
"Nona sudah saatnya sekarang makan malam," ucap Olivia sambil memberikan hormat
"Ah, sudah malam ya? kalau begitu makan diruang makan," ucap Reina sambil menatap ke luar jendela yang sudah gelap
'Dia sudah pulangkan seharusnya, kalau begitu nanti aku mengintip sedikit pada saat lewat,' ucap Reina sambil berjalan di koridor dan menuju pintu ruang tamu
'Eh? Dia masih disini? Apa dia tertidur?' tanya Reina di dalam hatinya sambil melihat dari celah pintu kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan untuk melihatnya dengan jelas
"Apa dia laki-laki yang bodoh mau menungguku datang dan menyambutnya? Dia bahkan datang satu minggu setelah pesta selesai, dan dia datang pastinya bukan untuk menyadari kesalahan yang dia lakukan, lebih baik sekarang aku pergi sebelum dia bangun," Gumam Reina sambil menatap Albern
"Reina, akhirnya kamu mau menemui aku," ucap Albern sambil memegang tangan Reina dengan erat
"Eh? Kamu sudah bangun? atau kamu membohongi aku Albern dengan pura-pura tidur?" ucap Reina sambil menoleh ke arah Albern dengan tatapan tidak senang
"Maafkan aku kalau aku berpura-pura tidur, kalau tidak kamu tidak akan mau menemui aku kan Reina?" tanya Albern dengan tatapan tajam
"Jadi apa kedatanganmu hari ini? untuk menambah luka di antara kita? kita tidak perlu berbicara lagi!" ucap Reina sambil menepis tangannya dari Albern
"Jika kamu butuh penjelasan... akan aku jelaskan semuanya Reina," ucap Albern sambil mengepalkan tangannya
"Penjelasan? Apa yang ingin kamu jelaskan? Bahwa kamu benar-benar memiliki hubungan dekat dan sangat dekat dengan Elena hingga kamu harus memeluknya dan menyenangkan dirinya?" ucap Reina dengan tatapan dingin
"Reina, itu tidak seperti yang kamu pikirkan... aku bersungguh-sungguh kalau aku benar-benar hanya mencintai dirimu," ucap Albern sambil menatap Reina
'Lagi-lagi aku mendengar kata cinta keluar dari mulutnya sungguh semudah itukah kata cinta di ucapkan dari mulutmu Albern?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan tidak percaya
"Kamu tidak taukan apa yang aku rasakan? memangnya kamu tau apa? hanya dengan kata cinta yang keluar maka bisa menyelesaikan semua masalah?"
"Semua yang kamu lakukan selama ini cuma kebohongan kan? lebih baik kita berp-"
"REINA!!" Teriak Albern membuat Reina terdiam
"Aku tau aku salah karena tidak mengetahui posisimu pada saat itu tapi bisakah kamu tidak bertindak terlalu posesif? Reina, aku sudah bilang kalau aku hanya mencintai dirimu, aku akan membuktikannya jika itu yang kamu inginkan, apapun akan aku lakukan untuk membuatmu percaya," ucap Albern sambil menatap Reina dengan tatapan penuh harapan
__ADS_1
"Posesif? jadi... kamu lelah denganku sampai mengatakan aku seperti itu?" ucap Reina dengan tatapan tidak percaya
"Aku sungguh tidak pernah beranggapan seperti itu kepadamu Reina, aku kesini karena aku khawatir dengan keadaanmu yang tidak datang ke pesta teh yang aku adakan tapi sekarang aku kesini kamu yang mengajak aku beradu mulut,"
"Pesta teh? jadi kamu ingin aku hadir untuk formalitas menunjukkan kalau aku adalah tunanganmu?" ucap Reina sambil mengernyitkan dahinya
"Reina, aku sudah bilang aku tidak berpikir seperti itu, jadi bisakah jangan berpikiran yang aneh-aneh? kamu selalu saja berpikiran negatif," ucap Albern sambil memegang tangan Reina
"Terserah kepadaku apapun yang aku pikirkan ingin positif atau negatif tidak ada hubungannya dengan dirimu kan? dan lepaskan tanganmu itu," ucap Reina dengan tatapan dingin
"Aku tidak akan melepaskannya sampai kita benar-benar berbicara dengan baik," ucap Albern sambil menggenggam tangan Reina dengan erat
"Kamu dengarkan kalau nona memintamu untuk melepaskannya? atau perlu aku memotong tanganmu untuk melepaskan genggamanmu dari nona Reina?" ucap Luke sambil mengulurkan pedangnya ke leher Albern
'Gawat jika dia benar-benar melakukannya, keluargaku bisa hancur dalam sekejap di tangan kekaisaran,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Luke dengan panik tapi tenang di luar
"Luke, keluarlah ini pembicaraan antara yang kami berdua harus selesaikan, jadi jangan ikut campur," ucap Reina dengan tatapan dingin
"Baiklah, kita bicarakan sekali lagi tapi kali ini jika kamu hanya ingin memberikan pembelaan kepada dirimu aku tidak akan berbicara denganmu lagi Albern, dan jika kamu mengatakan masalah yang lain untuk mengangkut pautkan dengan pembicaraan kita saat ini aku langsung pergi dari sini," ucap Reina sambil duduk ke kursinya
"Aku tau aku salah kepadamu karena berbicara dengan Elena bahkan tidak peduli dengan dirimu setelah pergi, aku jujur kalau aku banyak melakukan kesalahan denganmu tapi aku tidak mengerti dengan apa itu cinta sungguh aku tidak tau jika itu menyinggung dirimu, aku tau ini tidak akan termaafkan dan aku tidak akan membawa kata cinta lagi dalam pembicaraan ini," ucap Albern sambil berjalan maju ke arah Reina
'Dia terlihat mengatakan dengan setulus hati? haruskah aku maafkan dia,' ucap Reina sambil menatap Albern yang berjalan ke arahnya
"Baiklah aku akan memaafkanmu ini terakhir," ucap Reina sambil menghela nafasnya dengan tatapan tidak tega
"Kamu masih belum mengakui kesalahanmu tidak datang ke pesta tehku loh Reina," ucap Albern sambil membelai pipi Reina dan mendekat ke arah muka Reina
'Tunggu apa yang akan dia lakukan di depan mukaku dan ini dekat sekali,' ucap Reina dengan muka yang merah merona
"Hukuman untukmu tentu saja, kamu harus datang ke pesta teh yang aku adakan khusus untuk dirimu," ucap Albern sambil menutup mata Reina dengan tangannya dan mencium tangan yang di tutupnya
"Ka...mu? Albern... kamu... kamu laki-laki tidak sopan," ucap Reina dengan terbata-bata dengan muka merah kemudian menampar pipi Albern
__ADS_1
"Maafkan aku, kamu pokoknya harus datang Reina, aku akan menunggumu datang kepadaku jika kamu tidak datang atau telat satu menit maka aku akan membawamu langsung dari kediaman Halmiton ke istana kekaisaran," ucap Albern sambil tersenyum
'Dia sudah gila apa ya? Otaknya tidak terbentur kan karena aku menamparnya? Apa aku menampar pipinya terlalu keras?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan bingung dan panik
"Jika kamu mengira aku sudah gila, anggap saja aku adalah orang yang seperti itu sekarang, tapi ini terjadi karena aku tulus padamu," ucap Albern sambil mencium tangan Reina kemudian berjalan ke arah pintu
"Aku pulang dulu Reina, sampai bertemu besok," ucap Albern sambil tersenyum
"Apa harus aku datang?" Gumam Reina sambil berpikir hingga keesokan harinya tiba...
"Apa benar ini besok? rasanya cepat sekali..." ucap Reina dengan mata pandanya
"Nona, tumben sekali nona bangun lebih awal? Eh? kenapa dengan mata panda itu nona?" ucap Olivia sambil membereskan kasur nonanya
"Yah seperti itulah, Olivia bisakah kamu membantuku bersiap sekarang, aku harus pergi ke istana kekaisaran hari ini dari pagi hingga sore," ucap Reina ada sambil mengangkat cangkir teh
"Baiklah," ucap Olivia sambil menganggukkan kepalanya dan kemudian menyiapkan nonanya
Setelah bersiap Reina langsung berangkat tanpa sarapan, dan dengan terburu-buru Reina hanya meninggalkan catatan untuk keluarganya. Dan berangkat ke istana kekaisaran langsung.
"Reina, aku tidak menyangka kamu akan datang sepagi ini," ucap Albern berdiri di depan Reina yang keluar dari keretanya
'Memangnya gara-gara siapa aku harus datang ke sini pagi-pagi sekali,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Kamu belum sarapan kan? kita sarapan bersama sekarang di ruang makan ya," ucap Albern sambil mengulurkan tangannya
"Baiklah," dengan pasrah Reina menerima uluran tangan Albern
'Aku harap setelah ini selesai dia tidak meminta yang aneh-aneh lagi,' ucap Reina di dalam hatinya dengan pasrah
Apakah pesta teh akan berjalan dengan lancar? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah takdir ini akan berjalan semulus roda waktu berputar?
REINKARNASI REINA
__ADS_1