
Setelah kepergian Haruka dan yang lain nya,kazeo yang saat sendiripun berfikir untuk menolong mereka dan mengikuti mereka dari belakang
Setelah itu salah seorang anggota mafia melihat Haruka di jalanan diikuti Bean,seira dan juga bioka
" tuan sepertinya aku melihat nona Haruka bersama teman teman nya" kata salah seorang anggota mafia
" apa teman yang sama saat kita dihajar" tanya Nakamura
"benar tuan akan tetapi dia membawa dua orang lagi bersama nya " kata pengawal
"ayo kita hajar mereka " teriak Nakamura sambil menuju ketempat Haruka berada
setelah itu anggota mafia yakni anak buah dari Nakamura mengepung Haruka dan teman teman nya
" mau kemana kau bocah ingusan " kata salah seorang pengawal
" kau mau ku hajar, atau dihabisi" teriak bioka
" diam lah ko bocah" kata Nakamura
"plak" tamparan
"kau" sambil memegang pipi
" berdiam lah sebentar bioka " kata seira
"bawa mereka semua kehadapan tuan Hayato"
kata Nakamura
para pengawal selanjutnya membawa tuan Haruka dan kawan kawan ke pada tuan Hayato menaiki sebuah mobil bak terbuka dan di lihat semua penduduk kota Hiroshima
begitu juga kazeo yang terus menerus melihat iring iringan Nakamura berjumlah 200 orang sambil menaiki motor dan mobil
"Brum"
"Brum"
"Brum"
kazeo yang bisa saja menghabisi mereka semua dengan satu kilatan kecepatan nya dengan mudah menunggu sampai benar benar menuju kerumah pimpinan besar mereka.
setelah itu sampai lah nakamura dan kawan kawan didepan rumah kediaman tuan Hayato,dan Hayato menyuruh para pengawal nya untuk menurunkan Haruka berserta teman teman nya dari mobil.
setelah selesai menurun kan mereka Nakamura menyuruh pengawal untuk menghabisi Bean,seira dan juga bioka di gudang penyiksaan mafia
" bawakan aku Haruka dan sisanya kalian siksa dan bunuh setelah itu buang kejalan" sahut Nakamura
" baik tuan" sahut para pengawal sembari membawa Haruka ke Nakamura
"kau gadisku,setelah melayani tuan Hayato layani aku juga sayang ku" kata Nakamura sambil membelai wajah Haruka membuat Bean marah
"bangsat kau,kau mau mati " teriak Bean
tanpa menghiraukan omongan Bean,Haruka pun dibawa ke bilik kamar tuan Hayato yang disana sudah ada kedua orang tua Haruka dengan kaki dan tangan terikat sedang di gantung
kita berganti sin dalam keadaan Bean,seira dan bioka yang saat ini dalam ikatan tangan dan di bawa ke sebuah gudang gelap dan mereka di kelilingi anggota mafia milik tuan Hayato
" jadi ini mangsa kita hari ini" kata salah seorang pengawal bertubuh besar seperti bioka yang bernama Jiraiya
" mari kita siksa dulu mereka " sahut pengawal lain
"Bugh"
"Bugh"
"Bugh"
satu pukulan Bean serta Seira rasakan dengan kuat yang pukulan itu mengarah ke perut mereka
"agggghhh" teriak Bean dan kawan kawan
" bagaimana kalau dengan sayatan kecil " kata salah seorang pengawal bernama Genki
lanjut giliran Genki yang menyiksa mereka bertiga
tetapi sebelum sayatan itu melukai wajah Bean tiba tiba
"woooosssh" kecepatan
"apa itu" sahut semua pengawal
dan
"Bugh"
"Bugh"
"Bugh"
"Dugh"
pukulan yang mengenai para pengawal dan beriringan dengan lampu yang hidup mati,hidup mati membawa aura yang seram dan menakutkan
"ahhhhgggg"
teriakan demi teriakan kesakitan para pengawal yang sekarang disiksa memakai sayatan pedang
" cccriing"
__ADS_1
membuat suasana malam itu menjadi hal yang menakutkan kan begitu juga Bean, seira dan Bioka rasakan
"ada apa ini sebenarnya Bean" tanya bioka
"sepertinya aku mengenal kecepatan ini dan cara dia membunuh atau menyiksa orang" kata Seira
" siapa itu, apa kau berpikir sama dengan ku Seira"tanya Bean
" ya benar Bean, dia juga sudah melepaskan ikatan kita dia adalah Kenzo alian tuan Kazeo" jawab Seira
tinggal sekarang Genki dan Jiraiya yang berdiri di tengah yang tengah ketakutan sementara para pengawal lain tampak kacau dan berceceran darah di lantai
" ap..apa yang terjadi Genki,kenapa semua ini terjadi" bertanya tanya
"aku tak tau Jiraiya tetapi sepertinya giliran kita" kata Genki
bangkitlah Bean,Seira dan bioka sekarang yang tampak siap menghajar berandalan seperti Genki dan juga Jiraiya.
"hai berandalan bagaimana kalau kau menghadapi ku satu lawan satu " kata bioka
"bangsat kau bocah ingusan" teriak Jiraiya
"Hyak"
"Bugh"
"Bugh"
"Bugh"
pukulan demi pukulan yang terlihat seimbang meskipun umur mereka berbeda jauh,
sedangkan di pertarungan satu lagi seira yang tampak mendominasi walau pun dia belum pulih 100 persen.
"Bam" pukulan dari arah belakang menyebabkan Genki tertunduk lemas
begitu juga Jiraiya tumbang setelah pukulan over cut dari bioka mengenai dagu dari Jiraiya
"agggghhh " teriak mereka secara serentak dan jatuh kelantai sampai pingsan
kita berganti dimana Kazeo yang langsung sampai di balkon tempat tuan Hayato berada
" Hay sayang kemari lah" sambil melambaikan tangan ke arah Haruka
sedangkan ibu dan ayah Haruka yang tengah sakit sedang tertunduk lemas setelah mengalami penyiksaan dari tuan Hayato
" kalian lucuti pakaian dia " teriak tuan Hayato menyuruh para pengawal nya melucuti pakaian ibu Haruka
" jangan tuan,jangan..." kata Haruka yang terus melihat ibunya sedang dalam kedua tangan diikat
" crack"
" wah body nya lumayan juga ya,sangat percis dengan anaknya" kata tuan Hayato sambil menjulurkan lidah nya ke bagian bibir nya
"tolong tuan jangan apa apakan keluarga ku,aku bersedia kalian apa apakan asal jangan keluarga ku" sambil menangis Haruka tampak pasrah
"stop" kata tuan Hayato
" kau bersedia menggantikan ibumu" kata tuan Hayato
"i....iya tuan" tergagap
" baiklah lepaskan pakaian mu sekarang" kata tuan Hayato
ibu Haruka yang tampak menangis begitu juga dengan ayah nya sedangkan disisi lain Haruka tengah membuka kain yang mengikat baju nya
awal membuka baju dan terlihat buah dada yang diselimuti oleh bh dengan kain sutra hingga berbentuk tonjolan di dada Haruka
lalu Haruka melepaskan celana yang menampakkan kulit putih mulus miliknya
membuat Hayato yang saat itu tak tahan dengan kemolekan tubuh Haruka
" tunggu apalagi buka lah bh dan ****** ***** mu" teriak Hayato yang tak sabar ingin mencicipi tubuh Haruka
"hahahaha,wah giliran kami juga ya tuan " kata para pengawal dan Nakamura nampak terpesona dengan tubuh Haruka
saat Haruka ingin membuka tali bh nya tiba tiba
"Woooosssh"
"Prraaanng" kecepatan sebuah pedang yang menembus kaca dan menusuk beberapa anak buah yang didalam ruang itu
"jleb"
"jleb"
"jleb"
sangking asik tuan Hayato memperhatikan Haruka melepaskan BH nya sampai dia tak tau bahwa para pengawal yang berada disisinya telah tewas
" bruk"
"bruk"
"bruk"
orang pertama jatuh,orang kedua, orang ke-tiga dan sampai orang terkahir sebelum mata pedang kecil itu menembus tubuh orang terakhir
Nakamura pun menunduk ketakutan
__ADS_1
" aaahhggggg" teriak ketakutan
Hayato pun tersadar akan teriakan dari Nakamura sedangkan Haruka cepat cepat menutupi buah dadanya memakai kedua tangan nya
" bangsat, kenapa kau Nakamura mengganggu ku saja " kata tuan Hayato
"i..itu tuan pedang itu" teriak ketakutan Nakamura bergetar
"Bbboomm" ledakan di arah pintu hancur berkeping-keping
"a..ada apa ini Nakamura,kemana para pengawal diluar" tergagap
" i...itu tuan sosok itu" menunjuk kearah Kenzo yang memakai Hoodie hitam
" anak sekecil ini, menghancurkan pintuku "menuju kearah Kenzo
Haruka selamat kan lah ibu dan ayahmu dan selimuti lah ibumu kata Kazeo yang saat ini berada di pintu
" berani sekali kau bocah ingusan" sambil meninju kearah wajah Kazeo
"Hyak" teriak Hayato
"Bush"
pukulan kuat Hayato di hentikan satu tangan milik Kazeo tanpa ekspresi
"ap....apa brengsek kau"
"bbboomm " ledakan kecil akibat sepakan Hayato ditahan mudah memakai tangan Kazeo
"ba... bagaimana bisa "terkejut dan tergagap tuan Hayato sekarang
"brengsek kau bantu aku dan jangan menjadi banci yang meringkuk ketakutan" teriak tuan Hayato yang sekarang sudah terikat dan tak bisa bergerak
"ba...baik tuan" kata Nakamura sambil mengambil sebuah pedang dan ingin menebas kepala Kazeo
"Hyak" teriak Nakamura
"wwwwooossshh" kecepatan
"jleb"
sebuah pedang terbang mengarah kearah Nakamura hingga menebas kepala nya
"ba... bagaimana bisa,si..siapa kau" tergagap dan ketakutan
"ampunilah aku tuanku, aku bersedia menjadi budak mu asal kau melepaskan ku" memohon saat tak bisa berbuat apa apa
"bugh"
"bugh"
”bugh"
tinjuan demi tinjuan yang dilancarkan oleh Kazeo ke tubuh Tuan Hayato membuat nya mengeluarkan darah dari mulut
"aaahhggggg " kesakitan
"am..ampuni a..aku tu...tuan" suara kesakitan
"matilah kau pria brengsek " teriak Kazeo
"Bam,Bam,Bam"
tinjuan demi tinjuan dimuka Hayato membuat darah bercucuran
hingga tuan Hayato tak bisa bergerak lagi dan menandakan tuan Hayato tewas
"pergilah kalian kebawah disana sudah ada teman teman mu menunggu" kata Kazeo dengan tatapan penuh amarah dan aura hitam
"ba..baik tuan, tapi boleh kah aku memelukmu" tanya Haruka
" pergilah " teriak Kazeo
dan setelah itu Haruka pergi menuju kebawah diikuti kedua orang tuanya yang diselimuti kain
"apa yang terjadi diatas" tanya Bean
"tidak apa apa tuan Bean,sebaiknya kita meninggalkan tempat ini sebelum banyak yang datang " kata Haruka
tak lama dari kejauhan mereka berjalan dan menjauhi kediaman rumah tuan Hayato nampak kobaran api
yang menandakan Kazeo telah membakar rumah itu
" kau lihat itu Bean bukan kah itu dari arah rumah tuan Hayato si raja mafia yang tadi kita di sekap" sambil menuju kearah api
" kau benar bioka, tapi siapa yang melakukan itu" bertanya tanya
"ntah lah tapi sebaik nya kita melihat ke Rumah sakit apakah Tuan Kazeo masih ada disana atau orang yang membantu kita itu tadi tuan Kazeo" jawab Seira
"ayo"sambil menaiki taksi kerumah sakit
sedangkan di keadaan Haruka masih memikirkan kanzo atau tuan Kazeo yang kini berubah menjadi orang yang tak dia kenal
setelah memakan waktu 10sampai 20 menit Sampai dirumah sakit akan tetapi ketika ingin menemui tuan Kazeo...
bersambung dulu ya,maaf kalau cerita agak nanggung
tetap stay di novel pewaris tahta ya dan kalau ada kata yang salah saya mohon maaf
__ADS_1
salam baku hantam