
Ruangan yang harusnya menjadi ruangan tempat untuk orang-orang makan menjadi ruangan yang akan menjadi tempat pemakaman massal nantinya...
"Aku tidak tau kalau putri keluarga Halmiton bisa memegang pedang, Bagaimana kalau anda bergabung dengan saya? Saya akan menjamin kalau anda akan hidup dengan baik dan juga anda bisa membunuh orang yang membatalkan pertunangan dengan anda," ucap sang perdana menteri itu dengan tanpa menoleh ke arah belakang karena dia tau kalau dia menoleh ke arah belakang maka pedang itu akan memutuskan leher yang masih berada di kepalanya
'Setelah mendengarkan ucapan dari pria tua itu mungkin dia akan memutuskan untuk berada di pihak para pemberontak, mengingat dia bukanlah Reina yang palsu tapi Reina pemilik asli dari tubuh itu,'
'Jadi dia pasti akan membalaskan dendamnya kepadaku,' ucap Albern dengan tatapan pasrah karena dia yakin kalau dia tidak mungkin bisa melakukan apapun lagi untuk membuat Reina berada di pihaknya
"Hummm..."
"Apa kamu serius dengan yang kamu katakan tuan perdana menteri? Biar aku beri tau aku tidak suka dengan pembohong dan juga aku tidak suka orang yang hanya berbicara manis,"
"Jika omongan yang kamu katakan itu bisa di pegang buat perjanjian kontrak denganku dengan taruhan nyawa milikmu sendiri yang menjadi taruhannya, bagaimana? Apakah kamu setuju?" ucap Reina dengan tatapan tajam dan senyuman yang sangat-sangat membuat sang perdana menteri tidak yakin bisa memenuhi perjanjian itu
"Aku akan berhitung dari sekarang,"
"Tiga..."
"Dua..."
"Sa-"
"Aku setuju," ucap laki-laki itu
"Aku sudah yakin kamu tidak yakin dengan jawaban yang akan kamu jawab," Dengan cepat Reina menebas kepala laki-laki itu dengan cepat dan rapi tanpa menodai pakaiannya dengan darah setelah Reina menebas kepala perdana menteri itu semua pasukan yang ada mau tidak mau sebagian menyerang ke arah Reina dan sebagainya memutuskan untuk menyerah karena telah kehilangan pemimpin mereka...
Mereka yang memutuskan untuk membunuh Reina maka pertarungan sihir dan pedang terjadi di ruangan itu...
"MATILAH KAMU!!!" ucap seseorang sambil menusuk ke arah Reina dan tepat pada saat itu pedang itu menembus perutnya yang menyebabkan dirinya ambruk
"REINA!!" teriak seorang laki-laki yang berlari dengan panik ke arah dirinya
"Azazel, kenapa kamu berlari-lari seperti itu? kamu takut kalau Dalbert membunuh dirimu karena membawa aku? Kamu tenang saja dia tidak akan berani melakukan ini," ucap Reina dengan suara yang lemah sambil tersenyum
"Reina, aku mohon kepada dirimu untuk tidak banyak bicara dan biarkan aku mengobati dirimu," ucap Azazel dengan air mata yang menetes sambil menyalurkan sihirnya kepada Reina yang sedang berada di posisi sekarat
__ADS_1
"Azazel, penyihir abadi yang terhebat di dunia, kamu tidak perlu membuang-buang tenagamu dan sihirmu untuk diriku,"
"Aku memang sudah waktunya pergi dari dunia ini dan terlepas dari reinkarnasi berulang ini jadi tolong lepaskan aku ya?"
"Dan tubuh ini juga selanjutnya akan aku berikan kepada seorang gadis yang memiliki penderitaan yang sama denganku jadi aku ingin melihat dirinya bahagia juga,"
"Tolong jangan membenci dirinya ya?" ucap Reina dengan nafas semakin lemah dan suara yang hampir menghilang karena seluruh tenaganya hampir menghilang
"AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN DIRIMU REINA,"
"AKU TERUS MERASAKAN REINKARNASI DAN WAKTU YANG TERUS BERPUTAR MUNDUR DARI DIRIMU DAN PADA SAAT KEHIDUPAN KETIGA DAN KE EMPAT INI, AKU SADAR KALAU KAMU TELAH TIDAK LAGI DI DALAM TUBUH ITU TAPI AKU TERUS MENGHARAP DIRIMU YANG DI SANA,"
"KAMU TIDAK TAU AKU SELALU MEMENDAM PERASAAN INI SEJAK RATUSAN TAHUN YA-"
"Aku tau oleh karena itu semakin kamu mencintai aku maka aku semakin berusaha untuk bersikap seolah-olah seperti tidak ada apa-apa,"
"Jika kita memang di takdirkan bersama maka sampai jumpa di kehidupan selanjutnya Azazel,"
"Aku mencintaimu," ucap Reina yang kemudian menutup matanya perlahan-lahan dengan senyuman yang begitu lembut disaksikan oleh semua orang yang ada di sekitarnya setelah itu tubuh Reina di serahkan kepada Albern karena sosok yang dia cari telah pergi dan dia memutuskan untuk pergi dari istana kekaisaran.
"Aku serahkan tubuh ini kepada dirimu,"
"Aku harap kamu tidak kehilangan sesuatu yang berharga untuk dirimu,"
"Mulai sekarang kamu adalah Reina yang sebenarnya jadi hiduplah dengan baik," ucap perempuan itu sambil berjalan ke arah peti yang besar
"Jangan menyesali sesuatu untuk kedua kalinya,"
"Ingat itu," ucap perempuan itu sambil menyentuh peti tidur itu kemudian menghilang seperti cahaya dan Reina membuka matanya secara perlahan dan bangun dari peti itu
"Suara tadi terdengar seperti sebuah penyesalan yang harus di ikhlaskan," Gumam Reina sambil menatap seluruh ruang yang gelap dan tanpa ujung itu kemudian tiba-tiba menjadi sebuah ruangan yang mewah layaknya ruang dansa di istana.
"Sekarang aku hanya perlu keluar dari pintu itu bukan?" ucap Reina sambil berjalan ke arah pintu yang tiba-tiba terdengar suara yang memanggil dirinya dari balik pintu itu...
"Aku ada dimana?" ucap Reina tanpa suara sambil melihat sekitarnya
__ADS_1
"Reina, sekarang kamu istirahat terlebih dahulu dan jangan terlalu banyak bergerak,"
"Dan juga kamu sekarang berada di istana kekaisaran, jadi tidak perlu khawatirkan apapun," ucap Albern sambil sambil menatap khawatir, Reina yang melihat itu hanya mengangguk setuju
'Akhirnya dia bangun dari tidurnya, aku pikir kalau dia akan berbohong kepadaku,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan begitu lega
'Kenapa dia masih bisa bereaksi seolah-olah tidak terjadi apa-apa padahal dia telah menyatakan perasaannya, apa dia tidak serius?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Albern dengan tajam
"Reina, ada apa sampai kamu menatap aku dengan begitu tajam? Apakah ada sesuatu yang mengganggu dirimu?" ucap Albern dengan tatapan khawatir, Reina hanya menggelengkan kepalanya tidak bisa bertanya
Di sisi lain kediaman Marques Halmiton...
"Jelaskan kepadaku Azazel apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu melibatkan Reina ke dalam perang besar ini? Dan kamu bahkan membuat dirinya terluka? Apakah kamu lupa dengan kewajiban dirimu untuk melindungi keluarga Halmiton?"
"Kenapa kamu tidak menepati kewajiban yang harus kamu lakukan?"
"Jelaskan kepadaku?"
"Kalau kamu tidak menjelaskan apa yang terjadi aku pastikan nyawamu hari ini juga akan menghilang hari ini," ucap Dalbert dengan tatapan tajam dan aura membunuh sedangkan Azazel hanya berlutut di hadapan Dalbert dengan kepala tertunduk tanpa berbicara sepatah katapun
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu dari luar
"Masuk dan berikan laporanmu segera," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Tuan, saya ingin menyampaikan laporan dari istana kekaisaran kalau nona Reina telah sadar," ucap laki-laki itu sambil memberikan hormat
"Baiklah, apakah ada hal lain lagi yang ingin kamu sampaikan?" ucap Dalbert dengan tatapan tajam
"Tidak ada lagi tuan," ucap laki-laki itu sambil memberikan hormat kepada Dalbert
"Kalau tidak ada pergilah," ucap Dalbert dengan tatapan dingin menatap Azazel yang masih berlutut di depan Dalbert sedangkan laki-laki yang menyampaikan laporan itu pergi meninggalkan ruangan dengan cepat
"Jadi sekarang beri tau aku apa yang terjadi?" ucap Dalbert dengan tatapan serius
Apakah yang akan diberikan oleh Dalbert kepada Azazel? Apakah perasaan Albern masih tulus kepada Reina? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA