
"Nona, bangun ini sudah siang, pengawal pribadi anda telah menunggu anda di luar," ucap Olivia sambil menarik selimut milik nonanya
"Bisakah aku bangun sebentar lagi?" tanya Reina sambil membalikkan badannya
"Kalau anda tidak bangun, saya akan meninggalkan anda untuk melakukan pekerjaan lain," ucap Olivia dengan tatapan tajam ke arah nonanya
"Hoam... iya aku bangun... padahal aku ingin menikmati liburanku dengan bangun siang hari," ucap Reina sambil menggosok matanya
"Nona, mata nona masih terlihat bengkak habis kejadian kemarin ya," ucap Oliva sambil mengambil air dan batu sihir penyembuh
"Nona, jika anda merasakan tidak nyaman atau ada perasaan yang ingin nona lampiaskan, nona tidak perlu menyembunyikannya," ucap Olivia sambil tersenyum lembut ke arah nonanya
"Kenapa kamu menceramahi ku?" tanya Reina dengan cemberut
"Habisnya nona terlihat sedih seperti itu di pagi hari, biasanya nona selalu ceria tapi hari ini malah terlihat sedih, bagaimana pelayan kecil ini tidak khawatir," ucap Olivia sambil bernafas lega
"Olivia, tolong sampaikan kepada ayah, ibu dan kakak untuk makan terlebih dahulu hari ini aku ingin berada di kamar dan menghabiskan waktu di kamarku untuk membaca saja,"
"Aku ingin makan di kamar saja, jadi tolong bawakan kemari ya," ucap Reina sambil tersenyum
"Baiklah kalau nona maunya seperti itu, dan apa perlu saya panggilkan tuan pengawal untuk menemani nona di kamar?" tanya Olivia sambil menoleh ke arah nonanya
"Boleh, kalau Oliva keluar tolong sampaikan ya," ucap Reina sambil mengambil beberapa buku yang di belinya beberapa hari yang lalu
"Tuan pengawal, anda di minta oleh nona Reina untuk masuk ke dalam menemani dirinya,"
"Jangan sampai terjadi sesuatu kepada nona ya, aku akan mengawasimu nanti setelah aku membawa sarapan untuk nona," ucap Olivia sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Luke dengan tatapan tajam
"Tenang saja, saya tidak akan melanggar perintah yang di berikan tuan muda dan saya pasti akan menjaganya sebaik mungkin," ucap Luke sambil memandang Oliva yang berjalan menjauh dari kamar Reina
'Kurasa aku harus segera masuk dan melayaninya, aku ingin tau apakah dia benar-benar pantas untuk menjadi nona mudaku walaupun Master memintaku untuk menjaganya tapi aku punya penilaianku sendiri, aku harap dia benar-benar tidak mengecewakan keinginanku untuk setia,' ucap Luke di dalam hatinya
__ADS_1
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"MASUK," teriak Reina dari balik ruangan tanpa memandang Luke yang masuk ke kamarnya
'Bagaimana dia bisa tidak menatap seorang pelayan masuk ke ruangannya? Apa yang terjadi kalau bukan aku yang masuk? Bukankah dia bisa saja mati jika itu adalah pembunuh bayaran?' ucap Luke sambil menatap Reina yang tengah fokus dengan bukunya
"Nona, saya datang untuk menemani nona dan melindungi nona," ucap Luke sambil memberikan hormat
"Humm... iya baiklah, lanjutkan saja tugasmu," ucap Reina lagi tanpa menoleh ke arah Luke
'Dia benar-benar tidak memiliki sopan santun apa? Bagaimana bisa dia menoleh ke arahku saat aku berbicara dengannya, padahal dia adalah seorang bangsawan dan berasal dari keluarga Halmiton kenapa dia sangat merendahkan rakyat biasa dan pelayan,' ucap Luke di dalam hatinya dengan perasaan tidak suka dengan Reina
'Dia sangat tidak pantas untuk di lindungi, dibandingkan dengan. Master dia sangat jauh dari kata pantas,' ucapnya lagi di dalam hati sambil memandang Reina
"Baik nona," ucap Luke sambil memberikan hormat kemudian berdiri di dekat pintu
