
"Hah... kenapa kamu begitu menginginkan aku sebagai gurumu?" ucap Dalbert dengan tatapan tajam
"Karena aku yakin kalau aku berada dibawah ajaran dirimu aku bisa berhasil membuat sistem masyarakat yang sejahtera nantinya," ucap Albern sambil tersenyum
"Aku tidak tertarik dengan yang kamu katakan, apalagi harus menjadi gurumu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan membalikkan badannya
"Baiklah aku mengerti, tapi aku mohon kepadamu untuk mempertimbangkannya,"
"Aku ingin segera pulang karena masih banyak yang ingin aku kerjakan," ucap Albern sambil beranjak dari kursinya
'Dia menyerah begitu saja, lebih baik begitu karena aku sekarang harus mengurus tikus-tikus yang mencemari masyarakat,' ucap Dalbert di dalam hatinya kemudian meminum teh
"Kamu tinggal keluar dari pintu itu maka kamu akan kembali ke sana, dan aku harap kamu tidak berbicara apapun tentang yang kita bicarakan hari ini kepada siapapun," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam
"Aku mengerti," ucap Albern kemudian menutup pintu ruangan itu
'Ini adalah awal pertamaku lagi untuk memulai semuanya dari awal,'
'Aku harap takdir buruk tidak akan terulang kembali kepada Reina setelah aku berhasil mendapatkan posisiku,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap ke luar jendela
Keesokan harinya...
"Yang mulia, hari ini anda ada jadwal untuk belajar etika jadi saya berharap beberapa jam sebelum di mulai anda telah datang ke ruangan," ucap seorang laki-laki yang merupakan seorang asisten sang ayah
"Bagaimana penyelidikan tentang laki-laki yang aku minta?" ucap Albern dengan tatapan dingin
"Kami telah menemukannya, laki-laki itu sekarang berada di istana pangeran ketiga, apakah perlu kami membunuhnya?" ucap seorang penjaga bayangan sambil berlutut di depan Albern
"Tidak, aku tidak ingin membunuhnya,"
"Aku hanya ingin tau dimana posisinya sekarang karena aku ingin dia jadi asisten pribadiku," ucap Albern sambil menyeringai
"Baik yang mulia," ucap penjaga bayangan itu kemudian pergi meninggalkan Albern
'Sepertinya semuanya telah berjalan seperti masa lalu, sekarang aku tinggal merencanakan untuk menjatuhkan para pemberontakan kelak,' ucap Albern di dalam hatinya dengan dingin
__ADS_1
Semua yang direncanakan oleh laki-laki itu berjalan dengan lancar sampai sebuah undangan dan berita tersebar ke seluruh penjuru negeri datang dari sebuah mansion ke istananya.
"Albern, aku dengar kalau tunanganmu berhasil masuk ke akademi dengan nilai tertinggi ya?" ucap seorang laki-laki yang duduk di depannya dan mengerjakan dokumen-dokumen yang berserakan
"Tentu saja, dia adalah perempuan yang sangat hebat oleh karena itu aku tidak akan meragukan kemampuannya yang luar biasa," ucap Albern sambil tersenyum
"Hummm... seharusnya aku tidak berbicara tentang tunanganmu karena kamu pasti akan bereaksi berlebihan," ucap laki-laki itu sambil menaikkan kacamatanya
"Apa kamu berbicara sesuatu James clover?" ucap laki-laki itu dengan tatapan yang dingin
"Tidak, aku tidak mengatakan apapun,"
"Aku mendapatkan undangan entah dari siapa tapi di surat itu mengatakan kalau dia ingin aku menjadi salah satu anggota organisasi mereka," ucap James sambil mengeluarkan sebuah surat yang di terimanya
"Bagaimana kamu mendapatkannya?" ucap Dalbert sambil menaikkan alisnya
"Aku tidak mengetahuinya juga tapi di sini hanya tertulis surat untukku,"
"Ditambah lagi ini sangat berbeda dengan cerita masa lalu yang kamu ceritakan," ucap James dengan tatapan curiga
"Hah... sebentar lagi kita masuk ke dalam akademi aku takut hal buruk yang terjadi denganku apalagi kamu bilang kamu tiba-tiba kembali ke masa lalu karena kamu mengecewakan orang yang ada di dekatmu bahkan membuat orang yang kamu cintai meninggal dunia,"
"Aku jadi sedikit ragu melakukan ini, aku takut kalau aku meninggalkan dirimu nantinya kamu malah dijebak seseorang," ucap James sambil menggelengkan kepalanya
"Tidak apa aku telah belajar sihir tingkat tinggi dan di kehidupanku ini aku lebih akur dengan saudara-saudaraku, walaupun mereka bukan benar-benar berdarah asli,"
"Aku sangat menantikan masa depan seperti apa masa depan yang kamu janjikan terwujud,"
"Aku harap kamu tidak mengecewakan keinginanku untuk mengikuti dirimu sekali lagi Albern," ucap James sambil merobek surat itu kemudian membakarnya menggunakan sihirnya
"Kenapa kamu merobeknya dan membakarnya?" tanya Albern sambil menatap James
"Ah itu... karena aku tidak tertarik dan juga dibandingkan itu aku hanya ingin bekerja dibawahmu," ucap James sambil menyeringai
'Dia memang orang yang setia dan ketika mendapat surat tawaran secara diam-diam,'
__ADS_1
'Dia pasti akan merobek suratnya seolah-olah tidak pernah terjadi apapun bahkan berkat dirinya yang pernah ditawarkan untuk ikut memberontak, aku jadi bisa meruntuhkan sebagian posisi para bangsawan dari pihak perdana menteri,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum
"Albern, apa kamu telah menentukan akan memberikan hadiah apa kepada tunanganmu yang sangat kamu banggakan itu?" tanya James sambil meletakan dokumen-dokumen yang telah di kerjakan
"Apakah aku terlihat seperti laki-laki yang tidak peduli dengan seorang perempuan?" ucap Albern sambil tersenyum
"Humm... entahlah akhir-akhir ini kami tidak mengunjungi tunanganmu membuatku meragukan dirimu, jadi aku pikir kamu hanya berbicara kosong saja," gumam James sambil menoleh ke arah lain
"Hah... sepertinya akhir-akhir ini kamu terlalu santai ya James hingga kamu selalu berbicara seenaknya," ucap Albern dengan tatapan dingin
'Sepertinya aku telah mengatakan hal yang seharusnya tidak aku ucapkan di depannya,' ucap James di dalam hatinya karena merasakan merinding dari balik punggungnya
"Kamu kerjakan itu, aku ingin menemui Reina sekarang,"
"Ingat harus selesai sebelum matahari tenggelam," ucap Albern sambil tersenyum dingin kemudian melakukan teleportasi ke kediaman Halmiton
"Reina, jadi bagiamana menurutmu tentang pesta yang kakak rencakan?" tanya Dalbert sambil tersenyum
"Kakak bukankah aku bilang ini pesta dengan skala terlalu besar? Walaupun keluarga kita kaya hingga bisa membeli dua kekaisaran ini tapi bukan berarti bisa dihamburkan untuk membuat pesta yang mewah,"
"Ditambah lagi banyak daerah kumuh di dekat ibukota kekaisaran ini, di sana rakyat-rakyat kecil masih memiliki kehidupan yang lebih menderita dibandingkan kehidupan kita," ucap Reina dengan tatapan lelah dan sedih
"Kakak mengerti, jadi pada saat yang bersamaan kakak berniat membuka sebuah perkebunan teh yang memberikan pekerjaan untuk mereka yang tinggal di wilayah kumuh tentu saja dengan gaji yang setimpal,"
"Kakak telah mendengarkan pendapat ini dari yang mulia putra mahkota sebelumnya tapi kakak tidak menyangka kalau kamu akan mengatakan hal yang sama,"
"Mungkin saja kamu memang cocok berada di posisi ratu ini," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis
"Tidak itu tidak benar, karena masih banyak orang yang hebat di samping putra makhota ditambah lagi aku ingin menikmati waktu hidupku dan waktu bersama keluargaku," ucap Reina sambil tersenyum dan menatap cangkir teh dengan tatapan yang pahit
"Reina, aku yakin kamu bisa menjadi seorang ratu yang hebat untuk rakyatmu," ucap seseorang laki-laki sambil berjalan ke arah mereka berdua
Siapakah laki-laki yang datang tiba-tiba? Apakah Reina akan menjadi seorang ratu di masa depan? Bagaimanakah cara Albern membuat Reina jatuh cinta dan bahagia?
REINKARNASI REINA
__ADS_1