Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 174 orang yang berteman denganmu pasti sangat beruntung


__ADS_3

"Ah iya karena kalian berdua saling mengenal bagaimana kalau kita makan bersama," ucap Reina dengan tatapan berbinar-binar


"Tentu sa-"


'Albern menatap begitu menyeramkan, untung aku sudah menutup mulut perempuan yang tidak memiliki perasaan yang peka ini,' ucap Shun di dalam hatinya dengan perasaan merinding


"Tidak kami tidak bisa makan bersama, maafkan kami,"


"Dan kami juga baru ingat kalau masih ada pekerjaan di ruangan dewan kesiswaan,"


"Kami pergi dulu," ucap Shun sambil menghormat maaf kemudian pergi menyeret Yuria dengan cepat


'Aku tau kalau Albern masih memiliki perasaan untuk perempuan itu hingga mereka masih bisa bersama sekarang,' ucap Shun di dalam hatinya dengan perasaan lega karena telah mengambil langkah yang baik


"Ah, sayang sekali,"


"Aku pikir aku bisa mendapatkan teman baru juga di sini karena dia adalah teman Albern," Gumam Reina dengan tatapan kecewa


"Reina, mereka orang yang sibuk, jadi aku rasa kita tidak bisa mengajak mereka berdua makan bersama hari ini,"


"Dan kamu yang mengajaknya untuk makan bersama secara mendadak itu mungkin saja membuat mereka harus berat hati untuk menolaknya jadi lain kali jika kamu ingin makan bersama dengan mereka akan aku bantu untuk buatkan janji bagaimana?" ucap Albern dengan tatapan yang sedih


"Baiklah, terima kasih Albern," ucap Reina sambil tersenyum


"Reina, bagaimana kelasmu hari ini? Apa menyenangkan?" ucap Albern dengan tatapan penasaran


"Humm... kalau itu ya,"


"Kakak ternyata mengajar di akademi ini, aku tidak akan bisa menikmati waktu masa mudaku di akademi kalau begini," keluh Reina dengan tatapan yang sedih


"Maksudmu Dalbert Halmiton?" ucap Albern dengan tatapan pura-pura terkejut


'Dia memang orang yang sangat khawatir dengan adik perempuannya sampai dia harus datang ke akademi sebelum kembali ke masa lalu aku pun bisa merasakannya kalau dia orang yang berlebihan kalau tentang adik perempuannya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan yang pasrah


"Tentu saja dia, memang kakakku ada berapa?" ucap Reina dengan tatapan kesal


"Aku hanya bercanda, Reina aku dengar kamu menolak untuk bergabung dengan dewan kesiswaan,"


"Apa kamu serius tidak ingin bergabung?" ucap Albern dengan tatapan serius


"Iya, karena aku ingin menghabiskan waktuku untuk kegiatan yang kurang penting," ucap Reina dengan tatapan kebingungan

__ADS_1


'Ditambah lagi aku sudah memutuskan pertunangan buat apa aku bergabung dari awal ini takdirku sudah berubah jauh jadi aku tidak mungkin melakukannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan hati yang senang


"Kamu serius? aku dengar bagi siswa yang tidak mengikuti dewan kesiswaan harus mengikuti kegiatan club,"


"Kalau tidak, kamu tidak akan mendapatkan nilai yang bagus untuk kenaikan kelasmu," ucap Albern sambil tersenyum


"Apa kamu tidak bercanda Albern?" ucap Reina dengan senyuman dingin


"Tentu saja, apakah aku terlihat bercanda?" ucap Albern sambil tersenyum


'Sekarang kematian terlewatkan, nama keluarga tercoreng kalau nama keluarga tercoreng bisa-bisa aku di usir dari mansion tanpa menikmati kehidupan mewah,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan penyesalan


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" gumam Reina dengan kepala tertunduk


'Dia memang sangat lucu dari mukanya muncul berbagai ekspresi,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum tipis


"Tenang saja, nanti aku akan membantumu bergabung dengan dewan kesiswaan," ucap Albern sambil tersenyum


"Terima kasih Albern, kamu banyak membantuku,"


"Tanpa seorang teman seperti dirimu mungkin aku akan mendapatkan nilai yang buruk,"


"Semua orang yang berteman denganmu pasti sangat beruntung nantinya," ucap Reina sambil tersenyum tanpa dosa


'Entah kenapa rasanya aku baru saja di tusuk oleh sesuatu,'


'Atau aku mungkin di racuni seseorang dan racunnya baru berefek sekarang,' ucap Albern di dalam hatinya dengan senyuman pahit dan langkah terhenti


"Albern, kenapa kamu terdiam? apakah kamu sedang sakit?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Tidak, aku tidak apa-apa," ucap  Albern dengan senyuman yang pahit


"Kamu serius baik-baik saja?"


"Tanganmu meneteskan darah,"


"Aku bantu ke ruangan perawatan ya?" ucap Reina dengan tatapan khawatir


"Aku benar-benar tidak apa-apa, ini hanya luka kecil lama-lama juga sembuh,"


"Dan juga Reina kamu bisa ketinggalan pelajaran selanjutnya," ucap Albern dengan tatapan yang tenang

__ADS_1


"Tidak masalah, kita adalah seorang teman dan teman harus saling membantu saat kesusahan dan sekarang kamu terluka,"


"Kamu tidak boleh menolak bantuanku," ucap Reina dengan tatapan kesal dan menarik tangannya yang tidak terluka untuk ke ruangan perawatan


'Walaupun aku masih mendengarkan kata teman tapi aku rasa ini tidak buruk jika di perhatikan oleh dirinya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Tok... tok... tok..."


"Siapa yang datang ke ruangan ini di saat aku ingin beres-beres pergi ke kelas,"


"Sejak pagi aku menjaga ruangan ini tidak seorang pun datang ke ruangan ini dan ketika aku ingin beres-beres dan pergi ke kelas ada pasien yang datang," gumam laki-laki yang berada di dalam ruangan itu dengan perasaan yang kesal sambil berjalan ke arah pintu


"Maaf sekarang ruangan perawatan sedang tidak menerima pasien kalau terluka atau terjadi sesuatu yang serius silakan cari orang yang menjaga ruangan perawatan selanjutnya," ucap laki-laki itu dengan tatapan tegas sambil membuka pintu ruangan


"Eh begitu ya, maaf mengganggu Blake," ucap Reina dengan tatapan sedih


'Suara tidak asing ini...'


"Reina, ternyata kamu,"


"Maafkan aku, aku pikir kamu adalah temanku yang sering ke ruangan perawatan untuk bolos jam pelajaran jadi aku memberikan alasan,"


"Jadi apakah kamu terluka?" ucap Blake dengan senyuman kaku


"Blake, aku tidak tau kamu adalah siswa yang rajin hingga menjadi penanggung jawab ruangan perawatan," ucap Albern sambil tersenyum dingin


'Dia masih saja selalu tersenyum di hadapan Reina, ini sedikit menyebalkan,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan tajam


'Kenapa dia yang harus ikut ke ruangan perawatan dan ditambah lagi sepertinya dia adalah orang yang terluka,'


'Aku pikir aku bisa berduaan di ruangan ini bersama Reina hingga nantinya dia memiliki perasaan denganku,' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan tajam ke arah luka yang ada di tangan Albern


"Tentu saja kakak, ini karena aku selalu rajin belajar jadi aku ikut ke dalam club kedokteran yang di bimbing oleh guru penjaga ruangan perawatan," ucap Blake dengan senyuman kakunya


"Jika kalian berdua saling mengenal, bisakah sekarang kita masuk dan mengobati luka ini dulu,"


"Karena aku takut kalau luka ini nantinya membuatnya kehabisan darah," ucap Reina dengan senyuman dingin


"Kalau begitu masuklah,"


"Aku akan memeriksa lukanya," ucap Blake dengan senyuman kakunya dan tangan yang mengepal kesal

__ADS_1


Apakah selanjutnya akan terjadi perang saudara? Apakah luka Albern bisa di obati dengan cepat? Apakah perasaannya yang terluka membuat dia sakit atau memang karena seseorang menjebaknya? Apakah kisah perkembangan cinta mereka bisa membawa mereka ke pernikahan?


REINKARNASI REINA


__ADS_2