Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 118 kakak benar-benar memiliki niat untuk memberontak kepada kekaisaran?


__ADS_3

"Ah.. itu... kami menghabiskan waktu di akademi seperti biasa kok, tidak ada yang banyak berubah," ucap Absyara sambil melirik ke arah teman-teman yang lain


"Cara kalian bicara dan cara kalian saling melirik satu sama lain itu membuatku merasa kalau kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku,"


"Tolong jangan sembunyikan apa pun dariku," ucap Reina dengan tatapan khawatir


"Itu... Albern dan Elena mencalonkan diri sebagai pemimpin dewan kesiswaan selanjutnya dan mereka berhasil memenangkan suara terbanyak dari para murid sekarang mereka duduk di kursi dewan kesiswaan," ucap Blake dengan tatapan pasrah


"Terus? Apa yang menjadi permasalahannya?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Awalnya semuanya tidak ada yang aneh tapi beberapa minggu setelah Elena menjabat dia seperti bertindak semua siswa adalah pelayannya dan harus memenuhi semua keinginannya, bisa dibilang dia menyalahgunakan kekuasaan namun karena dia adalah calon tunangan putra makhota tidak banyak yang bisa di lakukan oleh para siswa dan mereka teringat dengan dirimu,"


"Mereka berharap kamu kembali dan bergabung ke dalam dewan kesiswaan, untuk mengatur akademi," sambung Absyara sambil menatap Reina dengan tatapan serius


"Walaupun aku diminta untuk kembali, aku tidak bisa berbuat apa pun sekarang identitasku adalah seorang nona bangsawan bukan lagi siswa akademi dan siswa yang di keluarkan tidak akan bisa kembali ke akademi, bukankah kalian tau itu?" ucap Reina sambil tersenyum pahit


"Apa semua siswa tidak bisa mengatakan kepada guru atau yang lain?" tanyanya lagi dengan tatapan kebingungan


"Semua siswa termasuk guru seolah-olah diharuskan untuk patuh kepada perempuan itu, itu sangat aneh tapi memang begitulah kenyataannya,"


"Yang membuatnya patuh bukanlah identitasnya sebagai calon tunangan putra makhota tapi seperti sebuah sihir yang membuat orang menjadi patuh apa pun itu, karena apabila dia menggunakan gelarnya calon tunangan putra makhota itu tidak berdampak kepadanya, karena para guru memiliki posisi lebih tinggi di bandingkan dengan calon tunangannya," ucap Absyuri dengan tatapan serius menatap Reina


"Bagaimana dengan kalian sendiri? Bukankah kalian adalah anggota dewan kesiswaan?" tanya Reina


"Kami semua memundurkan diri karena Elena bergabung ke dalam dewan kesiswaan, jadi hanya Albern saja yang mengerjakan semua pekerjaan yang harusnya Kami lakukan," ucap Yuria sambil menatap rak-rak lemari buku milik Reina


"Kalau begitu apa kalian semua akan hadir dalam pesta pertunangan itu? kalau aku dan Shun berencana tidak hadir tetapi karena itu menggunakan cap istana kami terpaksa harus hadir berdua," ucapnya lagi sambil menoleh ke arah semua orang yang sedang duduk bersantai


"Kami berdua tidak wajib datang lagi pula kami berdua bukan benar-benar berasal dari tanah air ini jadi tidak datang tidak masalah untuk kami berdua," ucap Absyara sambil menyeringai


"Karena dia adalah saudara kandungku, aku harus menghadirinya dan Reina apa kamu punya pasangan untuk pergi ke sana?" ucap Blake dengan tatapan lembut

__ADS_1


"Aku akan pergi bersama kakakku, sangat sulit kalau aku pergi ke mana tidak didampingi oleh kakakku sendiri. Ditambah lagi karena aku di keluarkan dari akademi sekarang sudah pasti akan menjadi topik pembicaraan orang-orang berdarah biru itu, jadi menurutku pergi dengan kakakku adalah solusi terbaik untukku," ucap Reina sambil tersenyum pahit mengingat pesta yang terakhir dia kunjungi bersama dengan orang yang pernah dia cintai


"Reina, kamu tidak perlu bersedih karena kami akan selalu ada untuk dirimu jadi nanti sebelum masuk ke dalam aula ada baiknya kita kumpul bersama-sama jadi kita juga bisa membantumu menghadapinya, bagaimana kamu setuju?" ucap Shun sambil menatap Yuria yang begitu lekat dengan tunangannya membuatnya sedikit emosi karena tidak di perhatikan


"Setuju," ucap semuanya dengan serentak


"Tok.... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Ah... biarkan aku yang membuka pintunya, karena kalian semua adalah tamu jadi cukup duduk manis di sana." ucap Reina sambil berjalan ke pintu untuk membukakan pintu


"Olivia, masuklah dan tolong sajikan teh ke cangkir mereka masing-masing," ucap Reina sambil membukakan pintu dengan lebar supaya troli yang dibawa oleh Olivia bisa di bawa masuk ke dalam ruangan


Setelah adanya teh dan camilan yang di sajikan di atas meja, mereka melanjutkan obrolan dan canda tawa mereka yang dialami selama tidak ada Reina. Hingga satu minggu sebelum pesta yang di temani malam berbintang mulai menyinari panggung resmi di mulai...


"Olivia, menurutmu bukankah saat-saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk pergi ke alun-alun kota, aku ingin sedikit berkeliling di kota, bolehkan?" ucap Reina dengan tatapan memelas


" Baiklah, kita akan ke sana jadi sekarang nona harus berisap-siap terlebih dahulu," ucap Olivia sambil mengangguk iya


"Kalau begitu sekarang kita harus izin kepada tuan muda, karena kalau tuan muda mencari anda dan anda tidak ada di tempat mungkin nantinya akan ada pembantaian di dalam mansion," ucap Oliva dengan perasaan merinding


"Baiklah," ucap Reina dengan tatapan pasrah


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


'Kakak bukannya ada di ruang kerja ya? Apa aku masuk saja? masuk saja,' ucap Reina di dalam hatinya kemudian membuka pintu ruangan itu


"Bukankah aku sudah bilang kalau jadinya sekarang para menteri semakin akan melakukan gerakan dengan terang-terangan, kamu saja yang kemarin-kemarin hanya mengatakan iya dan iya," ucap  Derick dengan tatapan kesal


"Ah... benarkah? tapi bukankah ini kesempatan yang bagus untuk menghasut yang mulia raja untuk menjebak mereka?" ucap Dalbert sambil menyeringai


"Kamu pikir penasihatnya adalah orang yang mudah ikut di ajak bicara dan menghasut yang mulia? Sekarang itu tangan kanan yang mulia raja juga adalah James Clover dia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam semua bidang bisa di bilang orang yang memiliki hampir segalanya, dia bisa-bisa mencurigai kita untuk membuat lubang para faksi," ucap Derick dengan tatapan kesal kemudian menoleh ke arah pintu

__ADS_1


"Reina?" ucap keduanya dengan serentak dan terkejut


"Kakak, apa kakak benar-benar memiliki niat untuk memberontak kepada kekaisaran?" tanya Reina dengan tatapan terkejut dan tidak percaya


"Reina, kamu mendengarkan semua pembicaraan kami?" tanya Dalbert dengan tatapan tajam


"Kalau kakak ingin aku menjawab pertanyaan kakak, jawablah dulu pertanyaanku barusan," ucap Reina dengan tubuh yang gemetaran


"Hah... aku rasa tidak perlu ada yang harus di rahasiakan lagi tentang ini Dalbert,"


"Reina, begini kami tidak pernah ada niat untuk melakukan pemberontakan dan kami akan selalu setia kepada kekaisaran ini, kemudian tugas yang kami lakukan adalah untuk membasmi para bangsawan yang memiliki sifat egois dan haus akan kekuasaan,"


"Kamu tau keluarga yang terkenal dengan kemampuannya di dunia politik dan merupakan adik dari yang mulia raja? Dia adalah orang yang seharusnya naik taktha pada saat itu tetapi raja pada saat itu memilih raja saat ini untuk memimpin negeri ini, semua orang di faksinya kecewa dengan keputusan raja saat itu dan mereka berniat melakukan pemberontakan tetapi karena pada saat itu bertepatan dengan kehancuran keluarga Duke Derick maka keamanan yang di anggap melemah ternyata menjadi tiga kali lebih ketat dibandingkan sebelumnya oleh karena itu mereka menunda pemberontakannya dan mulai mengumpulkan lebih banyak orang lagi untuk memperkuat pemberontakannya,"


"Karena aku yang tersisa dari keluargaku dan kakakmu yang menyelamatkan aku pada saat itu maka aku juga beralih ke netral dari pihak yang mulia raja, tugas dari faksi netral adalah melindungi kekaisaran dari para pemberontakan jadi jika kamu mengatakan ini adalah pemberontakan kamu salah besar ini adalah perang antar faksi, semua orang dari faksi netral sekarang berusaha mengurangi dampak pemberontakan," ucap Derick dengan tatapan serius


"Maafkan aku datang tiba-tiba datang dan mengatakan kalau keluarga kita melakukan pemberontakan, dan aku mendengarkan semuanya,"


"Kakak, jika ada yang bisa aku bantu, aku ingin membantu kakak mengatasi masalah ini," ucap Reina dengan tatapan tajam ke arah kakaknya


"Reina, kamu cukup menjalani hidupmu apa adanya, sekarang para faksi telah menjalankan rencana mereka jadi kamu tidak perlu melakukan apa pun paham jadi kenapa kamu ke sini?" ucap Dalbert dengan tatapan lembut ke arah Reina dan memeluk adiknya


"Sebentar lagi pesta pertunangan di adakan di istana kekaisaran, jadi kakak aku ingin pergi ke alun-alun kota untuk berjalan-jalan," ucap Reina dengan ragu dan menundukkan kepalanya


"Boleh, lakukan saja tapi ditemani oleh Olivia dan Luke paham?" ucap Dalbert dengan tatapan serius


"Baik, aku paham," Jawab Reina kemudian berlari meninggalkan ruangan


"Apa Blake telah memancing musuh dengan baik?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin ke arah Derick


Apa yang di pancing oleh Blake? Apakah keluarga Halmiton akan berhasil membasmi para pemberontak? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2