
Dengan pakaian biasa,memakai topi hitam,sandal jepit,celana jeans,dan kaos polos abu-abu yang sudah agak lumpuk karena berkeringat setiap hari.Semenjak lulus dari sekolah nya Radit mulai bekerja di pasar kaki lima,ia kerja sebagai kuli panggul.Setiap hari ia berangkat pagi,pulang nya pasti sore hampir magrib.Ia berharap suatu hari,Radit bisa melanjutkan sekolahnya.
"Dek,bawain belanjaan sampai parkir ya..",ucap seorang ibu."Iya buk..",kata Radit sambil mengangkat belanjaan ibu itu.Hari sudah mulai siang,ia berjalan ke parkiran sambil melihat teman seangkatannya pulang sekolah."Sampai sini aja dek,makasih ya.Ini upah nya..",ucap ibu itu.Radit hanya membalas dengan senyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Dit..",suara seseorang memanggil Radit dari belakang."Radit...",panggil cowok itu ke dua kali.Radit langsung menoleh ke belakang."Loe gak sekolah lagi..?",tanya Angga sambil menghampiri Radit."Eh Ga..",ucap Radit sedikit terkejut."Gak,gue harus nganggur dulu buat sementara..",jawab nya."Sayang,padahal loe kan pinter..", balas Angga."Mau gimana lagi..",ucap Radit sambil tersenyum.
Hari sudah mulai sore,Radit pulang ke rumah sambil nyeker.Sayang kalau pendapatan hari ini harus buat bayar ojek,padahal rumah agak jauh dari pasar.Masih dengan baju tadi pagi,ia berjalan pulang sambil melihat sekitar nya.Pikiran nya tak karuan,sudah hampir sebulan ia bekerja tapi belum bisa mengumpulkan uang untuk pendaftaran di sekolah yang ia inginkan.
__ADS_1
Malam semakin larut,Radit tidak sabar menunggu Minggu depan.Waktu seakan berjalan sangat lama,ia membayangkan begitu seru nya sekolah di SMA yang ia impikan.Bu Wulan yang melihat Radit duduk di jendela rumahnya berpikir,apa bisa mencari pinjaman untuk Radit.Kalau pun ada,dengan apa ia bisa membayar nya kembali."Dit..sana tidur,jangan begadang.Besok kan kamu harus kerja pagi-pagi..",ucap Bu Wulan.Radit menoleh ke arah suara itu dan hanya membalas dengan senyuman.
Waktu seakan begitu cepat,pada hal ia baru memejamkan matanya.Matahari sudah hampir sempurna hadir,Radit yang sedang berjalan menuju pasar begitu semangat."Hei Dit..", terdengar suara dari belakang punggung nya.Radit langsung menoleh dan tersenyum."Eh jeno,apa kabar..?",tanya Radit sambil lanjut berjalan."Baik.Loe gimana ?",tanya Jeno balik."Baik juga..",jawab Radit singkat."Ouh ya,gue duluan ya.Takut telat..",sambung Jeno buru-buru.Jeno teman sekelas Radit waktu SMP,meskipun mereka tidak terlalu dekat tapi kalau bertemu saling menyapa.
__ADS_1
Sesampai di pasar Radit langsung ke tempat bekerja,ia bekerja dengan giat dan rajin.Ia di kenal di pasar sebagai anak yang pandai di segala bidang.Orang-orang banyak yang mengenal nya,karena ia ramah dan sopan sama siapa saja.