pak Bondan",kata seorang murid sambil berlari ke tempat duduknya.


Semua murid kembali ke kursinya masing-masing.Jika ada keributan atau perkelahian,Pak Bondan orang yang pertama mereka hadapi.Pak Bondan guru paling ditakuti di sekolah dengan kulitnya yang hitam dan ditambah badannya yang kekar,tugas nya memeriksa seluruh kedisiplinan kelas.


"Apa disini ada masalah?",tanya Pak Bondan sambil melirik tajam.


"Aman Pak",kata sebagian murid.


Pak Bondan memantau seluruh sudut kelas.


"Kamu ngapain di depan?",tanya Pak Bondan pada Hendri dengan suara tegas tanpa senyum sedikit pun.


"Gak Pak,cuma mau bersihin papan tulis aja",jawab Hendri cengar-cengir.


Pak Bondan hanya menatap nya sinis dan pergi.

__ADS_1


...


Pelajaran berlangsung seperti biasanya.Semua murid memperhatikan pelajaran dengan baik,mereka fokus dengan soal-soal yang diberikan oleh guru.Setelah guru memberi soal,ia mengacak murid yang akan menyelesaikan soal itu.


"Jessica.."panggil Bu Ayu.


Jessica,murid yang di kenal dengan multi talenta.Semua seakan mudah bagi nya,dengan santai ia berjalan menulis jawaban di papan.Cewek yang agak tomboy itu juga sedikit ramah,ia juga di segan oleh cowok di sekolah.


"Selanjutnya,Raditya",panggil Bu Ayu lagi.


Saat namanya di panggil ia begitu bersemangat.Karena ia duduk agak ke belakang,ia harus berjalan melewati meja nya Hendri.Hendri mencoba mengerjai Radit,ia ingin membuat Radit jatuh dengan kakinya.


"Rasain loe,miskin kok belagu",ucap Hendri pelan sambil senyum sinis.


Radit berjalan seperti biasanya meskipun kakinya agak sakit.Ia berpura-pura untuk tidak terjadi apa-apa.


...


"Kenapa kaki loe?",tanya seseorang dari belakang nya.


"Gak,cuma keseleo",jawab Radit.


"Gak,ini mah bukan keseleo",ucap Rangga memeriksa kaki Radit.


"Beneran Ga",balas Radit mencoba meyakinkan Rangga.


Rangga menatap Radit sedikit memastikan,ia mencoba mempercayai meskipun ada yang tidak beres.

__ADS_1


"Oke", ucap Rangga santai.


"Nanti gue anterin loe pulang",sambung Rangga sambil tersenyum.Radit hanya mengangguk.


...


"Hari ini loe gak bisa kerja dong",ucap Rangga agak keras sambil mengendarai motor nya.


"Di bisa-bisain aja",ucap Radit.


"Izin aja", sambung Rangga.


"Gak bisa,biaya sekolah kan mahal.Kalau gak kerja,dari mana bisa dapet duit",jelas Radit.


Mereka sama-sama terdiam,masing-masing memikirkan urusan nya.Rangga mengantar Radit sampai ke rumah nya,ia agak sedikit khawatir kepada Radit.


"Kalau loe butuh apa-apa,telfon gue aja",ucap Rangga.


Mendengar perkataan Rangga,Radit tersenyum.


"Loe kan tau,gue gak punya Handphone",ucap Radit.


"Ouh,kalau gitu punya gue loe pakek dulu."balas Rangga sambil memberi ponselnya.


"Terus loe?",tanya Radit.


"Tenang.Bisa di atur",ucap Rangga.

__ADS_1


__ADS_2