
"Albern, kenapa kamu bisa ada di sini? aku tidak memintamu untuk datang hari ini ke ruangan dewan kesiswaan," ucap Derick sambil mengerutkan keningnya
'Bagaimana dia tau kalau hari ini, kami semua ada di sini? Reina bisa saja mengalami trauma kembali,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Reina yang sudah muka pucat
"Bagaimana aku mengetahuinya bukankah ini bukan urusanmu? dan James kamu bukankah adalah asisten pribadiku jadi seharusnya kamu berada di pihakku," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam ke arah James
"Hah... Albern, aku hanya datang karena aku di undang dan juga sejak kapan kamu berubah menjadi seperti ini,"
"Aku kemana itu bukankah itu bukan urusanmu, Aku yakin kamu pasti akan baik-baik saja kan? Bukankah kamu sendiri lebih suka menghabiskan waktu bersama Elena dibandingkan dengan pekerjaanmu, aku ini bukan seorang budak yang harus menuruti semua keinginanmu Albern," ucap James sambil menaikkan kacamata sambil berusaha tenang
"Kamu... kamu..." ucap Albern sambil menggigit bibirnya
"Aku tidak tau apa yang membuatmu berubah belakangan ini, tapi jika kamu tidak mengerjakan pekerjaanmu dengan benar maka aku tidak akan membantumu lagi dalam mengerjakan pekerjaan untukmu naik takhta nantinya," ucap James sambil menggelengkan kepalanya dengan pasrah
__ADS_1
"Aku yakin perempuan sepertimu memang hebat Reina, bisa menggoda seorang laki-laki dan membujuknya untuk menjadi pemberontak seperti itu," ucap Albern dengan tatapan merendahkan Reina
"Albern, jangan pernah kamu membawa-bawa Reina dalam pertengkaran kita, sejak awal hubungan kita hanyalah kerja sama semata dan aku yakin kamu bisa menyelesaikannya tanpa aku karena kamu bilang katedral memiliki hubungan yang baik denganmu," ucap James dengan senyuman kecewa melihat orang yang di percayakannya selama ini ternyata hanya memandang kalau dia adalah orang yang mudah tergoda dan melupakan janjinya begitu saja
"Albern, kamu sudah dengarkan apa yang di ucapkan oleh mereka? Aku juga tidak ingin banyak berbicara mengenai hubunganmu yang terlalu dekat dengan katedral tapi ada satu hal yang ingin aku ingatkan dan aku harap kamu bisa mengingatnya,"
"Ketika telah sampai kepada akhir sebuah cerita dengan mengenaskan kamu tidak bisa mengulang cerita itu kembali untuk mengubahnya menjadi cerita yang membahagiakan," ucap Derick dengan tatapan dingin
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan memerlukan bantuan darimu, aku pasti bisa menyelesaikan ini dengan baik," ucap Albern pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal
"Tenang saja, aku baik-baik saja hanya saja kenapa kalian semua bertidak senekat itu kepada Albern? Dan Kenapa kamu sampai ingin memutuskan hubunganmu dengan Albern, James?
Jika ini ada hubungannya denganku aku minta maaf dan aku harap kalian berdua bisa kembali akur," ucap Reina dengan tatapan perasaan bersalah
__ADS_1
"Tidak, ini bukan salahmu Reina, aku memang akan memutuskan hubungan dengan Albern tapi aku akan tetap berada di istana untuk menatapnya dari jauh karena aku telah mendapatkan sebuah jabatan di istana dari yang mulia raja, beberapa hari yang lalu setelah Albern sembuh,"
"Aku awalnya ragu dengan tawaran itu karena bagaimanapun Albern adalah orang yang telah aku anggap sebagai keluarga sendiri tetapi setelah aku melihat dia menjadi sangat berbeda,"
"Aku telah memutuskan untuk mengambil posisi ini dan bekerja untuk istana bukan untuknya," ucap Albern sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit
"James, tawaranku barusan masih berlaku, kapan pun aku pasti akan menunggumu," ucap Derick sambil menyeringai
Di sisi lain...
'Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi dengan ku tapi rasanya perasaan ini sangat sunyi dan begitu sesak ketika aku mengucapkan hal yang tidak ingin atau tidak seharusnya aku ucapkan,'
'Aku ini sebenarnya kenapa? Kenapa aku bisa sekejam ini?' ucap seorang laki-laki yang terbaring lemas menatap langit-langit kamarnya
__ADS_1
Siapakah orang yang terdengar seperti menyesal? Apakah Reina benar-benar baik-baik saja? Apakah James benar-benar serius tidak terlalu khawatir dengan Albern? Apakah benang yang kusut ini bisa kembali menjadi benang yang lurus?
REINKARNASI REINA