Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 57


__ADS_3

"Cling... Cling..." Suara pintu toko yang di buka oleh Albern kemudian mencari cocok yang tidak asing untuk dirinya. Kemudian menghampirinya


"Kenapa kamu lama sekali?" Gerutu Reina sambil mengambil buku dari rak


"Maaf tadi ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan," ucap Albern sambil tersenyum dingin


"Sudah selesai memilih buku?" tanya Albern sambil menatap setumpuk buku di tangannya


"Kamu yakin mau beli semua itu," ucap Albern dengan tatapan bingung


'Kenapa Albern kebingungan? kan aku cuma membeli buku tidak membeli pakaian yang harganya bisa 5 mansion kediaman Marquees, apa buku di sini mahal ya?' ucap Reina di dalam hati sambil memandang buku yang dia ambil kemudian mengangguk.


"Humm... Albern, kenapa kamu terlihat begitu kebingungan? Apa buku disini mahal ya?" tanya Reina sambil menatap Albern


"Humm... tidak kok cuma aku terkejut banyaknya buku yang ingin kamu beli," ucap Albern sambil menatap tumpukan buku yang Reina ambil semakin banyak


'Kenapa dia bisa beli buku seperti beli pakaian ya asal ambil saja, dia tau tidak kalau itu semua hampir tidak masuk buku pelajaran,' ucap Albern dengan tatapan datar


"Baguslah, aku ingin membeli semua buku ini," ucap Reina sambil tersenyum


"Sini, aku pegang bukunya pasti beratkan?" ucap Albern dengan pasrah


"Iya terima kasih Albern tapi disana ada troli yang isinya buku yang ingin aku beli," ucap Reina sambil menunjuk ke arah troli


"Itu semua??" ucap Albern dengan tatapan terkejut melihat tumpukan buku yang tinggi di troli

__ADS_1


"Iya, kenapa?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Kamu yakin bisa baca semua buku itu? itu jumlahnya ada puluhan buku dan beberapa buku tebal," ucap Albern dengan tatapan terkejut


"Humm... tentu saja bisa, biasanya aku bisa beli lebih banyak dari ini bahkan sampai ayahku dan ibuku memberikanku perpustakaan pribadi karena aku suka mengoleksi dan membaca buku," ucap Reina dengan santai


"Puff... Aku tidak menyangka kalau kamu begitu sukanya terhadap buku, aku pikir kamu hanya akan membeli buku pelajaran saja tapi ternyata banyak sekali yang kamu pelajari," ucap Albern sambil tertawa kecil


"Humm... tentu saja buku adalah jendela fantasi aku bisa bebas kemanapun, menjadi apapun yang aku inginkan, serta aroma dari buku-buku tua dan baru sangatlah unik dan menarik itulah kenapa aku sangat-sangat suka buku mereka memberikan sesuatu yang tidak ada batasnya, jika kamu ingin mencoba membacanya aku akan memberikan beberapa buku untukmu," ucap Reina sambil berjalan ke rak buku lain.


"Apa semua buku ini akan kamu bawa ke akademi?" tanya Albern sambil mencoba mengambil beberapa buku yang membuatnya tertarik


"Tentu saja tidak, aku ingin menyimpannya di rumah kalau aku menyimpannya di akademi tidak ada tempat untuk buku milikku nantinya malah dikira untuk sumbangan buku ke akademi," ucap Reina dengan pasrah


"Aku biasanya membeli buku dari luar kekaisaran, disana banyak sekali jenis buku yang unik dan menarik suatu hari nanti aku ingin sekali pergi ke perpustakaan setiap negara," ucap Reina sambil menatap buku-buku yang di pegangnya dengan penuh harapan.


"Jangan gila, kamu tau perang itu banyak membuat korban jiwa, rakyat akan menderita, ekonomi yang tidak stabil, sistem negara pemerintahan mendadak berubah, kamu harus pikirkan itu semua Albern, jangan seenaknya mengatakannya dan berkuasa tanpa melihat kebawah," ucap Reina sambil mengacungkan jarinya ke Albern


"Reina, aku baru tau kamu memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sangat memikirkan tentang kehidupan rakyat," ucap Albern dengan tatapan serius sambil melipat kedua tangannya.


'Kamu pikir lah sendiri kenapa aku bisa punya pengetahuan luas ini? Karena aku tidak mau mati di usia muda, apalagi di tanganmu dan Duke Derick,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang ingin menangis


"Aku suka membaca dari kecil dari buku yang mudah di pahami sampai sulit di pahami, sampai-sampai kakak mengunci perpustakaan dengan sihirnya karena aku yang terlalu suka membaca," ucap Reina dengan pasrah


'Memang posisi ratu tidak salah jika haruslah Reina,' ucap Albern sambil tersenyum tipis menatap Reina yang begitu bersemangat

__ADS_1


"Sudah selesai? kalau tidak toko alat tulis bisa tutup kalau kamu masih belum selesai," ucap Albern dengan tatapan pasrah melihat kelakuan Reina


"Baiklah selesai," ucap Reina sambil mendorong troli bukunya


"Nona Reina, seperti biasa anda selalu membeli banyak buku," ucap pemilik toko itu sambil tersenyum


"Begitulah, apa buku pesananku sudah di ambil?" tanya Reina sambil menata semua buku yang di belinya di atas meja untuk di cek harganya


"Sudah, orang yang mengambil buku pesananmu sangatlah tampan, aku bahkan sampai tercengang, apa yang mengambil buku itu pacarmu?" ucap pemilik toko itu sambil tertawa kecil


"Tidak bukan, itu kakakku aku minta tolong kepada dia untuk mengambilnya," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum


"Jadi, kamu membawa pacarmu sekarang ke toko buku?" ucap pemilik toko itu sambil menatap Albern


"Tidak kami tidak pacaran," jawab Reina sambil tersenyum pahit


"Kami memang tidak pacaran tapi bertunangan," ucap Albern sambil tersenyum


"Nona Reina, laki-laki ini sangat keren dan tampan sangat cocok dengan dirimu," ucap pemilik toko sambil menyeringai


"Humm... tapi aku sama sekali belum memikirkan pertunangan ini, aku pesan beberapa buku lagi ya" ucap Reina sambil menyerahkan list pesanan bukunya


'Kenapa kamu harus memikirkannya padahal tinggal sat set sat set terus menikah denganku' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan hangat


"Baiklah, kali ini juga banyak ya," ucap sang pemilik toko sambil membaca list yang diberikan

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah semudah sat set sat set? Bagaimana takdir Reina selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2