
"Yang mulia, saya yakin dengan dukungan anda terhadap pembangunan jembatan akan membuat rakyat anda menjadi bahagia," ucap seorang laki-laki yang berada di depannya sambil menggosok kedua tangannya
'Dia hanya menginginkan uang milik kekaisaran untuk di gelapkan, berani sekali dia membuatku berpikir tidak akan tau kalau ini adalah rencananya untuk mempermainkan diriku,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan dingin sambil tersenyum
"Kamu lakukan saja dulu pembangunan jembatan dengan biaya yang kamu punya pada saat pemotongan pita nanti aku akan hadir bukankah sama saja membuat rakyat bahagia?" ucap Albern dengan tatapan tajam dan dingin hingga membuat laki-laki di depannya tidak bisa
"Yang mulia, putra mahkota karena ayahku mengatakan seperti itu maka saya akan bertunangan dengan anda tetapi saya akan mengajukan sebuah syarat, syaratnya pertama saya ingin anda tidak ikut campur urusan saya, kedua saya ingin anda membatalkan pertunangan apabila anda telah menemukan orang yang cocok di posisi tersebut dan ketiga saya hanya menjadi tunangan anda atas perintah raja jadi anda tidak perlu memberikan apa pun kepada saya," ucap Reina dengan lantang di hadapan semua orang yang berada di ruang tamu
"Baiklah aku setuju denganmu nona Reina, tapi apabila aku tidak menemukan orang yang membuatku jatuh cinta maka kita harus bertunangan," ucap putra mahkota dengan lembut sambil tersenyum
"Aku berada di mana ini? tempatnya dari istana ke ketempat yang familiar tapi kenapa ada Reina? dan kenapa aku ada di sana? aku juga tidak bisa menyentuh dirinya yang berada di sana," ucap Albern sambil menatap ke seluruh sekitarnya
"Aku tau dia orang yang sangat dapat di percaya dan James maafkan aku meragukan kepercayaan yang kamu berikan sepenuhnya kepadaku karena dirimu yang terus mengatakan kalau keluarga Halmiton yang netral bisa berkhianat kapan saja, aku pikir kamu ingin mengadu domba keluarga Halmiton dengan kekaisaran karena kamu berada di pihak adikku, ternyata aku tidak sesempurna dan se jenius itu dalam mengambil sebuah keputusan," ucap Albern sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum pahit
"Tidak apa, aku sudah bilang bukan aku akan berada di sisimu sampai akhir hayat nanti, jadi aku akan menyerahkan nyawaku jika kamu menginginkannya, aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri, dan aku juga minta maaf kalau aku terlalu membuat asumsi yang buruk tentang keluarga Halmiton tapi aku pikir mereka adalah dalang di balik masalah tapi ternyata dia datang kesini secara terang-terangan dan mengatakan akan menemukan pelakunya," ucap James sambil mencari-cari ramuan untuk menyembuhkan luka di tangan Albern
"Apa semua ini pernah terjadi?" ucapnya sambil menatap semua kejadian yang terjadi di depan matanya
"Hah... kenapa sejak kecil hanya aku saja yang selalu menjadi target pembunuhan bangsawan?"
"Kenapa aku harus menjadi seorang putra mahkota?"
"Semua orang bersikap berpura-pura kepadaku padahal mereka baru saja melakukan hal buruk,"
"Hiks... Hiks,"
"Aku hanya ingin hidup seperti orang-orang biasa dan menikmati hidup,"
"Bukan dalam kewaspadaan dan penuh ancaman,"
"Ayah dan ibu hanya memberikanku sebuah perhatian karena aku seorang pewaris kekaisaran saja, bukan karena aku adalah putra mereka,"
"Hiks... Hiks..."
"Apa aku harus seperti ini setiap hari?"
__ADS_1
"Aku lelah, aku hanya ingin beristirahat," ucap seorang anak laki-laki sambil menangis dengan pasrah
"SLAP!" suara cambuk kuda yang mendarat di kedua tangan seorang anak laki-laki kecil
"YANG MULIA, ANDA ADALAH SEORANG PEWARIS TAKHTA,"
"ANDA TIDAK BOLEH MALAS-MALASAN,"
"INGAT ANDA HARUS SEMPURNA SEBAGAI PEMIMPIN NEGARA INI SELANJUTNYA," teriak seorang perempuan yang hampir parah baya dengan menggerakkan cambuk kuda yang ada di tangannya
"Ta...pi gu...ru bisa...kah Ki...ta ber-... istira...hat se... ben....tar," ucap anak laki-laki yang terkena cambukan itu sambil menahan air matanya yang akan keluar
"APA ANDA BILANG YANG MULIA? ISTIRAHAT? APA ANDA TAU KALAU NEGARA INI BISA KAPAN SAJA HANCUR JIKA ANDA BERISITIRAHAT SEKARANG? TIDAK ADA WAKTU UNTUK BERISITIRAHAT,"
"BELAJARLAH DENGAN BAIK, ULANGI SEMUA JAWABAN YANG SALAH SAMPAI BENAR JIKA ANDA SALAH MENJAWABNYA LAGI MAKA ANDA TAU KAN, APA YANG AKAN TERJADI?" ucap orang yang dipanggil guru itu dengan tatapan dingin dan tajam
"Hiks..."
"Kenapa aku dipaksa terus-menerus untuk belajar?"
"Dan jika aku tidak belajar maka aku akan selalu terkena cambukan kuda,"
"Hiks..."
"Ayah dan ibu sama sekali tidak pernah memahamiku..."
"Ayah... ibu..."
"Guruku selalu memperlakukanku dengan kejam dengan cara mencambuk ku dengan cambuk kuda, apabila aku tidak ingin belajar," ucap anak kecil itu dengan tatapan yang begitu menyedihkan
"Apa kamu bilang dia mencambuk dirimu ketika kamu tidak belajar? bukankah itu wajar jika dia melakukan itu? dan kenapa kamu ingin mengatakannya kepadaku putra mahkota? jika saja kamu belajar maka gurumu tidak akan mencambukmu,"
"Belajarlah dengan baik, dan jangan kecewakan aku," ucap sang ibu dengan tatapan dingin tanpa menunjukkan kasih sayang sedikit pun kepada putranya itu
"Hiks..."
__ADS_1
"Apa benar aku adalah putranya? tidak mungkin seorang ibu memperlakukan putranya dengan begitu dingin,"
"Dan dia bukan memanggilku dengan nama melainkan dengan kata yang mulia,"
"Apa benar jika aku di besarkan hanya sebagai penerus taktha?" ucap anak laki-laki itu dengan air mata yang hampir kering
"Kenapa semua yang ada di depanku membuat perasaanku begitu sakit? Dan laki-laki kecil yang berada di depanku, apa benar itu adalah aku?" ucapnya sambil menatap anak laki-laki itu dan semua kisah yang terjadi di depannya kemudian memutuskan untuk berjalan ke arahnya
"Albern," ucapnya sambil memegang pundak anak kecil itu dengan perasaan ragu
"Kenapa kamu tau namaku? siapa kamu? kenapa kamu ada di sini?" ucap anak laki-laki yang berada di depannya itu sambil menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalir
"Aku adalah kamu, di masa depan," ucap Albern dengan tatapan penuh perhatian
"Masa depan? Apakah di masa depan aku adalah orang hebat? Apakah aku berhasil menjadi seorang raja yang baik?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penasaran dan tangan yang dingin
"Aku belum menjadi seorang raja tapi..."
"aku mengecewakan orang-orang sekitarku setelah aku melalaikan pekerjaanku sebagai seorang putra mahkota," ucap nya dengan tatapan ragu
"Apa kamu bilang? kamu melalaikan pekerjaan? Apa kamu tau waktu dan penderitaan yang aku habiskan?" ucap anak kecil itu dengan tatapan tidak percaya dan kecewa
"Aku tau... tapi... aku tidak mengingatnya," ucap Albern dengan tatapan yang pasrah
"Bukankah kalau begitu aku lebih mati karena aku di masa depan gagal?" ucap anak kecil itu dengan tatapan dingin
"Berhenti, memang aku gagal karena aku tidak mengingat apapun bahkan aku tidak tau penderitaan yang terjadi dengan dirimu, tetapi aku berjanji akan memperbaiki semua yang aku lakukan dan membuat kerajaan lebih baik lagi walaupun tidak di tanganku," ucap Albern sambil berusaha mengulurkan jari kelingkingnya
"Baiklah, aku harap yang kamu katakan itu benar, jadi aku berharap kamu benar-benar, menepati janji yang kamu katakan barusan," ucap anak kecil itu sambil melingkarkan jarinya ke jari Albern
"Bangun atau kamu ingin kehilangan seseorang?" ucap seseorang yang membuat Albern terbangun dari mimpinya dan janjinya dengan dirinya sendiri
Apakah Albern berhasil memperbaiki hubungannya? Berhasilkah dia menepati janjinya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1