
"Aku tidak menyangka kalau akademi bisa seluas ini,"
"Dan juga banyak tempat yang mewah,"
"Aku bisa betah berada di akademi ini," ucap Elena dengan tatapan lembut ke arah Reina
"Tentu saja, ini adalah akademi terbaik dari seluruh penjuru dunia yang ada,"
"Mana mungkin bisa akademi terbaik ini memiliki fasilitas yang sangat buruk," ucap Reina sambil tersenyum
"Ah, iya Reina ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, apa boleh aku bertanya?" ucap Elena dengan ekspresi wajah penarasan
"Tentu saja, tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan selama aku masih bisa menjawabnya," ucap Reina dengan tatapan kebingungan
"Aku penasaran apakah yang mulia putra mahkota memutuskan pertunangannya karena bosan dengan Reina? Atau karena Reina tidak bisa menjadi perempuan yang sesuai dengan posisi ratu?" ucap Elena dengan suara yang sedikit lantang cukup untuk membuat orang-orang di sekitar taman itu menoleh ke arahnya dengan tatapan penasaran dan senyuman polos
"Menurutmu, yang dikatakan oleh perempuan itu bukankah ada benarnya?" bisik A kepada C
"Yang dikatakan itu sepertinya memang patut di pertanyakan, karena bukankah mereka telah bertunangan lama,"
"Dan berita tiba-tiba panas kalau mereka memutuskan pertunangan mereka sebelum masuk ke akademi," bisik C kepada A
"Memang benar dari yang di lihat keluarga Halmiton hanya memiliki harta dan wilayah yang kecil,"
"Mungkin saja keluarga kerajaan tidak akan merasa puas dengan dukungan itu kan?" bisik B kepada A
"Dibandingkan keluarga Duke dan keluarga Baron yang mendapatkan anugerah dewa dan mendapatkan dukungan dari katedral, dia sangat jauh dari kata layak," bisik D kepada E
"Yang dikatakan olehmu masuk akal, dia hanya anak yang memiliki otak memangnya bisa menjadi ratu hanya dengan kepintarannya saja, dan aku yakin dia bisa masuk ke akademi dengan nilai tertinggi itu adalah keberuntungan untuknya," bisik E kepada D
"Yang kamu tanyakan itu salah,"
"Akulah orang yang membatalkan pertunangan dengan putra makhota bukan dia yang membatalkan pertunangannya,"
"Dan itu bukan karena perasaan yang kami miliki ataupun tentang kemampuan keluargaku yang tidak memiliki apa-apa,"
__ADS_1
"Tapi karena aku dan dia sama-sama merasa tidak cocok untuk dalam hubungan romansa,"
"Oleh karena itu kami memutuskan untuk berteman dan memutuskan pertunangan ini,"
"Aku harap Elena bisa mengoreksi pembicaraan yang kamu katakan barusan karena setiap ucapan yang kamu katakan itu bisa saja membuat orang-orang menjadi salah paham,"
"Dan aku memang jujur mengakui kalau dari semua yang aku miliki dari gelar, harta dan kenikmatan yang aku miliki saat ini bukan milikku tapi milik keluargaku,"
"Hanya diberikan sebuah kepintaran dan nilai tertinggi yang dianggap sebagai keberuntungan itu sangatlah salah,"
"Aku berusaha sampai titik ini karena kemampuan yang aku miliki, jika kalian merasa tidak puas dengan aku maka bagaimana kalau aku memberikan tantangan yang adil dalam hal ini untuk membuktikan keberuntungan atau usaha?" ucap Reina hingga membuat orang-orang yang berbisik-bisik itu menjadi terdiam seribu bahasa
"Aku menantang kalian semua untuk berada di posisi yang aku miliki sekarang ini, jika aku berhasil berada di posisi teratas,"
"Aku harap kalian tidak menyinggung tentang keluargaku yang sederhana dan berharga untukku," ucap Reina dengan tatapan yang tajam dan dingin
'Ternyata taring milik keluarga Halmiton bukan hanya ada di miliki Dalbert tapi ternyata juga milik seorang gadis kecil itu,'
'Sewaktu kecil dia takut kepadaku dan tidak berani menatap wajahku tapi sekarang seperti Dalbert yang memiliki jiwa untuk menghancurkan orang-orang yang menindas dirinya,'
'Jika sekarang aku memutuskan untuk menikahi adik perempuannya ini, apakah reaksi yang akan dia keluarkan nantinya ya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan tertarik
"Dezria, aku pikir kamu tidak akan bangun lagi,"
"Dan..."
