
"KAMU SEDANG TIDAK BERCANDA REINA?" Tanya Dalbert dengan nada tinggi dan tatapan tidak percaya
"Kenapa aku bercanda?" ucap Reina dengan alis yang terangkat
'Sebentar, sepertinya aku ingat sesuatu,' ucap Dalbert di dalam hatinya
"Adikmu sangat populer ya Dalbert, aku juga menyukai Reina," ucap Derick sambil tersenyum
'Melihat dari keadaan yang seperti ini dan kemampuan mereka, aku rasa tidak ada salahnya jika aku memberikan mereka berdua kesempatan, Reina juga tidak ingin menjadi ratu kerajaan jadi aku rasa ini juga tidak buruk,' ucap Dalbert didalam hati sambil menatap Blake dan Derick
"Baiklah, jika itu keinginan kalian berdua aku akan memberikan kalian berdua kesempatan untuk berada disini Reina dengan satu syarat kalian tidak boleh menggunakan kekerasan terhadap adikku apalagi menyakiti perasaan semua keputusannya adalah tetap," ucap Dalbert sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya
'INI SUDAH BEBERAPA HARI SEJAK PERKATAANKU DAN DIA BENAR-BENAR MELAKUKANNYA UNTUK DEKAT DENGAN REINA,' teriak Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Reina, apa kamu yakin kamu akan pergi dengannya?" tanya sang ibu dengan tatapan khawatir
"Iya Bu, bagaimanapun dia adalah ketua dewan kesiswaan, dia baik dan perhatian kepada semua orang jadi aku berharap bisa dekat dengan Duke Derick lebih dekat dan aku harap bisa menjadi teman yang baik," ucap Reina sambil tersenyum dengan polos
'Reina, karena kamu terlalu positif seperti inilah kakak jadi tidak suka menyerahkan dirimu kepada siapapun,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan suram
"Hah... baiklah kalau begitu sekarang kita semua harus menyambut Duke Derick di ruang tamu, sangat tidak sopan jika kita makan di sini lama-lama, dan Reina jangan pulang terlalu larut ingat kamu adalah seorang perempuan," ucap sang ayah dengan tatapan tidak tega membiarkan putrinya satu-satunya pergi dengan laki-laki lain.
"Ayah, tenang saja aku pasti bisa menjaga diriku dengan baik," ucap Reina sambil tersenyum tipis
Di ruang tamu...
'Dalbert, mengizinkan aku untuk menjadikan adiknya istriku dan dia juga tidak bisa menarik perkataannya karena ini sudah beberapa hari dari perkataannya,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menyeringai
'Ini merupakan kesempatan bagi diriku karena Reina adalah orang yang sangat tidak terduga ternyata, padahal sewaktu kecil dia takut melihatku sekarang sudah bisa berbicara denganku dan perkataannya saat di sidang itu membuatku merasa sangat kagum,' ucapnya lagi di dalam hatinya
"Tok... tok... tok..." bunyi ketukan pintu terdengar dari luar ruangan kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
'Ah... mereka sudah selesai sarapan ternyata,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap pintu ruangan itu
__ADS_1
"Tuan Duke Derick maafkan saya membuat anda menunggu lama, saya baru menyelesaikan sarapan bersama keluarga saya," ucap Tuan Marques sambil memberikan hormat kepada bangsawan yang memiliki pangkat lebih tinggi darinya
"Tidak apa-apa, lagi pula aku rasa aku datang terlalu awal sehingga mengganggu sarapan pagi keluarga anda," ucap Derick sambil tersenyum
"Kalau begitu tuan Duke saya ingin bertanya ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya tuan Marques dengan tatapan penasaran
"Begini, aku kemari karena ingin menjemput nona Halmiton," ucap Derick sambil tersenyum tanpa rasa bersalah
"Tapi tuan Duke Derick tidak ada satupun surat resmi yang sampai ke kediaman Marquees, jadi kami tidak tau anda menjemputnya tiba-tiba seperti ini sangat tidak sopan," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dengan isyarat
"lebih baik kamu pulang ke mansionmu, dan jangan datang lagi,"
'Oh... begitu cara mainmu Dalbert, aku sudah menduganya sih, tapi kamu tidak bisa melakukan apapunkan karena kamu sendiri yang mengatakan bahwa aku boleh mendapatkan perasaan Reina,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menyeringai
"Humm... tapi saya yakin surat saya sampai ke kediamannya Marques dan juga suratnya langsung di terima oleh nona Halmiton," ucap Derick sambil menatap Reina
"Ah... suaranya ada kok ayah, kakak, dan suratnya langsung sampai tadi pagi-pagi sekali oleh karena itu aku bersiap," ucap Reina sambil menunjukan surat yang di berikan
'Reina, kenapa kamu tidak bisa bekerja sama dengan keluargamu dalam menggulingkan Duke ini,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan terluka karena tertusuk dengan perkataan adik perempuannya sendiri
"Akulah pemenangnya,"Gumam Derick sambil menyeringai ke arah Dalbert
'Derick, tunggulah pembalasan dariku nanti,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil berusaha menahan emosinya yang meluap-luap
"Jadi, tuan Marques izinkan aku mengajak nona Reina untuk pergi ke alun-alun kota, aku tidak terlalu banyak tau soal buku tapi aku dengar nona Halmiton sangat suka dengan buku dan sangat mengetahui apa saja buku yang bagus untuk di jadikan bacaan," ucap Derick sambil tersenyum kemenangan
'Walaupun kamu atasanku dalam NHBNTA tetapi kamu tidak bisa mengalahkan kepolosan adik perempuanmu, Dalbert, dan kemenangan ini milikku,' ucap Derick di dalam hatinya
Karena, Marques Halmiton dan Dalbert tidak bisa mencari-cari kesalahan dari Dalbert maka mereka memutuskan untuk menyetujui dengan perasaan berat hati.
"Baiklah, aku serahkan putriku hari ini kepada anda tuan Duke Derick jika sesuatu yang buruk terjadi dengan Reina, saya tidak akan segan-segan untuk memulai perang antar wilayah," ucap tuan Marques dengan tatapan tajam
"Tenang saja, saya pasti akan membawanya kembali dengan selamat," ucap Derick sambil tersenyum kecil
__ADS_1
"Nona Halmiton, bagaimana kalau sekarang kita berangkat?" tanya Derick sambil mengulurkan tangannya
tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, "tok... tok... tok..."
"Saya membawakan teh untuk anda Duke Derick," ucap nyonya Marques dengan tatapan hangat dan ramah
'Kenapa suasananya seperti ini ya?' tanya nyonya Marques di dalam hatinya sambil menatap kejadian yang tidak terduga untuk dirinya
"Maafkan aku nyonya Marques, bukannya aku mau menolak teh anda tetapi saya baru saja ingin pergi bersama putri anda," ucap Duke Derick sambil memberikan hormat
Sang ibu yang mendengarkan perkataan Dalbert sangat terkejut.
'Apa jangan-jangan Duke Derick menyukai Reina sampai di ajak keluar rumah,' ucap nyonya Marques di dalam hatinya dengan perasaan senang
'Aku tidak masalah jika suami Reina adalah Duke Derick, dia terlihat sangat memperhatikan Reina dan sopan terlebih lagi dia sangat tampan,' ucap nyonya Marques di dalam hatinya sambil menatap Duke Derick dengan tatapan senang
"Tidak masalah, hohoh... aku sangat tau anak muda jaman sekarang pastinya ingin menikmati waktu bersama bukan?" ucap nyonya Marques sambil tertawa kecil
"Ibu, apa yang ibu bicarakan?" yang Reina dengan tatapan dingin
"Tidak apa-apa, Reina" ucap sang ibu sambil tersenyum
'Kenapa senyum ibu sangat mencurigakan?' ucap Reina di dalam hatinya
"Kalau begitu kami pergi dulu," ucap Duke Derick sambil mengulurkan tangannya kemudian di sambut oleh tangan Reina dengan menerima uluran tangannya
"Tuan Duke Derick, terima kasih telah mau mengajakku keluar, aku bahkan tidak tau harus melakukan apa di hari libur pertamaku," ucap Reina sambil tersenyum
"Kalau begitu aku akan mengajakmu pergi ke beberapa tempat yang tidak pernah kamu kunjungi bagaimana?" tanya Derick sambil tersenyum
"Eh benarkah? aku akan sangat menantikannya," ucap Reina dengan tatapan berbinar-binar
'Dia kenapa terlihat begitu lucu, aku bisa gila,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Reina
__ADS_1
Kenapa Derick mengatakan dia bisa gila? Kemanakah kira-kira mereka akan pergi? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA