Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 152 Nona Halmiton, tolong ikuti aku


__ADS_3

"Terima kasih atas sarannya Tuan Halmiton, oleh karena itu aku dimasukkan ke dalam akademi untuk belajar lebih baik untuk masa depan kekaisaran ini," ucap Albern sambil tersenyum


"Ada yang ingin saya katakan, apa boleh saya menyatakannya?" ucap Reina secara tiba-tiba di tengah pertengkaran kata-kata bijak mereka berdua


"Tentu saja boleh, apa yang ingin kamu katakan itu nona Halmiton?" ucap sang raja sambil tersenyum


"Jadi, pertama-tama aku ingin meminta maaf karena telah menyela pembicaraan kakak dan yang mulia putra mahkota,"


"Kemudian, aku ingin mengatakan kalau masalah pembatalan pertunangan ini, aku sama sekali tidak mempermasalahkannya apalagi meminta kompensasi atas kerugian itu,"


"Tapi aku berharap yang mulia raja dan yang mulia putra mahkota mengatakan kepada rakyat kalau akulah yang melakukan pembatalan pertunangan ini karena kami berdua sudah memutuskan jalan masing-masing sejak di terima ke dalam akademi,"


"Kemudian yang aku inginkan pastikan hal ini tidak membuat nama baik keluarga Halmiton menjadi buruk karena masalah pembatalan pertunangan ini, itu saja yang ingin aku katakan mengenai pembatalan pertunangan ini,"


"Kakak juga setuju kan dengan yang aku katakan barusan?" ucap Reina dengan tatapan serius ke arah kakaknya


'Dia bisa-bisanya berpikir untuk tidak meminta kompensasi apapun kepada pertunangan yang di batalkan olehku secara mendadak tetapi dia malah meminta hal kecil untuk nama baik, dia dan keluarganya,'


'Memang aku merasa kalau pembatalan pertunangan ini sangat merugikan perasaanku kepadanya tapi aku di kehidupan kali ini tidak akan membuat Reina menangis dan mengalami penderitaan karena aku,'


'Sudah cukup dengan perbuatan di masa lalu yang aku lakukan merugikan dirinya, sekarang giliran diriku yang merasakan sakitnya dan biarkan dia tersenyum bahagia,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan mata yang penuh perasaan tulus dan senyuman pahit


'Kenapa Reina terlalu baik dengan orang yang memiliki harta kekaisaran yang tidak terhingga,'


'Hah... wajar saja sih dia tidak mengenal buruknya dunia bawah para darah biru dengan baik, tapi lebih baik seperti itu,' ucap Dalbert di dam hatinya sambil menatap adik perempuannya kemudian menganggukkan kepalanya


"Kakak, apa kamu mendengarkan ucapan yang aku katakan barusan?" ucap Reina dengan tatapan kesal karena kakaknya yang melamun setelah mendengarkan ucapan adik perempuannya


"Emmm, kakak tentu saja mengerti,"


"Untuk yang kamu katakan barusan kakak setuju saja jika menurutmu itu adalah yang terbaik," ucap Dalbert sambil tersenyum dengan lembut ke arah adiknya


"Baiklah, karena kakak telah mengatakannya maka tolong lakukan sesuai yang di katakan yang mulia raja," ucap Reina dengan senyuman yang lembut

__ADS_1


"Tentu saja akan aku lakukan, karena ini adalah permintaan dari keluarga Halmiton yang menginginkannya," ucap sang raja dengan tawa yang kaku


Setelah percakapan yang ringan dan penandatanganan surat pembatalan pertunangan antara kedua belah pihak, Dalbert memutuskan untuk pulang lebih dulu karena masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan, dia yang ingin membawa adik perempuannya untuk ikut pulang ke mansion namun tidak memiliki alasan apapun.


"Reina, kakak tidak bisa membawamu pulang karena kamu masih seorang yang belum masuk ke dalam usia bekerja di dalam mansion atau pekerjaan para bangsawan, jadi kakak tinggalkan ya,"


"Setidaknya kamu harus bertahan sampai Yang mulia raja pergi rapat, tapi kamu tidak perlu khawatirkan apapun karena dia akan dengan cepat pergi rapat," ucap Dalbert menggunakan sihir telepati kepada Reina


"Kakak, bagiamana kakak bisa berbicara melalui kepalaku?" ucap Reina melalui sihir yang di salurkan oleh Dalbert dengan tatapan kebingungan


"Ini adalah telepati, dan cara melakukan ini adalah rahasia lagi pula kamu sihir dasar saja belum mahir bagaimana mau melakukan telepati,"


"Kakak harap kamu menemani ayah dan anak ini, karena kakak tidak bisa membawamu," ucap Dalbert melalui sihir yang saling terhubung itu dengan seringai yang penuh seringai


"Baiklah, akan aku lakukan," ucap Reina dengan tatapan yang suram ke arah kakaknya melalui telepati


"Yang mulia raja, saya ingin pulang terlebih dahulu karena ada masalah yang harus aku selesaikan di mansion dan aku baru mengingatnya, karena juga semua masalah mengenai pertunangan ini telah selesai maka aku akan pulang dulu dan adikku akan berada di sini,"


'Sabar,'


'Mau seperti apa pun juga dia adalah kakakku yang memberikan kesejahteraan hidupku nantinya, jadi demi kehidupan yang tenang akan aku lakukan sesuai yang dia inginkan, nantinya di akademi baru melakukan sesuka hatiku,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berusaha menghibur dirinya


Reina yang tidak memiliki pekerjaan apapun tidak bisa memberikan alasan dan memutuskan untuk menemani pembicaraan antara ayah dan anak itu dengan perasaan yang sedikit terbebani.


"Iya aku akan berada di sini, karena tidak mungkin aku yang di undang datang ke acara teh pulang terlebih dahulu sebelum yang mengundang acara mengatakan kalau acaranya selesai," ucap Reina sambil tersenyum yang profesional


"Baiklah, kamu boleh pulang dulu tuan Halmiton,"


"Terima kasih telah datang ke pesta teh kecil yang aku adakan ini," ucap sang raja sambil tersenyum


"Tentu saja yang mulia, ini adalah suatu kehormatan untuk diriku bisa datang ke pesta teh yang menyenangkan ini, dan aku harap aku bisa lebih lama di sini tapi aku masih memiliki pekerjaan jadinya aku tidak bisa lebih lama di sini,"


"Sekali lagi saya sangat berterima kasih dan saya pergi dulu yang mulia,"

__ADS_1


"Semoga hari anda diberkati dan diberikan kelancaran," ucap Dalbert sambil memberikan hormatnya kemudian pergi dari taman dengan hamparan bunga yang luas


Setelah Dalbert pergi, pembicaraan mengenai kehidupan sehari-hari keluarga mereka dibahas oleh ayah dan anak ini sedangkan Reina hanya mengangguk iya atau tersenyum saja hingga matahari sudah terlihat di atas kepala mereka.


"Yang mulia raja, sudah waktunya untuk pergi ke rapat negara selanjutnya," ucap seorang penjaga yang datang ke acara minum teh tersebut


"Baiklah, aku rasa sepertinya perjamuan tehnya akan berakhir sekarang, aku tidak menyangka kalau waktu akan terasa sangat singkat," ucap sang raja sambil tersenyum puas dengan acara yang diadakannya


"Terima kasih atas undangan pesta teh yang menyenangkan ini yang mulia raja, suatu kehormatan untuk saya bisa datang ke sini," ucap Reina dengan senyuman yang profesional


'Akhirnya aku bisa pulang ke mansion dengan tenang,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang berbunga-bunga


"Hahahaha..."


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu,"


"Putra mahkota bisakah kamu mengantarkan nona Halmiton sampai ke kereta kudanya?" ucap sang raja dengan tatapan tajam


"Tentu saja yang mulia raja, serahkan kepada saya," ucap Albern sambil tersenyum dan memberikan hormat


"Nona Halmiton, tolong ikuti aku,"


"Aku akan mengantarmu ke kereta kuda," ucap Albern sambil tersenyum dan menoleh ke arah Reina


'Ini mungkin saja terakhir kalinya aku bertemu dengannya, nanti pada saat di akademi dia akan memilih jalan yang berbeda denganku," ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan pahit


"Terima kasih yang mulia putra mahkota," ucap Reina sambil berjalan mengikuti langkah kaki Albern dari belakang kemudian terhenti


"Nona Halmiton, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" ucap Albern dengan langkah terhenti menoleh ke arah belakang untuk menatap sosok gadis yang dibelakangnya


Apakah yang akan ditanyakan oleh Albern? Apakah yang akan terjadi setelah mereka memutuskan pertunangan itu? Mungkinkah Reina dan Albern bisa bersama?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2