
Sekolah sudah mulai kosong,hanya tinggal beberapa orang saja.Rangga mengambil motor nya di parkiran,ia menyuruh Radit untuk menunggu di gerbang sekolah.
Rangga melihat Hendri dan teman nya masing di parkiran,mereka seperti berencana sesuatu.
Seorang murid yang ingin mengambil motor nya seperti ketakutan.Entah apa rencana nya kali ini?.
"Sini loe", ucap Hendri kepada murid itu.
Ia berjalan dengan menuju Hendri sambil menunduk.
"Loe tau kan,parkiran di area ini khusus mobil gue",ucap nya sambil menatap murid itu.
"Kalau loe mau ngambil motor loe,tu di atas itu",sambung nya sambil menunjuk ke arah satu pohon.
Murid itu hanya pasrah,ia tak berani melawan.
Rangga melihat Hendri dengan tajam,sampai ia menyadari kalau Hendri juga menatap nya.
"Ngapain loe liat-liat?",ucap nya dengan mata tajam.
Rangga tak memperdulikan perkataannya,ia langsung pergi.
...
Radit yang sudah lelah menunggu,ia memilih duduk di samping gerbang.Ia tak peduli dengan apa kata orang.Beberapa menit ia duduk,Rangga baru terlihat.
"Loe ngapain duduk di situ,bangun ayok pulang", ucap Rangga.
"Loe kok lama banget di parkiran?"tanya Radit sambil menaiki motor.
"Gak,tadi ada masalah sama motor yang di belakang gue",balas Rangga pelan.
__ADS_1
...
Di tempat lain,satu kelompok geng motor berderetan di jalanan.Mereka seperti menunggu seseorang yang lewat.Rangga melewati geng itu seperti biasa,ia mengkode sesuatu kepada mereka.
"Serem-serem banget muka mereka Ga",ucap Radit sambil melihat ke arah lain.
"Loe takut sama mereka?",tanya Rangga.
"Siapa yang gak takut kalau sempat berusaha sama mereka",ucap Radit pelan.
Rangga mempercepat sedikit motornya,ia tau kalau Radit memang tidak ingin berurusan dengan orang kaya apalagi itu anak geng.
"Gak usah khawatir,kita kan cuma lewat", ucap Rangga santai.
Sesampai di depan rumah Radit,Rangga menunggu sampai ia masuk.
"Eh Dit,hari ini loe gak usah masuk kerja ya", ucap Rangga saat Radit masuk ke rumah.
Rangga buru-buru pergi,tapi tak langsung pulang.Ia memutar balik ke arah geng tadi.
"Tu Rangga",ucap seseorang dari mereka sambil menunjuk ke arah nya.
"Kayaknya dia bakalan ngelakuin apa yang dia omongin tadi",ucap cowok yang sedang duduk di jalan sambil merokok.
Rangga seakan berubah saat sudah bergabung dengan mereka.Ia bukan Rangga yang bersama dengan Radit.
"Woi,lakuin apa yang gue bilang tadi",ucap nya sinis.
"Tunggu dia pulang"lanjut nya.
"Sip",jawab di antara mereka.
__ADS_1
Sambil menunggu sasaran mereka lewat,mereka asyik buat-buat lelucon konyol.Ngerjain satu sama lain,ketawa gak jelas.Saat yang di tunggu tiba,Hendri keluar dari gerbang sekolah.
"Woi,itu dia..", ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk ke arah Hendri.
"Ouh,itu anak nya.Biar gue sendiri yang kasih pelajaran,krempeng gitu gak usah rame-rame",ucap cowok yang paling berotot di antara mereka.
"Oke,kita serain sama loe ya", ucap Rangga.
Cowok itu hanya membalas dengan jempol.
Dari kejauhan Hendri melihat geng itu,mereka seperti menatap ke arah nya.
"Ada yang gak beres nih,mereka ngapain lihat ke arah gue",batin Hendri.
Ia mengendarai motor nya dengan cepat,rasa takut hadir saat melihat seorang cowok yang berotot itu terus menatap nya.Saat ia ingin menghindari mereka,ternyata mereka sudah lebih awal menghadang nya lewat.
"Turun loe",ucap Baron.
Cowok paling ganas di sekolah,ia bisa mengalahkan 5 orang sekaligus dalam pertandingan taekwondo.
Hendri hanya menurut apa yang dia bilang,ia takut di apa-apain sama Baron.
Anak-anak geng yang lain hanya melihat saja,tak memperdulikan apa yang akan dibuat oleh temannya itu.
"Apa salah gue,sampai loe hadang?",tanya Hendri terbata-bata.
Mendengar pertanyaan Hendri,Baron berjalan semakin dekat dengan nya.Membuat Hendri tambah gugup,seakan seperti mengikuti ujian Nasional.
"Sebenarnya loe harus di kasih pelajaran,karena loe udah ganggu bos kita.Tapi,berhubung hari ini gue gak mood buat mukul orang", ucap Baron sambil memegang pipi Hendri dengan satu tangan nya.
"Loe kita kasih peringatan dulu.Tapi kalau sekali lagi bos kita bilang loe gangguin dia,abis loe di tangan gue",sambung Baron dengan mata melotot ke arah Hendri.
__ADS_1