Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 31 Sebegitu mudahnya menerima takdirmu


__ADS_3

"Dia mempercayaiku dan tidak meminta aku untuk bersumpah setia saat aku diminta berada di sisinya jadi aku memutuskan untuk percaya kepadanya," ucap James sambil tersenyum dengan tatapan lembut melihat ke arah dokumen yang belum di kerjakan


"Humm... kamu sudah jadi tidak waspada lagi terhadap dia?" tanya Asmodeus sambil menyeringai


"Tidak juga, aku hanya berusaha saling memberikan kepercayaan."


"Di dunia ini iblis tidaklah di terima dengan baik dan di anggap sebagai makhluk yang tidak memiliki hati, kejam, dan egois."


"Bukankah paman tahu orang tuaku di bunuh oleh para pendeta karena di anggap di manfaatkan oleh iblis, oleh karena itu aku tidak ingin banyak berbicara tentang masa laluku," Ucap James sambil menatap langit


"Toh... cepat atau lambat dia akan tau kemudian baru aku pikirkan mau mati di tangannya atau melarikan diri," ucap James sambil menoleh ke arah pamannya


"Sebegitu mudahnya menerima takdirmu, James... oleh karena itu aku mencemaskan dirimu," Gumam Asmodeus sambil menatap keponakannya


Disisi lain...


"Ini sudah hari ke berapa ya?" Tanya Reina sambil menoleh ke atas langit


Suara tidak asing yang memanggilnya "Reina, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini."


"Shun, apa kamu baik-baik saja?" tanya Reina sambil melihat Shun berantakan


"Itu... emmm... aku sedang mencari Yuria, apa kamu melihatnya?" tanya Shun sambil merapikan rambut dan pakaiannya


"Aku belum melihatnya lagi semenjak pagi tadi," ucap Reina dengan gaya sedang berpikir mengingat-ingat kembali

__ADS_1


"Ah... iya tapi pada saat terakhir aku bertemu dengan Yuria dia terlihat sedikit suram," ucapnya Reina lagi


"Apa kamu bertengkar dengan Yuria?" tanya Reina dengan tatapan tajam


"UMM... beberapa hari yang lalu aku bercanda dengannya tentang lamaran dia berlari dengan pipi yang merah," ucap Shun dengan tatapan kebingungan


"Kamu bodoh ya?" Gumam Reina dengan tatapan dingin


"Reina kamu bilang aku bodoh ya? kamu pikir aku tidak dengar ucapan mu," ucap Shun dengan kesal


'Astaga tidak pekanya tidak tertolong,' ucap Reina di dalam hati sambil melihat kelakuan Shun


"Kamu ingin dia memaafkan kamu?" tanya Reina dengan tajam


"Kalau begitu, coba cari dia di dekat taman selatan akademi di semak-semak dekat hutan mungkin saja dia di sana," ucap Reina sambil tersenyum kecil


"Terima kasih Reina, aku akan memberikanmu hadiah kalau aku bisa berbaikan dengan Yuria," ucap Shun sambil meninggalkan Reina


Dari atas pohon ada suara yang tidak asing menurut Reina "Reina, bagaimana denganku? Menurutmu apa aku harus meminta maaf kepadamu karena selalu dekat dengan murid baru itu dan meninggalkan tunanganku?"


"Albern, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Reina dengan kebingungan dan panik


"Menurutmu bagaimana? Aku mencarimu ke setiap sudut akademi tapi tidak menemukan kamu sama sekali aku merasa kamu selalu menghindariku," ucap Albern dengan dingin


'Kenapa tebakannya benar? Aku ingin kamu dengan cepat membatalkan pertunangan sudah itu cukup untukku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan gugup

__ADS_1


"Kamu cemburu denganku karena dekat dengan perempuan beasiswa itu? Kamu marah denganku?" tanya Albern sambil melompat turun dari atas pohon


"Ah... Itu aku tidak... merasa seperti itu, hanya saja aku sangat sibuk akhir-akhir ini dan juga bukankah itu wajar untuk menemani seorang siswa yang baru masuk ke akademi," Ucap Reina dengan perasaan sedikit gugup dan bersalah


"Kalau begitu, kita jalan-jalan di alun-alun kota pekan ini," ucap Albern dengan tatapan dingin di mata Reina


"Tapi... aku tid-" Ucapan Reina di potong oleh Albern


"Aku tidak menerima penolakan darimu Reina, aku akan menjemputmu pekan ini," ucap Albern menaruh jarinya di atas bibir Reina mengisyaratkan untuk tidak berusaha membuat alasan dan diam


"Sejak kapan Albern berani meletakkan jarinya ke bibir seorang lady? Kenapa rasanya jadi panas begini ya," Gumam Reina dengan wajah merah


Suara orang berdehem dari kejauhan "Uhuk!"


Dengan cepat Albern menurunkan tangannya dan mengatakan "Reina, sampai ketemu pekan nanti."


'Kenapa mukanya tetap datar dan dingin? Setelah melakukan hal itu kepadaku' ucap Reina di dalam hati dengan muka yang merah


"Reina, kakak mencarimu ke mana-mana selama beberapa hari ini karena tidak terlihat," ucap Dalbert sambil menatap Albern dengan dingin


'Untung kakak datang, kalau tidak perasaanku tidak akan tenang tapi kenapa suasananya mencekam seperti ini ya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan merinding


Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah yang terjadi antara Reina, Albern, Dalbert? Apakah Reina sudah memiliki perasaan terhadap Albern? Apakah Reina akan kabur saat tidak ingin pergi ke alun-alun kota? Bagaimanakah takdir Reina selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2