Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 88


__ADS_3

"Apa yang nona maksud saya sama sekali tidak mengerti," ucap Luke dengan tatapan pura-pura kebingungan


"Aku bisa melihatnya orang yang benar-benar bersungguh-sungguh ingin melakukan atau orang yang hanya sekedar mendengarkan perintah dari orang yang lebih berkuasa lebih dari itu dia tidak akan banyak berbicara, kamu seperti itu kan?" ucap Reina sambil berjalan ke arah Luke


"Kamu memanggil kakak dengan sebutan master, artinya kamu mengetahui banyak hal sebagai pelayan bayangan milik kakak,"


"Beri tau aku apa saja yang kamu ketahui tentang yang kalian lakukan di bawah kegelapan rembulan kekaisaran," ucap Reina dengan tatapan tajam


'Bagaimana bisa sikapnya berubah dengan cepat? Dan caranya berbicara sangat mirip dengan master tegas dan dingin, tapi dia sangat hebat dalam menyembunyikan sesuatu dibandingkan master yang selalu langsung menunjukkan kekuasaan dan kekuatannya, sekarang aku harus berbicara apa?' ucap Luke dengan perasaan kebingungan


"Humm... Reina aku datang untuk mengunjungimu, apa kamu sudah merasa lebih baik?  kali ini aku membawa seorang temanku," ucap Drick dengan muncul secara tiba-tiba


"Humm... aku sudah baik-baik saja, Bukankah kamu adalah salah satu dari dewan kesiswaan?" tanya Reina sambil menatap laki-laki yang di sampingnya


"Tentu saja itu adalah dia," ucap Derick sambil menyeringai menatap Asmodeus


"Dan Derick kenapa kamu muncul secara tiba-tiba dan tidak masuk melalui pintu depan, tidak sopan tau," ucap Reina dengan tatapan kesal


"Maafkan aku, tapi aku kesini ingin tau keadaanmu jadi aku datang bersama Asmodeus," ucap Derick sambil tersenyum


'Derick muncul secara tiba-tiba membuatku tidak mengetahui tentang apa yang kakak jalankan, dan dia menganggap mansion ini milik keluarganya apa ? seenaknya datang dan pergi,' ucap Reina dengan tatapan kesal


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Ya, ada apa Olivia?" tanya Reina sambil membukakan pintu


"Itu sepertinya nona punya banyak teman di akademi ya, syukurlah..." ucap Olivia sambil tersenyum lega


"HAH? Apa yang kamu bicarakan Olivia?" ucap Reina dengan kebingungan


"Ada orang yang mengaku kalau itu adalah teman nona sewaktu di akademi dan tuan muda juga sudah memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam mansion, jadi nona sekarang bukan saatnya nona bersantai di kamar, dan temani teman-teman nona untuk minum teh bersama,' ucap Olivia sambil menatap nonanya


"Baiklah, aku akan ke sana," ucap Reina sambil tersenyum


"Kalian bisakah masuk lewat pintu depan, teman-teman yang lain juga datang jadi silakan masuk melalui pintu depan," ucap Reina sambil melipat kedua tangannya


"Baiklah, sampai ketemu lagi nanti," ucap Derick sambil tersenyum


"Hah... Luke, ikut aku untuk menyambut teman-temanku," ucap Reina sambil berjalan keluar dari pintu

__ADS_1


'Aku rasa aku telah membuat banyak orang khawatir kepadaku, yah... dia bukan laki-laki yang begitu peka kepada seorang perempuan, tapi tidak tega dengan air mata seorang gadis, kenapa aku selalu terbawa perasaan hanya mendengarkan kata cinta membuat hatiku berdetak hingga kencang,'


'Karena kejadian kemarin membuatku teringat dengan kehidupanku sebelumnya...


"Dia tampan sekali..." Gumam Naomi sambil menatap seorang laki-laki yang di kerumuni oleh para gadis


"Bruk..." 


"Makanya jalan itu lihat-lihat, jangan melamun," ucap seorang gadis yang menabraknya


"Ah.., maafkan aku," ucapnya dengan kepala tertunduk dan membereskan barang-barangnya yang jatuh berserakan


"Barangmu berserakan, sini aku bantu," ucap seorang laki-laki yang di kerumuni oleh para gadis itu sambil berjalan ke arah Naomi


"Terima kasih," ucap Naomi kemudian memberikan hormat dan pergi


'Aku tidak menyangka cowok tampan di sekolah datang untuk membantuku,' ucap Naomi dengan muka merah


Beberapa bulan sejak kejadian itu aku selalu bersamanya hingga...


"Naomi, aku menyukaimu jadi pacarku ya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum


"Iya, aku... aku juga menyukaimu," ucap Naomi sambil tersenyum


"Naomi, kamu mencintai aku kan? jadi kamu harusnya bisa kan? melakukan hubungan itu untuk membuktikan perasaan cinta kita?" ucap laki-laki itu sambil memeluk Naomi


"Umm... tapi kan..."