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
'Ck, padahal dia menyuruhku masuk sedangkan ada aku di suruh membukakan pintu Master saja tidak pernah memintaku untuk melakukan hal semacam ini,' ucap Luke di dalam hatinya dengan kesal
"Baik nona," ucap Luke dengan tatapan profesional
"Nona, saya datang membawakan sarapan yang anda minta," ucap Olivia sambil tersenyum
"Baiklah letakan di meja nanti akan aku makan," ucap Reina tanpa memperhatikan Olivia
'Nona, hanya berbicara saja dia bahkan tidak ada niat untuk beranjak sedikitpun atau lepas sedikitpun dari buku yang dia pegang,' ucap Olivia dengan tatapan kesal melihat nonanya yang tidak mendengarkan ucapannya
"NONA... REINA..." ucap Olivia dengan penekanan dan tatapan kesal
"Humm... ada apa Olivia?" ucap Reina dengan tenang
__ADS_1
"Nona, maaf karena saya mengambil buku anda seenaknya tapi sekarang waktunya untuk sarapan jadi biasakah anda hentikan membacanya sebentar, masih banyak waktu untuk anda membaca dan jika anda memaksakan diri untuk membaca tanpa sarapan Anda bisa saja sakit nona," ucap Olivia sambil mengambil paksa dan tatapan kesal
"Olivia, biarkan aku membacanya sebentar lagi," ucap Reina dengan tatapan cemberut
"Aku telah melayani anda sejak kecil dan penuh kesabaran, bisakah anda tidak membuat saya khawatir nona, jangan karena sebuah buku anda ingin mogok makan dan tuan Marques, nyonya Marques, dan tuan muda akan datang kesini berbondong-bondong dengan khawatir dan bisa-bisa nanti anda nanti tidak bisa beristirahat sama sekali," ucap Olivia sambil meletakan buku yang di ambilnya ke rak buku
"Hah... baiklah... aku akan makan," ucap Reina sambil berjalan ke arah kursi dengan muka yang begitu masam
'Dia terlihat seperti anak-anak yang manja karena dia adalah seorang perempuan di keluarganya, bahkan sifatnya sangat menyusahkan pelayannya sungguh tidak ada miripnya dengan bangsawan, entah berapa banyak poin minus yang dia buat untuk membuat dirinya layak menjadi nona bangsawan yang pantas untuk aku harmati,'
'Aku akan mengajukan surat pengunduran diri dari posisi ini dengan memohon kepada master karena dia tidak memungkinkan untuk di layani seperti master,' ucap Luke dengan tatapan pasrah dan kesal melihat kelakuannya
"Aku sudah selesai makan kamu bisa membereskannya sekarang Olivia," ucap Reina sambil beranjak dari kursinya dan mengambil buku yang di letakan di rak
"Baiklah, apa ada hal yang ingin saya bawakan lagi kesini nona?" tanya Olivia sambil membereskan piring-piring nonanya
"Humm... bawa semua surat dan pekerjaanku yang ada di meja kerjaku aku akan mengerjakan dari sini," ucap Reina sambil mulai fokus kepada bukunya
"Baiklah, akan saya bawakan nona," ucap Olivia sambil berjalan membawa nampan yang berisi piring kotor
"Luke, bukakan pintu untuk Olivia keluar," ucap Reina tanpa memandang sekitarnya
"Baik nona," ucap Luke kemudian membukakan pintu untuk Olivia keluar
Setelah Olivia keluar ruangan menjadi sunyi...
"Luke... sekarang hanya tinggal kita berdua, kamu tidak perlu bersikap seolah-olah kamu adalah orang patuh kepadaku,"
"Aku tau dari tadi kamu sedang kesalkan dengan kelakukan yang aku lakukan? Katakan yang sejujurnya ini sedikit membosankan karena kamu bermuka dua seperti itu," ucap Reina sambil menyeringai dan menutup bukunya
Apa yang akan di katakan oleh Luke? Bagaimana Reina tau kalau Luke tidak akan setia kepadanya? Apakah Reina bisa merubah pemikiran Luke? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA