Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 121 jika ada maupun tidak ada kalian lanjutkan perbincangan kalian di sini


__ADS_3

"Kenapa aku mau melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan aku?"


"Ditambah lagi Yuria asumsi dari mana kamu menuduhku melakukan ini?"


"Aku berada di pihak netral, jadi aku sudah pasti tidak akan melakukan hal yang buruk terhadap negara ini," ucap Derick dengan tatapan serius


"Derick, kamu tau kan kalau Yuria selalu suka berbicara omong kosong jadi jangan dengarkan omongannya,"


"Jadi tolong maafkan perbuatannya," ucap Shun sambil menutup mulut tunangannya


"Tenang saja aku paham," ucap Derick sambil tersenyum dingin


"Reina, aku ingin berbicara denganmu sebentar bisa kan?" ucap Blake sambil berjalan ke arah Reina


"Tentu saja, kita bicarakan di balkon saja ya," ucap Reina sambil tersenyum


Mendengar perkataan Reina, Blake kemudian mengikuti Reina ke arah balkon.


"Reina, aku ingin tau jawabanmu tentang hari itu, jadi apa jawabanmu?" tanya Blake dengan tatapan gelisah


'Kenapa dia menanyakan masalah itu, aku benar-benar tidak siap untuk menjawabnya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan gelisah dan panik


"Itu ya, aku... aku..."


"Tidak apa-apa, jika kamu masih tidak ingin menjawab pertanyaan aku, aku mengerti," ucap Blake dengan tatapan yang penuh arti


"Blake, maafkan aku ya," ucap Reina dengan tatapan bersalah


"Tidak apa-apa," ucap Blake sambil mengelus kepala Reina


"Aku pergi dulu ya Reina, masih ada sedikit tamu yang mencari ku, kalau kamu merasa kedinginan nanti kamu bisa langsung masuk ke ruangan istirahat," ucap Blake dengan tatapan sedikit tersakiti


"Aku mengerti, terima kasih Blake," ucap Reina sambil tersenyum kemudian menatap langit sedangkan Blake kembali ke dalam

__ADS_1


Di ruangan lain...


"Kamu tidak bercanda kan?" tanya Derick dengan tatapan dingin dan tajam


"Aku juga awalnya tidak percaya tapi aku tidak menyangka kalau dia benar-benar melakukan ini untuk membunuh sang raja,"


"Ditambah lagi walaupun kita memang bilang setia kepadanya pada dasarnya kita juga telah menyalahgunakan janji kita kepada kekaisaran, ini setimpal, benarkan Tuan pemimpin?" ucap Asmodeus dengan tatapan tajam dan senyuman yang dingin itu menatap tuannya


"Tapi... pastinya yang melakukan ini adalah Azazel kan? dia selalu saja membangga-banggakan master dan selalu menginginkan anda berada di posisi teratas bahkan ketika nona di perlakukan buruk di akademi, dia sampai menyusun rencana segila ini," ucap Luke sambil berjalan ke arah masternya


"Walaupun aku yang menyuruhnya untuk merencanakan hal ini bukan berati dia tidak akan mempertimbangkannya dan juga aku tau persis kalau Azazel tidak akan memintanya untuk meracuni raja secara langsung tapi dia akan mengatakan siapapun yang teracuni itu bukan urusanku dan orang yang harus di buat mundur adalah para pendeta itu,"


"Karena dengan mereka yang memegang kuasa politik, kita tidak bisa berbuat apa pun oleh karena itu dia sengaja melakukannya," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Kita nikmati saja peperangan yang akan mereka lakukan, ini bukan hal rugi juga untuk kita" ucap Absyara sambil tersenyum tipis


"Dalbert, apa itu artinya kamu lebih merestui hubungan antara Blake dengan Reina daripada denganku?" ucap Derick sambil memperhatikan yang lain


"Siapa yang bilang seperti itu, aku belum niat membiarkan Reina untuk memilih pasangannya lagi, dan juga memang semua rencanannya sampai saat ini sangat berguna,"


"Aku harap kalian berdua tidak lengah," ucap Dalbert sambil melirik ke arah Derick dan Luke dengan dingin


"Kami paham, tenang saja aku akan waspada, dan juga dia adalah sainganku dalam mendapatkan perasaan Reina," ucap Dalbert sambil tatapan dan aura yang menekan


"Kalau begitu apa ada yang ingin kalian perbincangkan atau kalian sampaikan lagi?" ucap Luke sambil menoleh ke semua anggota yang hadir walaupun anggota yang hadir sedikit


"Baiklah jika ada maupun tidak ada kalian lanjutkan perbincangan kalian di sini, karena jika aku terlalu lama di sini bisa saja aku di curigai sebagai orang yang meracuni raja," ucap Dalbert dengan tatapan dingin sambil berjalan ke luar pintu


"Permisi apa boleh aku berada di sini juga," ucap seorang laki-laki sambil membuka pintu yang berada di dekat balkon


"Ummm..." Gumamnya sambil menoleh ke asal suara


"Kamu... tuan Albern? Tentu saja boleh, tapi Bagaimana anda bisa berada di istana? Apa anda juga seorang bangsawan?" tanya Reina dengan tatapan penasaran dan kebingungan

__ADS_1


"Aku adalah seorang jendral yang memiliki pangkat tinggi jadinya aku diminta untuk hadir dalam acara ini," ucap Albern dengan pemikiran yang cepat


"Tapi aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apa boleh aku tau, tuan Albern berada di pasukan mana?" tanya Reina dengan tatapan yang curiga


'Apa benar dia seorang jendral, kenapa aku tidak pernah melihat muka yang mirip dengannya? Ditambah lagi pakaiannya cukup mewah untuk seorang jendral,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap seluruh pakaian yang lumayan seperti bangsawan


"Tentu saja, aku berada di pasukan rahasia kekaisaran," ucap Albern dengan kaku


"Ah... begitu ya," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya


"Kenapa gadis sepertimu sendirian di sini? Kenapa tidak berada di dalam bersama teman-temanmu?" tanya Albern dengan tatapan penasaran


"Ah... tidak kenapa-kenapa hanya saja aku merasa, kalau bulan dan bintang malam ini bersinar sangat indah jadinya aku menikmati waktuku di balkon," ucap Reina sambil tersenyum


"Kenapa kamu masih bisa tersenyum seperti itu? Kalau aku tidak salah dengar dari pembicaraan para bangsawan kalau kamu dan yang mulia putra mahkota pernah menjalin hubungan, apa kamu tidak sedih? Aku dengar kalian pernah memiliki hubungan yang indah," ucap Albern dengan tatapan penasaran dan sedikit kesal


"Ah... itu ya,"


"Aku akan ikut bahagia dengan semua keputusan yang dia buat, tidak ada alasan untukku bersedih karena dia memutuskan hubungan pertunangan ini, karena kebahagiaannya jauh lebih penting dari segalanya,"


"Aku yakin rakyat ini akan menjadi lebih baik dibawah pemerintahan dirinya nanti, jadi aku cukup sadar akan posisiku yang seperti ini," ucap Reina sambil menggigit bibirnya supaya air matanya tidak berlinang membasahi pipinya sambil menatap ke arah langit


'Jika aku ingin mengatakan tidak sakit hati, itu pastinya tidak mungkin aku bisa ucapkan tapi aku juga harus ingat sekarang aku hanyalah seorang antagonis yang akan berumur pendek jika aku berada di tengah-tengah hubungan mereka dan melihat melihatnya yang tersenyum selalu untukku awalnya sekarang tersenyum lebar untuk orang lain membuatku harus tetap ingat kalau aku bukanlah orang yang pantas untuk itu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan dalam


'Dia benar-benar tidak memilih untuk melakukan hal yang seharusnya dia pertahanan tetapi dia malah merelakan hubungan ini? sebenarnya apa yang dia inginkan?' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk melihat Reina yang mengucapkan itu tanpa rasa berberat hati sedikit pun


"Ah iya.... aku izin pergi undur diri dulu, karena sudah larut, tuan Albern semoga hari anda menyenangkan," ucap Reina sambil berjalan melewati Albern yang berada di depannya dengan kepala tertunduk


"Reina, kakak pikir kakak tidak akan menemukanmu," ucap Dalbert sambil menatap adiknya yang berlari ke arahnya


"Reina, Apa yang terjadi?" ucapnya lagi sambil mengernyitkan dahinya setelah melihat keadaan adiknya


Apakah Albern akan langsung naik takhta? Apakah sang raja akan benar-benar mati? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2