Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 138 Aku mencintai dirimu


__ADS_3

'Mereka tidak ada habis-habisnya,'


'Dan juga perempuan jal*ng itu ternyata seorang pengkhianat,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan yang penuh emosi dan rasa sakit membunuh musuh yang ada di depannya


'Aku tidak boleh terbawa emosi, kalau aku tidak bisa menghadapi ini dengan kepala dingin aku mungkin saja akan mati di sini,' ucapnya lagi sambil berusaha menenangkan dirinya


'Laki-laki itu, akan menyerang Albern dari belakang,' ucap Reina sambil menatap arah pedang itu tertuju


'Aku tidak bisa membiarkan dia mati karena rakyatnya masih membutuhkan dirinya, dan juga banyak orang-orang yang mengharapkan hal besar kepadanya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya


Pergerakan sebuah pedang yang melesat dengan cepat ke arah laki-laki itu. Hingga sampai...


"JLEB..."


'Ah... ini sudah kematian aku lagi ya,'


'Setidaknya nanti mungkin dia akan menjadi raja yang baik untuk negara ini tanpa diriku dan dia pastinya akan memiliki seorang perempuan yang akan menemani dirinya sampai akhir hayatnya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman tanpa ada rasa penyesalan kemudian perlahan-lahan matanya mulai tertutup oleh kegelapan


Pakaian yang indah itu tiba-tiba di hiasi oleh warna merah darah membuat orang-orang yang menyaksikan terkejut dan di dampingi oleh air mata. Seorang laki-laki yang tidak menyangka orang yang paling berharga dan satu-satunya yang masih menemaninya dalam keluarga itu sekarang berada di depan matanya...


"REINA!!" teriak mereka dengan serentak


Tiba-tiba kekuatan kegelapan menyelimuti seluruh negeri dan membuat orang-orang yang tepatnya berada di istana tercekik dan kesakitan karena tekanan sihir kegelapan hingga membuat lingkaran sihir tersebut aktif dan menghancurkan para bangsawan yang memberontak itu walaupun telah berakhir namun dengan kondisi yang di lihatnya secara langsung tentang kematian keluarga satu-satunya itu, membuat sihir kegelapan itu tidak terkontrol dan membuat semua orang di dalam ruangan itu hampir menemui ajalnya namun...


"Dalbert, aku memang menyetujui dirimu bahkan memberikan kuasaku kepada dirimu untuk menggunakan sihir kegelapan tetapi jika kamu sampai menggunakannya untuk menebus satu nyawa aku tidak akan pernah memberikan izin untuk dirimu," ucap seseorang yang keluar dari sebuah cincin yang berada di tangan Dalbert yaitu sosok orang yang dia anggap sebagai ayah keduanya setelah orang tua kandungnya


"Kenapa? aku tidak boleh melakukannya," ucap Dalbert dengan gemetaran dan kepala tertunduk di depan sosok itu sedangkan orang-orang di sekitar berusaha memulihkan tubuhnya yang terkena tekanan itu sambil menatap sosok itu


"Karena... mereka adalah orang-orang yang akan dibutuhkan oleh negara ini kelak dan juga banyak nyawa dan penderitaan yang akan mengiris perasaan mereka karena kekuatan ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang sedikit sedih itu namun tetap dingin


"AHAHAHA..."


"KONYOL SEKALI..."

__ADS_1


"MEREKA DIBUTUHKAN?!"


"JADI MAKSUDNYA AKU TIDAK MEMBUTUHKAN ADIKKU LAGI DI SISIKU?"


"ADIKKU TERUS-MENERUS MENERIMA PENGHINAAN DAN PENDERITAAN,"


"DAN DIA ADALAH KELUARGA YANG AKU MILIKI SATU-SATUNYA SETELAH KEMATIAN AYAH DAN IBUKU,"


"JIKA AKU TIDAK BISA MEMBUAT DIRINYA BAHAGIA MAKA AKAN AKU BUAT MEREKA PERGI MENEMU AJALNYA,"


"JADI MEREKA TENTU SAJA PANTAS MATI UNTUK MENEMANI KEMATIANNYA KARENA PEREBUTAN KEKUASAAN YANG MEREKA LAKUKAN DENGAN BODOH INI," teriak Dalbert dengan air mata yang mengalir dan terduduk lemas di lantai yang sudah dipenuhi darah itu


"JIKA KAMU INGIN AKU MENGHENTIKAN PERBUATANNYA YANG AKU LAKUKAN, TIDAK AKAN AKU HENTIKAN,"


"AKAN AKU PASTIKAN SEMUANYA HANCUR," teriaknya lagi dengan tatapan yang sudah putus asa dan amarah yang penuh dengan tatapan kebencian itu


"Shuteye," ucap laki-laki yang berada di depannya sambil menatap ke arah Dalbert seketika Dalbert tertidur


"Azazel," ucap laki-laki itu lagi sambil menatap orang yang berada di lantai atas itu


"Bawalah Dalbert istirahat dan kembali ke mansion Marques Halmiton dan aku akan menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh laki-laki itu," ucap raja neraka itu dengan tatapan dingin dengan menjentikkan jarinya itu seluruh negeri dan kehancuran yang terjadi di istana semuanya kembali seperti semula namun hanya sebuah nyawa saja yang tidak kembali di depan laki-laki itu.


"Aku harap raja selanjutnya di negara ini tidak menghukum keluarga Halmiton atau melakukan hal buruk kepada keluarga Halmiton karena dia berada di bawah perlindungan diriku,"


"Kemudian satu nyawa telah hilang dari keluarga Halmiton, aku harap kamu memiliki pemikiran yang bijak setelah masalah ini terjadi,"


"Kemudian, aku harap kalian yang dekat dengan Reina Elice Halmiton ingin membantu Dalbert dalam menerima kenyataan yang cukup menyayat hati dan menyakitkan ini,"


"Dia telah mengalami banyak hal buruk sejak kecil dan telah menerima pelatihan yang berat jadi aku harap kalian bisa membuatnya tidak dalam penyesalan,"


"Aku pergi dulu," ucap sang raja itu lagi dengan tatapan yang sedikit sedih kemudian meninggalkan yang telah terjadi di istana itu


Albern yang menatap perempuan yang mengorbankan nyawa untuknya itu merasa sangat terpukul dan merasakan sakit yang berkali-kali lipat di damping dengan air matanya yang mengalir kemudian menetes ke pipi perempuan itu

__ADS_1


"Aku pikir aku telah mati," ucap Reina dengan suara yang begitu pelan membuka matanya perlahan-lahan dan menatap sosok laki-laki yang menangis itu


"Albern," ucap Reina dengan begitu pelan


"Reina," ucap Albern kemudian menopang Reina dan menggenggam tangan perempuan itu


"Hidupku tidak lama lagi, ini adalah sedikit kesadaran yang aku miliki,"


"Jadi dengarkan aku,"


"Aku harap kamu bahagia dengan kehidupanmu,"


"Jangan pernah menganggap kematian yang terjadi kepadaku karena kesalahan dirimu,"


"Dan aku minta maaf karena telah bertindak seenaknya padahal kamu melupakan diriku," ucap Reina dengan tatapan senyuman yang dipaksakan


"Tidak, kamu tidak perlu meminta maaf apapun Reina,"


"Akulah yang harusnya meminta maaf kepadamu, karena aku baru mengingat kembali semuanya setelah dirimu yang mengorbankan diri untukku,"


"Jadi aku mohon jangan banyak bicara sampai para dokter datang kemari Reina," ucap Dalbert dengan tubuh yang gemetaran dan tangan dingin


"Albern, maaf dan terimakasih atas semua kenangan indah yang pernah kamu lakukan untuk diriku,"


"Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu walaupun itu telah terlambat,"


"Aku mencintai dirimu,"


"Jadi aku harap kamu bahagia setelah aku meninggalkan dirimu," ucap Reina sambil tersenyum dan mengusap air mata milik Albern kemudian dengan penuh senyuman tanpa penyesalan Reina menutup matanya untuk selama-lamanya


Sebuah penyesalan yang telah tidak akan bisa membuat seseorang yang dicintainya kembali membuat hatinya hancur berantakan, dan karena hal ini kenaikan takhta Albern diputuskan untuk di tunda.


Apakah Dalbert akan bisa menerima kenyataan ini? Apakah ada cara supaya Reina bisa kembali? Apa yang terjadi setelah kematian Reina dan kemenangan kekaisaran? Akankah Albern berhasil mencari cara untuk membuat orang yang di sayanginya kembali atau malah dia akan membuat Reina tidur dengan tenang untuk selama-lamanya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2