"Kamu tidak akan menolakku kan Naomi? Memangnya apa salahnya jika kita saling mencintai? tenang saja aku pasti akan bertanggung jawab untukmu," Ucap laki-laki itu lagi dengan tatapan sedih dan mencium bibir Naomi


"Umm... baiklah," ucap Naomi sambil menganggukkan kepalanya dengan setuju


Setelah itu kejadian yang merenggut harga diri Naomi terjadi dan keesokan harinya...


'Sekarang, dia dan aku saling mencintai, tidak ada lagi hal yang harus aku khawatirkan,' ucap Naomi di dalam hatinya sambil berjalan ke atas tangga namun dia mendengarkan suara yang tidak asing untuknya dan memutuskan untuk menguping pembicaraan.


"Jadi? kamu melakukannya? kamu berani juga mempermainkan perasaan seorang perempuan itu," ucap seorang teman laki-laki itu


"Tentu saja, sangat mudah untuk mempermainkan gadis yang polos dan bodoh itu, setelah ini aku akan memutuskannya dan bantu aku sebarkan foto ini untuk mempermalukannya," ucap laki-laki itu sambil menyerahkan foto-foto itu

__ADS_1


'Dia... hanya menganggap aku mainan? jadi selama ini perasaannya yang dia berikan palsu? aku telah memberikan harga diriku untuknya tapi dia... ingin menyebarkan hal buruk ini kepadaku,' ucap Naomi di dalam hatinya dengan air mata yang membasahi pipinya kemudian berlari ke atas atap semua penyesalan dalam dirinya dan perasaan yang campur aduk membuatnya menjadi depresi


Tidak lama itu ternyata semua pembicaraan yang di dengarkannya menjadi kenyataan...


"Dia gadis yang kotor ternyata kesihan dengan dia menjadi korban," ucap salah seorang siswa


"Hump! padahal dia sudah kotor masih saja bisa menampakkan dirinya," ucap seorang siswa lagi dengan tatapan sinis


"HEI KAMU, KAMU SUDAH TAU KAN KAMU TIDAK PANTAS DENGAN LAKI-LAKI SEPERTI DIA,"


"DASAR PEREMPUAN PENGGODA," ucap seorang gadis sambil melemparkan telur busuk, memukul dan menarik rambut Naomi


"Ugh... sakit... aku... mohon... lepas...kan aku..." ucap Naomi dengan air mata yang telah berlinang


"KALIAN... HENTIKAN, AKU TELAH MELAPORKAN MASALAH PEMBULLYAN YANG KALIAN LAKUKAN KEPADA GURU, KALAU KALIAN TIDAK PERGI MAKA KALIAN AKAN LANGSUNG KETAHUAN," teriak seorang laki-laki sambil berjalan ke arah gadis-gadis yang membully Naomi


"Ck, kali ini kami akan selesai denganmu," ucap gadis yang melakukan pembullyan itu sambil melepaskan Naomi kemudian lari meninggalkan Naomi


"Kamu sekarang akan baik-baik saja tenanglah, aku pasti akan membawamu ke rumah sakit," tanya laki-laki itu sambil menghampiri Naomi kemudian menggendongnya dan membawanya langsung ke rumah sakit


"Ugh... aku dimana?" tanya Naomi sambil menoleh ke seluruh ruangan


"Kamu ada di rumah sakit, tenang saja kamu pasti akan baik-baik saja," ucap laki-laki itu sambil tersenyum lembut ke arah Naomi


'Setelah kejadian itu... laki-laki yang bahkan tidak aku tau namanya merawatku dan membantuku untuk pindah sekolah, setelah aku pindah, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya,'


'Bahkan mengucapakan terima kasih pun tidak terucap dariku, jika bisa bertemu dengannya di kehidupan selanjutnya aku ingin berterimakasih dengannya,' ucap Reina di dalam hatinya


'Padahal aku tidak percaya lagi dengan cinta dan hingga aku mati aku tidak pernah lagi merasakan cinta apalagi pacaran untuk kedua kalinya,'


'Sudahlah, aku sekarang harus masuk ke ruang tamu dan di kehidupan ini aku akan membuat hidupku dengan kehidupan yang damai,' ucap Reina sambil membuka pintu


"Reina, aku dengar kamu mengalami kejadian di pestaku, maafkan aku,"


"Maafkan aku tidak bisa menghiburmu," ucap Yuria dengan tatapan sedih sambil memeluk Reina dengan tiba-tiba


"Tidak apa-apa, aku hanya banyak pikiran jadi aku mudah sekali pingsan,"


"Terima kasih telah mengkhawatirkanku," ucap Reina dengan tatapan terkejut kemudian tersenyum lembut

__ADS_1


Apakah yang akan mereka lakukan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2