Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
episode 82


__ADS_3

Malam pesta pertunangan keluarga Agatha telah tiba...


"Nona, anda sangat cantik hari ini bahkan mungkin bisa melebihi bintang acara hari ini," ucap Olivia sambil mendadani nonanya


"Hah... Jangan, aku kesihan mereka yang ingin bertunangan malah jadi pertunanganku nanti," ucap Reina sambil menghela nafasnya


"Ahaha... Yang di katakan nona ada benarnya," ucap Olivia sambil tertawa kecil


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu dari luar kamar


"Reina, apa kamu sudah selesai?" tanya sang kakak sambil berjalan masuk ke dalam kamar


"Sebentar lagi kakak," ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu hari ini sangat cantik, bisa-bisa menjadi tokoh utama dalam pesta pertunangan keluarga Agatha," ucap Dalbert sambil menyeringai melihat penampilan adiknya


"Kakak, juga mengatakan hal sama ya," ucap Reina sambil menatap kakaknya melalui cermin


"Eh? Juga? Apa kamu juga mengatakan hal yang sama Olivia? sudah aku duga Olivia pelayan yang memiliki mata yang bagus," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Tentu saja tuan muda, saya yang mendadani nona pasti bisa menandingi bintang utama di pesta itu," ucap Oliva dengan tersenyum bangga


"Nona, sudah selesai," ucap Oliva sambil tersenyum menatap nonanya yang begitu cantik


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Biar kakak saja yang membuka pintunya," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah pintu


"Ada apa?" tanya Dalbert sambil membukakan pintu kamar


"Begini tuan muda, ada sebuah kereta dari kekaisaran yang datang ke mansion tuan," ucap seorang penjaga sambil memberikan hormat kepada Dalbert


"Kekaisaran? Antar dia ke ruang tamu dulu dan minta mereka untuk menunggu, ayah dan ibu sudah pergi lebih dulu ke pesta pertunangan keluarga Agatha," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


'Siapa yang datang ke mansion? dan dari istana kekaisaran? perasaan semua pekerjaan yang aku lakukan telah aku selesaikan sebelum hari ini, jadi siapa yang datang ke mansion?' ucap Dalbert di dalam hatinya


"Baik tuan muda," ucap seorang penjaga sambil memberikan hormat kemudian pergi berjalan


"Ada apa kakak?" tanya Reina sambil berjalan ke arah Dalbert

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, hanya katanya ada orang yang datang menggunakan kereta kekaisaran ke mansion kita," ucap Dalbert sambil menoleh ke arah adiknya


"Nona muda dan tuan muda sangat tampan dan cantik memang sangat cocok menjadi pasangan dalam pesta," ucap Olivia dengan mata yang berbinar-binar


"Terima kasih atas pujiannya Olivia," ucap Reina sambil tersenyum


"Kalau begitu kita keluar sekalian menanyakan orang yang datang ke kekaisaran," ucap Dalbert sambil mengeluarkan tangan


"Hum... baiklah kakak," ucap Reina sambil mengangguk dan menggapai tangan Dalbert


Di ruang tamu...


'Putra mahkota datang ke mari? Tuan muda bilang suruh dia menunggu di ruang tamu, tapi bukanlah putra mahkota adalah orang terhormat, sudah kuduga tuan muda memang tidak takut dengan siapapun,' ucap seorang penjaga dengan keringat dingin


'Reina, berarti ada di rumah syukurlah aku tidak telat menjemput dia,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Kret..." suara pintu terbuka


"Kakak tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk," ucap Reina dengan tatapan kesal


"Reina, ini ruang tamu keluargamu sendiri kenapa harus mengetuk pintu," ucap Dalbert sambil menatap kebingungan adiknya


"Jadi kita langsung masuk dan menyapanya," ucap Dalbert sambil masuk ke dalam ruangan dan melihat ke sekitar ruangan ternyata dia melihat sosok yang tidak asing datang ke mansion mereka


"Putra mahkota, ada apa anda sampai datang ke kediaman Marques Halmiton? dan bukankah anda juga di undang ke pesta pertunangan keluarga Agatha?" ucap Dalbert sambil menatap dingin ke arah Albern


"Aku kemari ingin menjemput partner aku ke pesta," ucap Albern sambil tersenyum dingin


Mendengar suara yang begitu familiar untuk Reina, Reina yang menunggu di dekat pintu langsung masuk untuk mengetahui siapa yang datang.


