Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 184 Hanya mereka yang bisa lolos


__ADS_3

Lembaran baru telah berganti dan pagi yang cerah membuat orang-orang sangat bersemangat.


"Reina, apa kabar?" ucap seseorang yang berada di belakangnya


'Siapa yang memanggilku? Apa perasaanku saja?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang kebingungan karena dia tidak merasa pernah memiliki seorang teman


"Yuria, kamu memanggil seseorang? kalau kamu berbicara sendiri tolong jangan berbicara di depan umum karena kamu adalah salah satu dewan kesiswaan," ucap Shun dengan tatapan dinginnya


"Hah..."


"Aku bergabung karena di minta dan juga aku tidak sedang berbicara sendiri,"


"Aku sedang memanggil gadis yang ada di depanku,"


"Yaitu Reina Elice Halmiton, dia adalah anggota baru dewan kesiswaan, dan dia baru saja bergabung kemarin jadi tidak ada salahnya kalau aku memanggilnya sebagai seorang teman dan rekan nantinya," ucap Yuria dengan tatapan yang ketus ke arah laki-laki di depannya


'Siapapun tolong aku, sejak aku masuk dewan kesiswaan sampai sekarang, kenapa cuma aku yang diberikan tugas untuk menjaga wakil sekretaris ini,'


'Dari awal aku tau si ketua itu sengaja menyuruhku masuk ke dewan kesiswaan pasti ada maksud tertentu bukan karena aku berasal dari timur yang merupakan pertukaran pelajar,' ucap Shun di dalam hatinya dengan tatapan yang pasrah dan lelah


'Kenapa dia tidak menoleh ke arahku? Apakah aku orang aneh? Atau dia tidak sadar kalau aku memanggilnya? Pasti begitu, kalau begitu aku yang harus menghampirinya,' ucap Yuria di dalam hatinya sambil berjalan dengan cepat ke arah Reina


"REINA," teriak Yuria dari kejauhan


'Dia melakukan hal yang memalukan aku lagi,' ucap Shun di dalam hatinya dengan tatapan terluka karena menahan malu


'Jadi ada yang benar-benar memanggilku?' ucap Reina di dalam hatinya dengan terkejut


"UMM.." ucap Reina sambil menoleh ke arah belakang untuk mengingat-ingat siapa orang yang memanggilnya dan tidak asing


"Aku yakin kamu lupa denganku, aku adalah Yuria,"


"Wajar untuk lupa jika baru dua kali bertemu tapi aku yakin lama-lama kita akan menjadi teman dekat," ucap Yuria sambil memegang tangan milik Reina dengan seenaknya tanpa meminta izin namun tiba-tiba...


"Plak..."


"Kamu kenapa ada di sini Yuria?"


"Kelasmu beberapa menit lebih awal dibandingkan dengan kelas lain hari ini, jadi daripada kamu mengganggu Reina bukankah kamu lebih baik pergi ke kelasmu sekarang?" ucap laki-laki yang menampar tangan milik Yuria dan memegang tangan milik Reina dengan tatapan yang tertuliskan di wajahnya

__ADS_1


"**Jangan dekati Reina, dia milikku,"


"Bawa Yuria jauh dari sini Shun, kalau tidak kamu akan aku berikan hadiah yang pastinya akan membuat dirimu tidak akan baik-baik saja**,"


'Kenapa dia begitu menyeramkan,


"Albern, kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu buk-"


"Maafkan aku Albern dan nona Reina, biar aku yang urus dia,"


"Dia memang sering seperti ini, sering lupa dengan sesuatu oleh karena itu aku harus membawanya ke kelas dulu,"


"Kami berdua pergi dulu," ucap Shun sambil tersenyum kaku karena takut dengan senyuman Albern yang terlihat dingin


"Hummm baiklah kalau begitu," ucap Reina dengan tatapan kebingungan


'Entah kenapa aku merasa di belakangku dingin,' ucap Reina di dalam hatinya dengan kebingungan


"Reina, nanti siang mau makan bersama denganku?" ucap Albern dengan senyuman lembut


"Emm... tentu saja boleh, kemarin-kemarin kita juga tidak bisa makan siang bersama, jadi aku rasa kita bisa makan siang bersama hari ini," ucap Reina sambil mengangguk setuju


""Albern, kenapa kamu menatapku terus? Apakah ada sesuatu di wajahku hingga kamu menatapku terus?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Tidak ada apa-apa, hanya saja ada kelopak bunga yang jatuh di atas kepalamu," ucap Albern sambil tersenyum


"Eh benarkah? Dimana?" ucap Reina dengan tatapan yang kebingungan


"Biarkan aku saja yang mengambilnya," ucap Albern sambil tersenyum kemudian di angguk setuju oleh Reina


"Ini kelopak bunganya," ucap Albern sambil menunjukkan kelopak bunga itu ke hadapan Reina


"Terima kasih Albern," ucap Reina sambil tersenyum


""Albern, aku rasa aku pergi dulu ke kelas karena hari ini adalah pelajaran dari guru yang lumayan menyeramkan,"


"Jadi sampai bertemu nanti," ucap Reina sambil berjalan meninggalkan Albern yang sedang terdiam itu


"Masih saja kamu berusaha bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa,"

__ADS_1


"Mana ada kelopak bunga di rambutnya Reina? Jelas-jelas kamu hanya ingin mencari perhatian dari Reina kan?"


"Aku melihatnya dari jauh semua yang kamu lakukan dari awal hingga akhir," ucap seseorang yang berjalan ke arahnya dengan senyuman yang membuat orang kesal


"James, sepertinya kamu memiliki banyak waktu hingga kamu bisa berbicara seperti ini denganku,"


"Padahal pekerjaan yang diberikan oleh dewan kesiswaan banyak dan bahkan hampir tidak pernah tersentuh karena kesibukan," ucap Albern dengan tatapan yang dingin dan aura yang menekan


' Kenapa setiap aku berbicara dimatanya selalu salah? padahal orang-orang bisa berbicara salah juga,' ucap James di dalam hatinya dengan perasaan yang tidak enak dan merinding


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kenapa kamu terlihat tidak senang?"


"Aku baru saja menyelesaikan bagian yang aku kerjakan kemarin , jadi aku harap kamu tidak melakukan sesuatu yang aneh-aneh Albern," ucap James dengan tatapan dingin dan senyuman kaku didampingi oleh keringat dingin


"Siapa yang bilang kalau aku akan menambah pekerjaanmu atau melakukan hal yang aneh? Aku cuma berbicara tentang pekerjaan di depan kesiswaan yang sudah menumpuk bergunung-gunung hingga sekarang belum di kerjakan,"


"Dan aku juga memang tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan itu sendiri jadi aku harap kamu membantuku dalam menyelesaikan semua pekerjaan ini,"


"Karena sepertinya aku melihatmu sangat menikmati tontonan hubungan orang lain padahal kamu sendiri ucap Albern masih saja sendirian jadi kamu harus membantuku,"


"Kamu mau kan mengerjakannya?" ucap Albern dengan dengan tatapan dinginnya


'Kalau aku menolak aku akan mati kalau aku tidak menolak aku juga akan mati, tidak ada pilihan lain selain atasan memberikan perintah," ucap James di dalam hatinya dengan tatapan yang pasrah


"Baiklah, akan aku kerjakan semuanya," ucap James dengan tatapan pasrah sambil menaikan kacamatanya


Di suatu ruangan di dalam akademi...


"Pion yang kita miliki begitu lemah sepertinya," ucap Dezria yang duduk di kursi sambil bermain catur


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan


"Putra mahkota dan sekretarisnya mungkinkah membuat sebuah keajaiban sehingga mereka berdua bisa lolos dua kali tanpa kegagalan,"


"Mereka sangat unggul saat ini, walaupun banyak orang yang mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NHBNTA,"


"Hanya mereka yang bisa lolos," ucap seorang laki-laki yang memegang sebuah pedang


Apakah yang akan dilakukan oleh Albern dan James? Apakah Albern dan Reina bisa makan siang bersama? Apakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2