
"Tepatnya ada di dekat mansion kecil tidak jauh dari Akademi ini tapi tempat itu telah diberikan sihir supaya tidak terlihat oleh orang-orang,"
"Letaknya ada di selatan akademi ini untuk mengetahuinya kalian hanya tinggal meminta tuntunan kepada kunci itu maka dia akan membawa kalian berdua langsung ke lokasi itu,"
"Aku harap kalian berdua bisa pergi dan pulang dengan selamat,"
"Karena lawan kalian bukanlah para pembunuh bayaran,"
"Itu saja yang bisa aku beri tau untuk yang lainnya, aku tidak bisa mengatakannya," ucap Asmodeus dengan tatapan serius dan dingin
"Kami mengerti, terima kasih karena ingin membantu kami walaupun sedikit informasi yang diberikan," ucap Albern sambil menganggukkan kepalanya
'Aku harus pergi dari ruangan ini sebelum aku mengatakan hal yang tidak seharusnya aku katakan,' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan keringat dingin
"Kalah begitu aku pergi dulu karena masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Asmodeus kemudian berjalan keluar pintu dengan cepat
"Karena kita telah mengetahui yang akan kita lakukan selanjutnya, kita akan berangkat sekarang," ucap Albern sambil beranjak dari tempat tidurnya
"Hah..."
"Bukankah kamu terlalu terburu-buru Albern?" ucap James dengan tatapan khawatir
"Tidak karena aku merasa kalau kita tidak akan datang saat ini maka dia akan menganggap kita tidak memiliki kemampuan," ucap Albern sambil berjalan ke arah pintu melewati James
"Baiklah," ucap James sambil mengangguk setuju dengan pasrah
Setelah mereka berjalan menyusuri hutan akademi yang dikatakan oleh Asmodeus sampailah mereka di tempat yang menurut mereka itu adalah tempat yang sangat aneh. Hingga Albern memasukkan kunci yang dia dapatkan sebelumnya ke arah hutan itu dan tiba-tiba memunculkan sebuah pintu ruang waktu yang sangat aneh...
"Aku rasa kita harus masuk melalui pintu ini," ucap Albern sambil menatap pintu di depannya dan kemudian berjalan masuk ke pintu itu
"Ini adalah sihir yang rumit bagaimana bisa orang-orang NHBNTA menciptakan yang seperti ini," Gumam James yang mengikuti dari arah belakang hingga membuat keduanya sampai di sebuah tempat yang hampir tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
__ADS_1
Sebuah mansion dengan cuaca malam yang gelap dan suasana yang mencekam...
"Akhirnya kalian datang ke sini,"
"Aku pikir kalian tidak akan datang ke sini karena takut setelah terluka," ucap seorang perempuan yang berdiri di atas atap mansion dengan tatapan tidak senang
"Yuri, kamu seharusnya mengucapkan selamat datang kepada mereka karena mereka telah berusaha datang ke sini dengan susah payah," ucap laki-laki yang berada di sebelahnya dengan angkuh dan tatapan merendahkan
'Mereka berdua terlihat tidak asing,'
'Aku yakin pernah melihat mereka berdua sebelumnya,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap kedua orang yang berada di atas atap
"Aku yakin kalian sudah mengetahui tempat yang susah di cari ini dari seseorang, karena ini tempat yang sangat susah untuk ditemukan, ini sedikit melanggar peraturan tapi tidak apa-apa yang kami uji adalah kelayakan kalian dengan kemampuan jadi akan kami anggap itu tidak pernah terjadi,"
"Tapi sebelum memulai tes ini kami akan memperkenalkan diri sebagai bentuk sopan santun kami," ucap Yuri sambil menyeringai
"chain of death," ucap keduanya yang kemudian permukaan lantai ruangan aula berubah menjadi ruangan yang penuh dengan darah dan mereka menari di atas darah-darah itu yang memunculkan tengkorak-tengkorak yang membawa rantai.
"Kami berdua salah satu dari honorable national treasures menduduki kursi ke enam namaku adalah Absyara dan Absyuri,"
"Aku harap kami berdua bisa membuat penyambutan yang tidak terlupakan," ucap perempuan dan laki-laki itu dengan tatapan yang haus darah
'Ah... aku ingat sekarang mereka adalah orang yang ada di masa lalu temannya Reina dan mereka adalah bawahan Dalbert tapi ini pertama kalinya, aku melawan mereka secara langsung,'
'Kemampuan mereka berdua di masa lalu sangat luar biasa,' ucap Albern di dalam hatinya dengan keringat dingin
"Jadi karena hari ini kalian adalah tamu kami maka kami akan menyambut kalian dengan acara minum teh yang sangat megah," ucap Absyara sambil menjentikkan jarinya seketika membuat mansion yang ada di depannya tiba-tiba berubah menjadi sebuah taman yang begitu luas dan megah namun dengan malam yang gelap hanya dengan cahaya-cahaya dari para tengkorak itu
"Silahkan duduk di kursi yang tersedia, tenang saja kami tidak mungkin meracuni kalian karena itu dilarang oleh ketua pemimpin," ucap Absyuri dengan tatapan yang sangat ceria
'Walaupun mereka menyambut seperti orang-orang hangat pada umumnya entah kenapa aku masih merasa ada yang janggal dengan acara pesta teh yang mereka berikan,'
__ADS_1
'Aku harus tetap waspada terhadap apapun yang terjadi,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Kamu yang berkacamata kenapa terlihat tegang?" ucap Absyuri dengan tatapan yang lembut
"Aku terkejut karena sebelumnya tidak ada orang yang mengajakku ke pesta teh jadinya aku tidak tau harus berbuat apa," ucap James dengan senyuman kaku
"Silahkan diminum tehnya, jangan malu-malu untuk meminta tambahan teh," ucap Absyara sambil memberikan isyarat memperbolehkan mereka untuk minum
"Baiklah, akan kami minum," ucap Albern dengan senyuman yang dingin dan mengangkat cangkir teh yang telah dituangkan teh
'Kenapa teh ini rasanya seperti darah?' ucap Albern dan James di dalam hatinya dengan tatapan terkejut kemudian menyemburkan teh yang mereka minum
"Kenapa kalian berdua menyemburkan teh yang telah di buat oleh para tengkorak kami?" ucap Absyuri dengan tatapan yang sedih
"Kalian tau itu adalah perbuatan tidak sopan untuk dilakukan bahkan kalian para bangsawan harusnya tau fakta itu," ucap Absyara dengan mengerutkan keningnya
"Kami tidak bermaksud untuk menyemburkan teh atau tidak menghargai teh yang dibuat hanya saja kami terkejut dengan teh yang di sajikan,"
"Karena rasanya sangat unik," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Oh... Benarkah?"
"Sudah aku duga kalian pasti akan menyukai teh yang dibuat," ucap Absyuri dengan senyuman yang lembut
"Kalau begitu, tambahkan teh yang mereka minum barusan ke cangkirnya," perintah Absyara dengan tatapan dingin dan menjentikkan jarinya
Dituangkan lagi teh dengan rasa seperti darah itu ke cangkir teh mereka lagi.
'Mereka menyajikan teh yang sama lagi,'
'Kalau kami pura-pura meminum atau malah melakukan hal yang sama mungkin mereka akan curiga dan malah melakukan hal yang lebih mengerikan,' ucap James di dalam hatinya sambil memegang cangkir teh itu
__ADS_1
Apakah mereka akan meminum teh itu? Apakah yang akan terjadi jika mereka berdua tidak meminum teh yang diberikan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?