
Di sisi lain Albern dan James yang mendapatkan tugas untuk mengumpulkan dan mengamankan semua siswa yang ada di akademi ke dalam sebuah ruangan yang sama. Setelah di dikumpulkannya semua siswa, Albern berjalan ke arah pintu...
"Albern, kamu mau pergi kemana?" ucap James dengan tatapan dingin dan tajam membuat langkah kaki Albern terhenti di depan pintu
"Aku mau kemana kenapa kamu ingin mengetahuinya?" tanya Albern tanpa menoleh ke arah James yang dengan tatapan dingin itu
'Aku adalah sekertaris sekaligus asisten pribadimu, jadi sudah menjadi kewajiban aku untuk mengetahui atasanku akan melakukan apa dan kemana," ucap James dengan tatapan dingin
"Aku mau keluar mencari angin sebentar nantinya aku akan kembali lagi ke dalam ruangan," ucap Albern kemudian keluar dari pintu itu dengan ucapan yang dingin
'Aku tidak yakin ucapan dan perilaku yang akan dia lakukan akan sejalan,'
'Ini membuatku sedikit khawatir tapi aku juga tidak mungkin meninggalkan semua siswa-siswi akademi di sini tanpa pengawasan,'
'Semua anggota dewan kesiswaan sekarang sedang berkumpul di beberapa tempat untuk menjaga semua siswa-siswi yang dekat dengan lokasi mereka jadinya aku tidak bisa juga meminta tolong mereka untuk menjaga siswa-siswi ini,'
'Aku harap dia benar-benar hanya mencari angin dan tidak berbuat yang aneh-aneh,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan pasrah karena bagaimanapun tidak banyak yang bisa dia lakukan karena keadaannya harus menjaga semua siswa-siswi yang jumlahnya begitu banyak
Di sisi lain Albern yang berhasil keluar dari pintu ruangan itu langsung menuju ke arah hutan...
'Untunglah James tidak akan berani mengambil resiko untuk mengikuti aku karena dia tau jika ucapan Derick dilanggar maka akan hukuman yang serius dari dirinya, dan Derick bukan orang yang mudah dihadapi oleh orang-orang yang hanya belajar sihir-sihir dasar atau orang yang hanya mengandalkan kemampuan khusus yang didapatkan dari keluarganya,'
'Aku memiliki firasat buruk kalau Reina sekarang berada di dalam posisi yang terancam,'
'Aku harus bisa menemukan dirinya,' ucap Albern di dalam hatinya sambil berjalan ke arah yang lebih jauh lagi ke hutan yang dalam sedangkan Dalbert sedang berada di ruangan hampa yang dimana tidak seorangpun yang bisa menemukan dirinya ataupun dia yang keluar dari ruangan itu sebelum sihirnya benar-benar berhasil di kontrol oleh dirinya sendiri. Namun seseorang yang membuat ruangan ini bisa masuk dan keluar dengan bebas dari ruangan hampa tersebut.
"Mau sampai kapan kamu berada di ruangan hampa ini? Apakah kamu tidak bisa mengendalikan sihirmu itu dengan baik dengan emosi itu?"
__ADS_1
"Dalbert, kamu harus tau mau sampai kapanpun kamu tidak boleh terikat dengan yang namanya perasaan jika kamu ingin terikat dengan yang namanya perasaan kamu harus bisa mengontrol sihirmu," ucap seseorang yang berjalan ke arahnya yang sedang duduk dengan mata terpejam, berguna untuk menghilangkan perasaan khawatir dan emosinya yang berlebihan
"Kenapa kamu tidak diam saja? omongan yang keluar dari mulutmu itu sama sekali tidak pernah membantuku,"
"Dibandingkan itu kenapa kamu tidak keluar saja dari ruangan ini dan mengerjakan pekerjaanmu yang padat itu di istana neraka?" ucap Dalbert dengan tatapan yang dingin dan kesal
"Kamu kenapa jadi mudah naik darah seperti itu? Padahal kamu sudah aku anggap seperti putraku sendiri,"
"Tapi sikapmu selalu dingin itu bahkan kamu hari ini tidak memanggilku dengan baik," ucap laki-laki itu dengan senyuman tipis sambil duduk di depannya
"Aku tidak sedang ingin berbicara dengan raja neraka yang suka membolos pekerjaannya dan bermain-main di sini," ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya
"Haish... padahal aku sangat khawatir kepada keadaanmu,"
"Ah iya..."
