Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 135 mari kita lihat apakah aku akan mati di sini atau tidak?


__ADS_3

"Perdana menteri Lonia, apa maksudnya membawa semua pasukan kesatria ini?" ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam


"Oh... yang mulia putra mahkota saya tentu saja ingin memberikan hadiah yang indah untuk anda, oleh karena itu aku membawa semua pasukan ke sini," ucap sang perdana menteri dengan senyuman yang licik


"Bukankah kamu bisa memberikan hadiah setelah penobatan yang mulia putra mahkota?" tanya James sambil menaikkan kacamatanya itu dengan tatapan dingin


"Oh... tentu saja tidak bisa dilakukan, karena hadiah ini harus langsung aku berikan ke putra mahkota," ucap sang perdana menteri sambil berjalan ke arah putra mahkota


"Berhenti, jika tuan perdana menteri ingin memberikan berikan padaku dulu, karena sekarang adalah proses pembacaan sumpah dan pemberian makhota," ucap seorang jendral yang berada di samping James menghalangi sang perdana menteri


"Baiklah kalau begitu aku akan memberikannya kepadamu," ucap sang perdana menteri dengan seringainya


"Srakk..." suara pedang yang menebas leher


"KAMU!! TANGKAP PENGKHIANAT INI!!" ucap James dengan tatapan terkejut langsung memasang sihir pelindung ke Albern dan memberikan perintah ke seluruh penjaga yang berada di aula


"Puff..."


"HAHAHA..."


"Menurutmu para penjaga di aula ini akan mendengarkan dirimu?"


"Lucu sekali,"


"Semua penjaga yang berada di istana sekarang adalah pasukan pemberontakan yang aku pimpin langsung, dan Albern seharusnya itu adalah takhta milik aku,"

__ADS_1


"Dan jika kamu ingin mati dengan tenang dan menyerahkan takhtamu, aku dengan senang hati tidak akan membuat orang-orang di aula ini mati," ucap sang perdana menteri dengan tatapan yang penuh kemenangan


"Tuan Lonia, saya ingin memberi tau anda kalau ada orang di luar yang telah menghancurkan Dua belas ribu pasukan kita di luar istana," ucap seorang laki-laki yang merupakan anak buahnya dengan tatapan ketakutan


"BAGAIMANA BISA?!!" teriak sang pemimpin itu dengan tatapan tidak percaya karena bagaimana mungkin ada orang yang bisa mengalahkan jumlah pasukan yang begitu besar,"


"Kalian semua jaga bangsawan yang ada di sini, aku akan memeriksa apa yang terjadi diluar istana," ucap sang perdana menteri dengan tatapan tajam


"Baron Eldson tangani semua orang yang ada di ruangan ini jangan sampai ada dari mereka yang keluar dari ruangan ini," ucap perdana menteri dengan dingin sambil berjalan keluar ruangan aula


"Tentu saja tuan,"


"Elena, awasi putra mahkota kerajaan yang ada di sebelahku jangan sampai dia melakukan hal yang aneh-aneh," ucap Baron Eldson dengan senyuman yang mengatakan kalau dia adalah orang yang berkuasa di sana


"Aku sudah mengatakan ini puluhan kali sampai ratusan kali kepadamu kan Albern,"


"Jadi jangan salahkan aku kalau ini tidak aku ingatkan," ucap James dengan tatapan pasrah karena tidak bisa bergerak sedangkan Albern hanya diam tidak bersuara


"Reina, kamu tetap di sini ya," ucap Dalbert sambil menatap khawatir adiknya karena ini semua di luar yang dia prediksi


"Kakak, tapi kakak..." ucap Reina sambil menarik lengan tangan kakaknya dengan tatapan khawatir


"Reina, kamu tenang saja, kakak akan menyelesaikan masalah ini," ucap Dalbert dengan tatapan penuh perhatian ke adik perempuannya


"Baiklah, aku akan berada di sini dan melihatnya," ucap Reina dengan kepala tertunduk dan perasaan khawatir namun apa boleh buat tidak banyak yang bisa dia lakukan di kondisinya yang sekarang

__ADS_1


"Humm... aku tidak ada hubungannya dengan keluarga kekaisaran karena aku adalah duta dari timur tengah kenapa aku harus terlibat dalam sini, jadi aku ingin pulang ke negaraku," ucap seorang laki-laki yang memulai untuk memecahkan keheningan dalam ruangan yang tegang itu sambil berjalan dengan suara dari gelang kakinya yang membuat semua orang menatap dirinya


"Wah... wah... yang mulia Zahryia anda tidak bisa pergi seenaknya walaupun anda adalah tamu kehormatan,"


"Anda adalah tahanan selama berada di sini, jangan coba-coba untuk melepaskan diri, aku disini memiliki pasukan yang cukup untuk membuat dirimu terbunuh," ucap Baron Eldson dengan tatapan merendahkan


"Hee... menarik,"


"Kalau begitu mari kita lihat apakah aku akan mati di sini atau tidak?" ucap Dezria sambil tersenyum dengan tatapan yang haus darah sambil menjentikkan jarinya


"kerberos, semua orang yang memakai pakaian berlapis baja ini adalah makananmu,"


"Makanlah sampai dirimu kenyang," ucap Dezria dengan tatapan dinginnya sambil mengelus monster kepala tiga di sampingnya semua orang yang melihat itu terkejut dan ingin berteriak namun mereka tidak bisa melakukannya karena mereka takut kalau mereka adalah makanan selanjutnya.


"KAMU... KAMU..."


"TERNYATA PENYEMBAH SIHIR HITAM, ORANG SEPERTI DIRIMU HARUS DI MUSNAHKAN DARI KEKAISARAN INI," ucap Baron Eldson yang melihat dengan tatapan yang ketakutan


"Coba saja, kamu lakukan aku menantikannya," ucap Dezria dengan tatapan yang begitu tajam ke arah Baron Eldson sedangkan monster kepala tiga itu memakan semua orang yang berlapis baja itu dengan santai


"Yang mulia Zahryia, saya lah yang akan membunuh anda atas pelanggaran anda terhadap dewa, dengan menggunakan sihir hitam," ucap Elena sambil berjalan ke hadapan kerberos itu seolah-olah dia yakin akan memenangkan pertarungan ini


Apakah Elena akan memenangkan pertarungan ini? Apakah pemberontakan ini berhasil di habisi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2