"Kenapa ucapan yang kamu katakan tidak sesuai dengan tubuhmu yang pendek itu?" ucap Derick dengan tatapan dinginnya yang masih menatap ke arah luar jendela
"Aku tidak terima komentar dari orang yang memiliki pikiran pendek dan tersenyum seperti orang yang gila," ucap Dezria dengan tatapan kesalnya
"Humm.... Apakah aku terlihat seperti orang gila? padahal banyak perempuan yang mengantri untuk menikah denganku," ucap Derick dengan tatapan yang percaya diri
"Terlalu percaya diri bisa menyebabkan kematian untuk diri sendiri," ucap Dezria sambil mengangkat gelas yang ada di samping mejanya
"Bisakah kamu tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain?" ucap Derick dengan tatapan kesal
__ADS_1
"Ah... itu adalah kejujuran dari hati kecilku jadi aku tidak akan bisa berbohong,"
"Tapi siapa yang kamu tatap dari balik jendela itu hingga membuatmu gila?" ucap Dezria dengan tatapan penasaran dan dingin
"Siapa lagi kalau bukan tuan putri kita? anak perempuan dari keluarga Halmiton,"
"Dia mengatakan sesuatu yang menarik untuk melawan orang-orang yang berbicara tentang keluarganya,"
"Orang-orang seperti mereka yang hanya berbicara mengenai gelar dan kekayaan yang dimiliki keluarga orang yang dianggapnya sebagai perbandingan tidak ada apa-apa dibandingkan orang yang memiliki kekayaan, dukungan dan di sayang oleh dewa,"
"Mereka tidak mengetahui fakta yang sebenarnya tentang keluarga Halmiton yang sebenarnya, jadi mereka hanyalah sekumpulan orang bodoh yang suka melihat penderitaan orang lain namun ternyata salah memilih target,"
"Jadi itulah yang membuat aku tersenyum dari tadi, ini adalah hal yang masuk akal untuk menatap kebodohan mereka miliki," ucap Derick sambil tersenyum ke arah Dezria yang sedang duduk di atas kasur
"Kamu tidak takut mati jika Dalbert mengetahuinya?" ucap Dezria dengan tatapan yang malas
"Hum... itu urusan belakangan yang penting, aku sadar dengan perasan yang aku miliki ini dulu," ucap Derick sambil tersenyum
"Bukankah lebih baik sekarang kamu pergi ke bawah untuk menolong tuan putri itu? Dibandingkan hanya menatapnya melalui jendela?" ucap Dezria dengan tatapan yang dingin
"Kamu ada benarnya Dezria, aku pergi dulu," ucap Derick kemudian menghilang dengan sihir teleportasinya
'Asalkan dia senang aku tidak masalah,'
'Aku lebih baik sekarang kembali tidur,' ucap Dezria di dalam hatinya sambil menarik selimut yang telah berantakan
Di ruangan perawatan...
"Albern, jadi apakah tes selanjutnya kamu tau siapa yang akan kita lawan?" ucap James sambil menaikkan kacamatanya
"Menurutmu siapa?" ucap Albern sambil menatap luar jendela
"Orang yang berbahaya, mungkin bisa menghilangkan roh ini dari tubuh fisik," ucap James dengan tatapan dingin
"Yang kamu katakan memang tidak salah, besok lukaku sudah benar-benar sembuh jadi mari kita selesaikan tes keduanya," ucap Albern dengan tatapan dingin
__ADS_1
Siapakah yang akan dilawan oleh mereka berdua? mungkinkah mereka berhasil melawannya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA