Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 134 aku akan memberikanmu hadiah


__ADS_3

"Albern, kenapa aku harus minta maaf? Aku bahkan tidak tau apa salahku," ucap Elena dengan mata yang berkaca-kaca


"Apa aku perlu mengatakan dua kali?" ucap Albern dengan tatapan dingin


'Kenapa dia bersikap dingin kepadaku? itu tidak mungkin sihirnya tidak bekerja,' ucap Elena di dalam hatinya dengan tatapan tidak percaya


"Albern, kenapa kamu begitu kejam kepadaku? kamu membela dia dibandingkan aku, bukankah aku tunanganmu? seharusnya kamu membelaku," ucap Elena dengan air mata yang mengalir


"Yang mulia putra mahkota, bukankah cara anda memperlakukan tunangan anda begitu dingin dan kasar," ucap seorang bangsawan laki-laki yang berada di samping sang raja


"Yang dikatakan itu benar, anda tidak seharusnya melakukan ini dengan kasar," ucap seorang perempuan bangsawan perempuan yang di sebelahnya


'Dia menggunakan holy tears untuk mempengaruhi semua orang yang ada di ruangan ini, aku pikir itu cuma hanya cerita dari Dalbert yang suka berbicara omong kosong saja,' ucap Derick sambil menatap pertunjukan drama yang berada di depannya


"Elena, sebaiknya kamu meminta maaf kepada raja timur tengah, jika kamu masih mencintai Albern lakukanlah permintaan maafnya dan jangan suka membuat semua orang menjadi ribut seperti ini,"


"Kamu tau yang sekarang kamu lakukan adalah membuat Albern tidak bisa dilantik menjadi raja otomatis kamu tidak bisa menjadi ratu kekaisaran ini nantinya,"


"Dan juga bisa saja Albern membatalkan pertunangannya dengan dirimu," bisik James ke telinga Elena


'Bagaimana mungkin tidak mempan dengan sihirku kepadanya, dan ditambah lagi dia mengancamku dengan pertunanganku,'


'Aku tidak boleh sampai membuat gagal rencana yang di rencanakan oleh ayah, jadi aku harus meminta maaf kepadanya' ucap Elena di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya


"Baiklah, aku akan meminta maaf,"


"Aku tidak ingin ada keributan antara kekaisaran dengan kekaisaran timur tengah karena masalah yang aku perbuat," ucap Elena sambil mengusap air matanya


"Yang mulia raja, maafkan atas kesalahan yang aku perbuat,"


"Aku telah bersikap tidak sopan kepada anda dan aku bersikap tidak sopan karena kurangnya aku dalam memahami etika bangsawan,"


"Saya harap yang mulia raja ingin memaafkan saya," ucap Elena sambil berlutut di depan Dezria dan hadapan seluruh tamu undangan yang hadir


"Sangat keterlaluan jika raja timur tengah tidak memaafkan seorang perempuan," bisik bangsawan A

__ADS_1


"Apa dia pikir perempuan adalah kasta rendah dibarat seperti di timur tengah," bisik bangsawan C


'Reputasinya langsung jatuh saat Dezria meminta permintaan maaf, dan jika Dezria tidak memaafkan, apakah akan ada perang setelah masalah ini?' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap ekspresi wajah Dezria


"Baiklah, aku akan menganggap masalah ini tidak ada,"


"Dan kalau aku boleh berbicara yang mulia putra mahkota, sebaiknya anda mencari perempuan lain untuk duduk di posisi ratu," ucap Dezria dengan tatapan dingin


"KRETT..." suara pintu yang besar terbuka dengan suara yang cukup untuk membuat semua orang menoleh ke arah pintu tersebut


"Maafkan aku datang terlambat," ucap seorang gadis yang duduk di sebuah kursi roda


Semua orang yang melihat gadis itu terkejut dan tidak percaya kalau ada seorang gadis yang datang dengan keadaan seperti itu.


