
"Ugh... kenapa rasanya mansion sepi ya? Sudah berapa lama aku tidur? Olivia ada di mana ya sekarang?" Gumam Reina sambil membuka matanya dan melihat keadaan sekitarnya
"NONA!!"
"Akhirnya anda bangun saya pikir anda tidak akan bangun lagi," ucap Olivia sambil berlari memeluk nona mudanya yang berada di kasur dan berusaha bangun dari kasurnya namun gagal
"Memangnya aku akan mati apa?" ucap Reina dengan nada kesal
"Tentu saja saya tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi nona," ucap Olivia dengan menggelengkan kepalanya
"Kenapa aku merasa mansion begitu sepi? Sudah berapa lama aku tertidur? Dan entah kenapa aku bermimpi buruk tentang kedua orang tuaku kecelakaan saat menuju ke kediaman marques Halmiton Veronika,"
"Aku harap itu hanyalah mimpi," ucap Reina dengan tatapan yang sedikit suram
'Nona, menganggapnya hanya mimpi? perlukah aku mengatakan yang sebenarnya kalau yang dia dengar itu adalah kenyataan dan pada saat yang bersamaan dia mengalami overload sihir,' ucap Olivia di dalam hatinya dengan tatapan ragu-ragu dan kebingungan
"Olivia, ada apa? apakah ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Reina dengan tatapan serius
Olivia yang dipanggil itu hanya diam dan tidak menatap nonanya.
"Olivia, apakah orang tuaku benar-benar meninggal? Dan aku membuat seluruh mansion tertutup sihir kegelapan?" ucap Reina dengan tatapan dingin
Melihat Olivia yang begitu kebingungan dan ragu-ragu itu.
"Apa aku benar?" tanya Reina dengan dingin
"Aku mohon jawab aku Olivia, aku berjanji akan menerimanya dengan lapang kali ini," ucap Reina dengan tatapan dinginnya
"Nona yang anda katakan barusan itu adalah kenyataan yang terjadi, tuan dan nyonya meninggal dunia pada saat kecelakaan itu," ucap Olivia dengan perasaan berat
"Ternyata benar ya..." ucap Reina dengan air mata yang mengalir melalui pipinya
"NONA!!!" teriak Olivia dengan tatapan panik
"Tenanglah aku baik-baik saja, hanya saja aku mengingat kenangan di masa lalu saat mereka masih berada di sisiku dan di sisi kakak,
"Mereka adalah orang tua yang sangat luar biasa untukku, karena mereka selalu merawat kami dan mengkhawatirkan kami dari kecil hingga ujung kematiannya," ucap Reina dengan senyuman pahitnya
"Nona..." ucap Olivia dengan tatapan yang khawatir
__ADS_1
"Apakah kita bisa berkunjung ke makam mereka sekarang?" tanya Reina dengan tatapan serius
"Nona, tuan dan nyonya belum dimakamkan karena tuan muda bilang ingin dimakamkan pada saat anda bangun dari tidur panjang nona," ucap Olivia dengan tatapan serius
'Ah... ternyata kakak ingin aku melihat wajah ayah dan ibu sebelum dikuburkan, memang kakak adalah orang yang sangat peduli denganku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman tipis
"Kalau begitu bisakah kamu membantuku Olivia untuk bangun dari tempat tidur, aku ingin melihat ayah dan ibu,"
" Dan aku sudah lama tidak berjalan dan aku sepertinya lupa cara berjalan dengan benar," ucap Reina sambil menatap Olivia dengan tatapan yang begitu dipaksakan
"Nona, izinkan saya menggendong anda kalau begitu," ucap Olivia sambil tersenyum
"Tapi kan aku berat?" ucap Reina sambil menatap Olivia dengan tatapan tidak percaya
"Nona sudah lama tidak menyadarkan diri itu bukankah menjadi ringan seringan kapas," ucap Olivia sambil menggendong nonanya dengan gaya bridal style
'Bagaimana dia bisa mengangkatku dengan begitu mudanya? apa dia benar-benar seorang pelayan saja?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan terkejut dan sedikit panik
'Syukurlah nona sekarang keadaannya lebih baik dari sebelumnya,' ucap Olivia di dalam hatinya sambil menatap nona yang digendongnya itu menuju ke aula mansion yang telah terletak dua peti mati yang di liputi sihir es yang digunakan untuk mengawetkan mayat kedua orang tuanya itu
"Olivia tolong turunkan aku," ucap Reina sambil memegang lengan baju milik pelayannya untuk menurunkan dirinya di depan kedua peti mati itu dengan perlahan Reina berusaha berjalan ke depan peti mati itu untuk melihat wajah orang tuanya yang telah tertidur dengan damai
"Ibu..."
"Terima kasih telah merawat aku dan kakak selama ini, mungkin Reina memang awalnya tidak percaya bahkan tidak menerima kalau ayah dan ibu akan meninggalkan kami secepat itu tapi aku sekarang akan berusaha tegar untuk menerima kematian ayah dan ibu di sini,"
"Aku berharap ayah dan ibu bisa tertidur dengan tenang di alam sana,"
"Aku pasti akan menjaga kakak dengan baik di sini," ucap Reina dengan air yang mengalir melewati pipinya itu dan menetes jatuh ke sala satu peti itu
"Olivia, aku ingin tau ke mana semua pelayan yang ada di mansion ini?"
"Apa kakak membunuh semua pelayan?" ucap Reina yang dari tadi tidak melihat seorang pelayan pun di dalam mansion saat dia lewat
"Nona, anda tidak baik berprasangka buruk kepada tuan muda,"
"Semua pelayan sekarang berada di istana kekaisaran untuk membuat acara penobatan raja baru sukses karena banyaknya tamu yang datang ke kerajaan jadi istana kekaisaran kekurangan pelayan dan mau tidak mau semua pelayan bangsawan diminta untuk datang ke istana untuk menyiapkan pesta yang besar-besaran,"
"Aku juga harusnya ikut membantu dalam pesta tersebut tetapi karena nona belum sadar dari tidur panjang, aku memutuskan untuk tinggal di sisi nona dan merawat nona," ucap Olivia dengan tatapan bangga
__ADS_1
"Kalau begitu kakak sekarang kakak juga ikut menyiapkan pesta itu?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Tidak, tetapi hari ini adalah upacara penobatannya, oleh karena itu tuan hadir sebagai tamu dan juga banyak sekali yang datang dari luar kekaisaran," ucap Olivia sambil mengingat-ingat
"Ah... begitu ya," ucap Reina dengan menganggukkan kepalanya
"Apa bisa aku menyusul kakak ke sana Olivia?" tanya Reina dengan tatapan serius
"Eh? tapi nona baru saja bangun dari tidur panjang di tambah lagi nona kan masih harus belajar berjalan pelan-pelan? bukankah lebih baik anda tidak hadir nona?" ucap Olivia dengan tatapan terkejut
'Aku penasaran bagaimana tampangnya sekarang sebagai seorang raja negara ini,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan sedikit pahit
"Aku ingin pergi, jadi tolong bantu aku siapkan," ucap Reina dengan tatapan serius dan tajam
"Baiklah, kalau begitu kita akan pastikan nona menjadi perempuan terbaik," ucap Olivia dengan pasrah
Di istana kekaisaran...
"Tolong berikan kami jawaban yang bisa memuaskan kami, yang mulia putra makhota,"
"Anda tidak mungkinkan memberikan jawaban yang menyinggung perasaan raja bagian timur tengah," ucap Derick sambil menyeringai ke arah Albern
"Derick, kamu tidak bisa mengatakan seperti itu, itu tidak sopan bagaimana pun orang di depanmu adalah orang yang akan menjadi raja negara ini selanjutnya," ucap James sambil berjalan ke depan Albern
"James, kamu ingin membelanya tolong pikirkan situasi sekarang," ucap Derick sambil menyeringai
"James, aku tidak apa-apa,"
"Biar aku yang berbicara," ucap Albern dengan tatapan tajam dan tegas
'Oh ternyata dia sudah benar-benar berubah aku pikir dia masih bermain-main dengan posisinya,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap Albern
"Elena, minta maaf kepada raja timur tengah," ucap Albern dengan tatapan dingin
'Ck, Kenapa jadi seperti ini?' ucap Elena di dalam hatinya dengan tatapan tidak percaya
Apakah Elena akan benar-benar meminta maaf? Apakah Reina masih tidak bisa merelakan Albern? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1