"Yang mulia Putra mahkota, saya memberikan hormat kepada anda," ucap Reina sambil memberikan hormat setelah dia melihat tamu yang datang.


'Bagaimana Reina bisa begitu manis dan cantik," ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan tercengang


"Kakak, kakak harus memberikan hormat kepada putra mahkota tidak sopan tau tidak memberikan hormat," bisik Reina dengan tatapan kesal dan marah ke arah kakaknya


"Tidak perlu Reina, toh dia belum jadi raja," bisik Dalbert dengan cuek


'Hah... kenapa aku memilih kakak seperti ini?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


"Partner? siapa yang mulia?" ucap Dalbert dengan tatapan kebingungan


"Bagiamana bisa tuan muda Marques tidak mengetahui siapa yang saya jemput tentu saja tunangan saya," ucap Albern sambil menyeringai


"Eh? tunangan? Tapi adikku tidak bilang apapun? Benarkan Reina?" ucap Dalbert sambil menoleh ke arah Reina


'Kakak, kenapa menatapku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan kebingungan


"Ah...? Itu... yang mulia Putra mahkota... saya tidak menerima surat tentang anda mengajak saya untuk menjadi partner, jadi saya mengajak kakak saya menjadi partner saya," ucap Reina sambil tersenyum kaku


'Hohoho... rasakan itu, kamu akan malu kan Albern, lebih baik pergi sendiri,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil tersenyum


"Anda sudah mendengarkannya kan yang mulia? lebih baik, anda pergi sendiri," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


"Aku mengerti dan aku memang tidak mengirimkan surat mengajakmu sebagai partnerku tapi aku pikir karena kita bertunangan aku pikir, untuk langsung datang menjemput dirimu langsung," ucap Albern sambil tersenyum dingin


'Kenapa rasanya suasananya dingin ya, apa mereka sedang perang dingin?' ucap Reina sambil menatap kedua orang di depannya


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita datang bertiga saja, tidak tertulis jika ke pesta dansa tidak boleh bertiga," ucap Reina sambil tersenyum


"Bagaimana?" ucap Reina sambil tersenyum


"Humm... itu ide yang lumayan bagus, Nona Reina," ucap Albern sambil tersenyum kecil


'Aku tidak menyangka Reina bisa mengajukan perkataan seperti itu,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum


"Tapi Reina, kereta kita tidak bisa bertiga satu kereta," ucap Dalbert sambil menyeringai


'Aku tidak Sudi satu kereta dengan dirimu dan apalagi menyuruh adikku satu kereta denganmu,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Humm... kalau begitu Albern kamu kesini menggunakan kereta kuda kan," ucap Reina sambil berpikir mengapa Albern


"Iya aku kesini menggunakan kereta kekaisaran," ucap Albern sambil menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu, Albern kamu pergi dengan keretaku sendiri ya, aku dan kakak harus satu kereta karena kakak yang mengajak ku pergi ke pesta sebagai partnernya di tambah lagi kami berdua adalah saudara,"


"Jadi kamu akan satu kereta, dan nanti ketika sampai baru kita masuk bersama-sama," ucap Reina sambil tersenyum


"Bagaimana? kalian setuju kan?" tanya Reina sambil tersenyum menatap kedua orang di depannya

__ADS_1


Apakah Albern dan Dalbert akan setuju dengan rencana Reina? Seperti apakah pesta pertunangan yang di adakan keluarga Agatha? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2