"REINA!!" teriak sang kakak sambil berlari ke arah adik perempuannya itu dengan tatapan tidak percaya


"Akhirnya kamu bangun dari tidurmu, tapi apa kamu benar-benar Reina? dan kapan kamu bangun?" ucap Dalbert sambil melihat dari atas sampai bawah


"Kakak, tidak sopan,"


"Aku baru sadar tadi dan aku dengar kalau hari ini adalah penobatan raja jadi aku tentu saja harus menghadirinya," ucap Reina dengan kesal sambil tersenyum


"Aku sadar kalau ini tidak sopan tapi aku tidak bisa berdiri sama sekali jadi aku mohon untuk memaklumi keadaanku," ucap Reina dengan menundukkan kepalanya


"Anda adalah Reina Elice Halmiton bukan?" tanya Dezria sambil menatap perempuan yang duduk di kursi roda itu


"Eh? Guru?" ucap Reina sambil menatap laki-laki itu


"Guru?" ucap Dezria dengan tatapan yang tidak mengenal perempuan itu


"Tidak apa-apa hanya saja anda sangat mirip dengan orang yang mengajar saya di mansion dan benar saya adalah Reina Elice Halmiton, Ada perlu apa?" ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya kemudian menjawab pertanyaan Dezria


"Aku telah mendengar rumor yang beredar kalau kamu adalah siswa yang jenius di akademimu sebelum di keluarkan, aku ingin menawarkan posisi sekretaris di timur tengah untuk anda," ucap Dezria sambil tersenyum sedangkan seluruh ruangan menjadi terkejut karena seorang raja timur tengah yang tadinya menuntut permohonan maaf sekarang malah menawarkan posisi yang mengejutkan


'Apa dia tidak takut di penggal oleh atasannya sendiri?' ucap Derick di dalam hatinya dengan seringainya

__ADS_1


"Yang mulia Dezria Shahin Zahriya, jika anda ingin berbicara pribadi bisakah anda bicarakan nanti?" ucap James sambil menaikkan kacamatanya


"Ah... maafkan aku, aku mendengar namanya sebelumnya kalau dia adalah perempuan yang hebat dan juga aku baru duduk di posisi ini jadi aku tidak banyak tau dunia politik,"


"Oleh karena itu aku ingin menawarkan posisi ini kepadanya, kalau kamu ingin juga bisa James Clover aku berikan posisi sekretaris untukmu," ucap Dezria sambil tersenyum


"Terima kasih atas tawarannya tapi aku menolak,"


"Dan nona Halmiton terima kasih telah ingin hadir dalam acara penobatan raja walaupun anda dengan kondisi yang belum membaik," ucap James sambil tersenyum menatap Reina


"Kalau begitu sekarang kita akan memulai upacara penobatan raja baru," ucap James sambil menaikkan kacamatanya


"Reina, aku sangat bersyukur kamu baik-baik saja," ucap Blake sambil berjalan ke arah Reina


"Terima kasih kekhawatirannya," ucap Reina sambil tersenyum


"Reina, apa kamu baik-baik saja dengan dia yang sekarang telah bersama yang lain?" tanya Yuria dari arah belakang


"Eh? Yuria? Shun?" ucap Reina yang langsung menoleh ke asal suara


"Yuria, daripada kamu mengganggu Reina lebih baik memperhatikan penobatan putra mahkota," ucap Shun yang menatap perempuannya yang akan membuat rusuh


"Tidak apa-apa aku senang Yuria menyapaku kok,"


"Kalau soal itu aku sudah baik-baik saja, jadi jangan khawatirkan aku," ucap Reina dengan senyuman pahit


Acara itu berlangsung panjang dan sangat melelahkan hingga Reina dan yang lain asyik berbincang sesama mereka sampai akhirnya sampai penyerahan makhota dan sumpah.


"Baiklah, saatnya penyerahan mahkota dan sumpah," ucap sang penasehat sambil mengambil makhota


"BRAK..." suara pintu yang terbanting dengan keras hingga membuat semua orang yang di dalam ruangan langsung menoleh ke arah belakang namun kali ini yang masuk bukanlah seorang tamu melainkan sekumpulan orang yang membawa pedang, memakai pakaian yang berlapis baja dan orang-orang berbaju putih yang di yakini para penyihir kelas atas. Semua orang yang berada di dalam ruangan kebingungan dan berusaha tenang dengan para pasukan itu.


"Albern, aku akan memberikanmu hadiah yang tidak akan kamu lupakan seumur hidupmu," ucap seseorang yang berjalan masuk di antara para berbaju besi dan berbaju putih itu.


'Sepertinya pertunjukan yang menakjubkan sebentar lagi di mulai,' ucap seorang laki-laki di dalam hatinya sambil menatap dari lantai dua.

__ADS_1


Apakah yang masuk ke dalam ruangan itu adalah para pemberontakan? Apakah yang akan dilakukan Albern selanjutnya? Siapakah orang yang akan memberikan hadiah itu? Bagaimana hubungannya dengan takdir Reina selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2