"Aku akan menjawab jika kamu mengatakan kalau kamu akan kembali bekerja setelah aku berhasil menjawab pertanyaanmu," ucap Dalbert dengan tatapan tajam dan aura ingin membunuh walaupun dia tau kalau aura yang menyeramkan itu tidak akan berpengaruh kepada seorang raja neraka
"Hummm... baiklah, jadi yang ingin aku tanyakan,"
"Apakah kamu pernah melakukan pengembalian waktu beberapa tahun yang lalu? Aku entah kenapa merasakan kalau waktu yang terjadi di dunia berbeda dengan waktu yang ada di dunia atas atau di dunia tengah jadinya aku penasaran apakah kamu melakukan pengembalian waktu itu?" ucap raja neraka itu dengan tatapan serius namun dengan senyuman yang tipis
'Bagaimana dia bisa mengetahui hal seperti itu? padahal aku yakin kalau ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang mengembalikan waktu,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam ke arah raja neraka itu
"Kamu harusnya tau kalau kamu sudah lama tidak mengembalikan waktu dan hampir tidak pernah melakukan hal semacam itu karena menurut dirimu itu hanyalah akan membuang-buang tenaga tapi kamu sendiri tau kalau jika kemampuan seperti itu tidak bisa diasah terus-menerus maka tidak akan ada hal yang dibalikkan secara sempurna misalnya adalah ingatan orang-orang yang memiliki sihir yang kuat tidak bisa banyak berpengaruh terhadap sihir yang kamu miliki," ucap raja neraka itu dengan tatapan yang serius
"Baiklah aku mengerti, aku akan berlatih setelah aku berhasil menyelesaikan pengendalian emosiku ini jadi silahkan keluar dari sini," ucap Dalbert dengan tatapan kesal sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Kamu tenang saja, orang yang mencintai adik perempuanmu itu sekarang juga berjuang untuk mencari adikmu karena dia sangat tulus mencintai dirinya,"
"Kamu tidak perlu khawatirkan apa yang terjadi di luar ruangan hampa ini," ucap raja neraka itu sambil mengaktifkan cermin teleportasinya tanpa menjawab pembicaraan itu Dalbert mendengarkan semuanya
"Hah..."
"Dalbert, sekarang tidak sedang berada di akademi,"
"Aku harus menyelesaikan ini secara mandiri dengan hanya satu orang yang bisa melacak keberadaan para penyusup itu," gumam Derick dengan tatapan kesal sambil memegang pedang yang telah berlumuran darah
"Tuan masih ada sekitar delapan orang lagi tapi anehnya orang-orang ini menuju ke arah hutan akademi," ucap laki-laki bertudung itu sambil menatap pantulan air yang dibuatnya
"Hutan akademi? Memangnya ada apa di hutan akademi? bukankah di sana tidak ada apa-apa?" ucap seseorang laki-laki bertudung itu dengan tatapan kebingungan
"Di hutan akademi di sebelah mana jika mereka tidak mengarah ke arah dua kelompok yang dipimpin oleh NHBNTA maka kita yang harus turun tangan untuk menyelesaikannya," ucap Derick dengan tatapan dingin
"Mereka mengarah ke sebuah bangunan tua tuan,"
"Kemungkinan bangunan tua itu adalah katedral," ucap laki-laki bertudung itu sambil menunjuk lokasi yang jelas di atas cerminan air itu
'Katedral? Apa jangan-jangan?' ucap Derick di dalam hatinya kemudian tersadar dengan tujuan para penyusup itu
"Perintahkan semua para penjaga yang tersisa untuk ikut denganku pergi ke katedral tua itu," ucap Derick dengan nada perintah dan dingin
Apakah yang ada di katedral itu? Kenapa Derick ingin pergi ke katedral itu? Apakah Dalbert berhasil menyelesaikan pengendalian sihir dan emosinya secara seimbang? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1