
"PANJATLAH TALINYA," teriak Absyara dari atas tebing
"Kalau begitu laki-laki memanjat duluan, pelan-pelan saja kalau tidak kalian akan mati kalau jatuh," ucap Absyuri sambil menatap semua orang di sekitarnya
Setelah para laki-laki telah memanjat sampai ke atas tebing.
'Sungguhkah aku harus memanjat ke atas tebing, aku tidak yakin kalau aku berhasil memanjat sampai ke atas tebing,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang suram
"Emm... bisakah aku yang terakhir ke atas?" ucap Reina sambil mengangkat tangannya
"Reina, kalau kamu terakhir nanti kalau ada apa-apa aku tidak bisa menolong dirimu," ucap Absyuri sambil menatap Reina dengan khawatir
"Baiklah kalau begitu kamu bisa jadi paling terakhir Absyuri," ucap Reina sambil tersenyum
"Jangan bilang kamu takut dengan ketinggian? kamu begitu lemah ternyata," ucap Elena sambil melipat kedua tangannya
"Biarkan aku saja yang pertama memanjat," ucap Yuria dengan bersemangat
'Kenapa dia bisa begitu bersemangat?' ucap Reina dengan suram
"Kalau begitu giliran Selama kemudian Reina," ucap Absyuri sambil menatap kedua orang yang tersisa
Elena kemudian mulai memanjat tebing tinggi itu, di lanjutkan dengan Reina dan terakhir di lanjutkan dengan Absyuri
'Tebing ini tinggi sekali, aku takut jatuh langsung mati ke bawah,' ucap Reina dengan air mata yang ingin mengalir tetapi tidak keluar
'Sebentar lagi sampai puncak,' ucap Reina sambil menatap ke atas tebing yang telah dekat
"Sini tanganmu aku bantu Reina," ucap Elena yang telah berada di atas tebing dan mengulurkan tangannya
"Ah... terima kasih," ucap Reina sambil menangkap uluran tangan Elena
__ADS_1
"Ah, maaf tanganku licin," ucap Elena sambil tersenyum dengan sedih
Uluran tangan yang di tangkap oleh Reina di lepaskan oleh Elena dengan artian Reina akan jatuh dari ketinggian yang cukup untuk membunuhnya apalagi tebing tersebut tidak bisa menggunakan sihir untuk melakukan panjatan dengan cepat, teleportasi dengan instan, dan terbang ke atas tebing dengan cepat
'Apa aku akan mati di sini? saja aku masih muda, tidak sampai umurku setengah dari peradaban, masih banyak yang ingin aku lakukan, masih juga banyak yang belum aku katakan kepada orang-orang di sekitarku' ucap Reina di dalam hatinya sambil terjun jatuh dengan cepat
"REINA!!" teriak Absyuri dengan wajah yang panik langsung meloncat ke bawah untuk menyelamatkan Reina yang terjun jatuh
"REINA, RAIH TANGANKU," teriak Absyuri sambil mengulurkan tangannya kemudian di gapai oleh Reina kemudian Absyuri memeluk Reina dengan kencang dan tangan yang dingin serta wajah yang pucat.
'Absyuri sampai sekarang belum sampai ke atas apa jangan-jangan dia juga terjun untuk menyelamatkan Reina, aku tau dia adalah anak yang keras kepala tapi kenapa harus dia yang terjun, semoga kamu baik-baik saja Absyuri, kakak tidak bisa banyak berbuat di sini, kamu tidak boleh mati karena kejadian konyol ini,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan panik dan khawatir
"PLAK..." suara tamparan yang begitu terdengar hingga telinga setiap orang membuat orang-orang terkejut dan menoleh ke asal suara
"Kenapa kamu menamparku Albern? Aku tidak tau dimana salahku," ucap Elena sambil memegangi pipinya yang di tampar oleh Albern dengan begitu kencang
"ELENA KAMU!!" ucap Albern dengan marah
"AKU AKAN MEMBUNUHMU," teriak Albern sambil menodongkan pedangnya di leher Elena sampai mengeluarkan darah yang mengalir
"Albern, kamu jangan melakukan hal yang gila, membunuh orang di tempat seperti ini hanya akan membuatmu di keluarkan dari sekolah dan juga kita tidak tau apa benar-benar Reina mati atau hidup di bawah sana," ucap Absyara dengan tatapan khawatir dan panik namun berusaha tenang
"AKU TENANG? HARUSKAH? KAMU TIDAK BERADA DI POSISIKU MEMANGNYA KAMU TAU APA?" teriaknya lagi sambil menoleh ke arah Absyara
"Aku tau kamu panik dan khawatir tapi Albern adikku juga berada di bawah sana dan berada di posisi yang sama dengan Reina, kamu pikir aku tidak khawatir dan panik?" ucap Absyara dengan tatapan dingin dan kesal
"Aku juga menunggu adikku disini dengan perasaan yang tidak tenang ini aku berusaha membuat diriku tetap tenang," ucapnya lagi sambil menatap Albern dengan tangan yang gemetaran
Ketika mereka hampir menyentuh ke permukaan tanah, sesuatu yang tidak terduga datang dan malah bisa di terbangkan menggunakan sihir untuk menyelamatkan mereka berdua tapi tidak dari mereka tau sihir milik siapa yang menyelamatkan mereka karena disini tidak bisa menggunakan sihir artinya sihirnya adalah sihir yang sangat-sangat tinggi.
"Kamu masih terlalu cepat untuk mengakhiri hidupmu Reina Elice Halmiton," ucap sebuah suara di kepala Reina
__ADS_1
'Suara siapa tadi? Bagaimana bisa dia menggunakan sihir di tebing ini? Kenapa dia ingin menolongku dan Absyuri?' ucap Reina di dalam hatinya dengan kebingungan kemudian mereka telah berada di puncak tebing
"Aku pikir aku akan mati karena jatuh dari tebing," ucap Reina dengan kebingungan menatap ke arah bawahannya adalah permukaan atas tebing
"REINA!!" ucap Albern sambil menoleh ke arah belakangnya dan berlari memeluk Reina setelah mendengarkan suara Reina
"Eh? kenapa?" ucap Reina dengan kebingungan seolah-olah dia ketinggalan sesuatu
"Syukurlah kamu baik-baik saja, aku takut kamu kenapa-kenapa saat jatuh dari tebing ini," ucap Albern sambil memeluk Reina sedangkan Reina hanya bisa mengelus kepalanya dan menenangkan Albern
"Iya tenang saja aku ada di sini dan aku baik-baik saja," ucap Reina sambil tersenyum tipis
"Untunglah Reina baik-baik saja, aku tidak tau harus bagaimana menghadap tuan pemimpin jika Reina jatuh dan mati dari tebing," ucap Absyara sambil tersenyum dan mengelus kepala Absyuri
"Hanya memujiku? kamu tidak khawatir denganku kak?" ucap Absyuri sambil menatap Absyara dengan tatapan penuh harapan
"Bagaimana mungkin kakak tidak khawatir denganmu? tanganku sampai dingin begini kamu tidak merasakannya kah?" ucap Absyara sambil menatap adiknya kemudian memeluknya dengan erat seakan-akan takut kalau dia sampai kehilangan adiknya lagi
"Aku hanya bercanda kak, aku tau kakak pasti selalu khawatir denganku walaupun tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajah kakak," ucap Absyuri sambil memeluk kakaknya tanpa ingin melepaskan pelukannya
"Elena, kamu sungguh keterlaluan kamu jika tidak niat untuk menolong orang tidak perlu sampai ingin membunuhnya," ucap Absyuri sambil menatap Elena dengan tatapan tajam
"Aku... aku hanya ingin mencoba membantu kalian tapi kenapa aku di salahkan terus-menerus?" ucap Elena dengan mata berkaca-kaca hampir ingin menumpahkan air matanya
"Sudahlah Absyuri, kamu tidak perlu sampai semarah itu dengannya, mungkin memang benar jika dia tidak sengaja, lagipula kan kita selamat dan bisa sampai disini," ucap Reina yang ingin melupakan masalah yang baru saja di alaminya
"Bagaimana bisa kalian berada disini dengan tiba-tiba?" tanya Yuria dengan tatapan kebingungan
"Benar, bukankah tidak bisa menggunakan sihir di tebing ini?" tanya Shun dengan tatapan penasaran
"Ah itu ya..."
__ADS_1
Bagaimana bisa sihir digunakan di tebing itu? Siapa orang yang diam-diam membantu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA