Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 193 Kamu seharusnya sudah mati


__ADS_3

Ditemani oleh buku-buku yang tersusun rapi di ruangan tersebut seorang gadis yang menunggu janji yang berikan oleh laki-laki yang begitu baik kepadanya.


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu itu dengan cepat Reina yang mendengarkan ketukan pintu itu langsung membuka pintu itu dengan cepat...


"Akhirnya Blake kamu datang ke sini," ucap Reina dengan riang sambil membuka pintu namun yang telah menanti dirinya dari balik pintu itu bukan orang yang dia nantikan namun yang datang adalah orang-orang yang menggunakan pakaian serba hitam.


Reina yang melihat itu merasakan firasat buruk langsung menutup pintu itu namun dengan cepat dia dibuat pingsan oleh orang-orang yang berbaju hitam itu dan di bawa pergi entah kemana...


Beberapa jam kemudian...


"Reina ada di ruangan perpustakaan khusus ini,"


"Saya harap anda mau mendengarkan Ucapan nona Reina dengan penuh kepercayaan," Blake sambil menunjukkan pintu yang ada didepannya kepada Dalbert


'Aku sudah menduganya Reina adalah anak yang sangat hebat karena dia bisa mendapatkan ruangan perpustakaan yang cukup sulit untuk dipenuhi persyaratannya,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan perasaan bangga karena telah mengetahui adik perempuannya adalah anak yang sangat membanggakan keluarganya


Diketoknya pintu ruangan tempat Reina berada namun tidak ada respon apapun dari balik pintu itu dengan curiga mereka meminta tolong kepada penjaga perpustakaan untuk membuka ruangan yang terkunci itu, namun siapa sangka kunci ruangan itu masih berada di atas meja dan buku-buku milik gadis yang di sukai olehnya masih berada di dalam ruangan itu. Walaupun begitu perempuan itu seperti pergi menghilang tanpa jejak.


"Reina, ada dimana?" tanya Dalbert sambil menatap seluruh ruangan yang kosong itu dengan firasat buruk dan tatapan tajam


"Tuan pemimpin, tadi nona Reina masih berada di ruangan saat saya tinggalkan tapi seperti yang anda lihat nona Reina tidak berada di dalam ruangan sekarang,"


"Dengan bukti kunci milik nona Reina masih berada di dalam ruangan ini tidak tersentuh atau bergerak sedikitpun dari posisinya," ucap Blake dengan tatapan khawatir namun dengan kepala tertunduk karena dia tau kalau Dalbert bukan orang yang bisa di ajak berbicara jika memberikan banyak alasan lagi.


"Maafkan kelalaian saya, saya akan mencari nona Reina sekarang tuan pemimpin," ucap Blake dengan berlutut dan tubuh gemetaran karena aura yang di keluarkan oleh Dalbert begitu mengerikan


"Baiklah, kumpulkan semua anggota NHBNTA sekarang untuk ke sini jika tidak jangan harap untuk bisa dengan tenang menjalankan kehidupan dengan tenang," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan aura yang menyeramkan


"Baik, akan saya laksanakan tuan," ucap Blake dengan gemetaran menahan aura kegelapan yang begitu kuat


Di suatu tempat di akademi...


"Ini ada dimana?"


"Tempat ini bukankah ada di taman akademi? Bukankah tadi aku berada di perpustakaan?"


"Albern, apa kamu sudah baikan?" ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu siapa? Apa kita sudah pernah bertemu sebelumnya? tapi maafkan aku, aku tidak ingat pernah bertemu dengan gadis seperti dirimu," ucap Albern dengan tatapan dingin dan pergi meninggalkan dirinya

__ADS_1


"Kenapa hatiku sakit melihat ini?" ucap Reina sambil menatap kejadian yang berada di depan matanya


Di aula pesta dansa...


"Tempatnya berubah lagi?" ucap Reina sambil menatap ruangan yang tiba-tiba berubah itu


"REINA!!" teriak mereka dengan serentak


"Itu bukankah aku? Tapi bagaimana mungkin aku tertusuk oleh pedang?" ucap Reina sambil menatap kejadian yang begitu nyata itu sekali lagi dia merasakan sakit dengan sesak di bagian dadanya karena melihat kejadian yang berada di depan matanya


"Albern," ucap Reina dengan begitu pelan


"Reina," ucap Albern kemudian menopang Reina dan menggenggam tangan perempuan itu


"Hidupku tidak lama lagi, ini adalah sedikit kesadaran yang aku miliki,"


"Jadi dengarkan aku,"


"Aku harap kamu bahagia dengan kehidupanmu,"


"Jangan pernah menganggap kematian yang terjadi kepadaku karena kesalahan dirimu,"


"Dan aku minta maaf karena telah bertindak seenaknya padahal kamu melupakan diriku," ucap Reina dengan tatapan senyuman yang dipaksakan


"Akulah yang harusnya meminta maaf kepadamu, karena aku baru mengingat kembali semuanya setelah dirimu yang mengorbankan diri untukku,"


"Jadi aku mohon jangan banyak bicara sampai para dokter datang kemari Reina," ucap Dalbert dengan tubuh yang gemetaran dan tangan dingin


"Albern, maaf dan terimakasih atas semua kenangan indah yang pernah kamu lakukan untuk diriku,"


"Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu walaupun itu telah terlambat,"


"Aku mencintai dirimu,"


"Jadi aku harap kamu bahagia setelah aku meninggalkan dirimu," ucap Reina sambil tersenyum dan mengusap air mata milik Albern kemudian dengan penuh senyuman tanpa penyesalan Reina menutup matanya untuk selama-lamanya


"Kenapa aku merasa kalau aku benar-benar merasakan kejadian ini? Dan menganggap kalau kejadian ini benar-benar nyata?" ucapnya sambil menatap kejadian yang berada di sana


"Tempatnya berubah lagi?"

__ADS_1


"Dalbert, aku bukannya ingin melarangmu untuk  menyogok kematian adikmu di kembalikan tapi yang ingin aku katakan dia tidak akan pernah bisa kembali lagi karena itu adalah keputusan dari dirinya sendiri yang telah memutuskan untuk tidak hidup kembali atau Reinkarnasi,"


"Ditambah lagi aku harus mengurus masalah keributan tentang reinkarnasi dirinya ke dunia atas,"


"Aku yakin kamu telah mengetahui fakta ini hanya dengan melihat dirinya, karena kamu telah diberikan kemampuan melihat waktu kehidupan setiap makhluk hidup," ucap sang penasehat dengan tatapan dingin


"Tik... Tik... Tik.." suara jam berdetik


"Ini ruangan apa lagi?"


"Jam-jam itu kenapa bisa begitu besar, ada kakak, Albern dan Derick," ucap Reina dengan tatapan penasaran tentang ruangan yang ada di depannya


Kretek.... kretek..." suara pintu yang terbuka lebar dengan sendirinya membuat mereka tercengang dengan isi di balik pintu itu


"Selamat datang di Destiny library, dimana semua takdir kehidupan dan kematian tertulis seperti buku novel," ucap Dalbert sambil tersenyum kecil


"Buku novel?" Gumamnya dengan tatapan kebingungan


"Apakah ruangan ini adalah alasan kenapa aku bisa masuk ke dalam novel?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan berusaha menyimak setiap perkataan yang diucapkan


"Tik... Tik... Tik..." suara roda-roda jam yang berputar


"Bagaimana dengan masa lalu yang kamu lihat dari waktu yang berbeda?"


"Apakah kamu menikmatinya?"


"Apakah kamu tau seperti apa pengorbanan yang dilakukan?"


"Apakah menurutmu hidup kembali bertemu dengan dirinya akan berakhir dengan baik nantinya?"


"Apakah kamu yakin dengan kehidupanmu yang sekarang bisa selamat dari kematian lagi?"


"Apakah kamu tau kalau kamu seharusnya sudah mati sejak dulu?"


"Aku tau kamu tidak tau itu jadi..."


"Jika kamu merasa tidak maka jangan pergi dari tempat ini karena di luar sekarang kamu tidak akan menemukan tempat yang aman,"


ucap seseorang yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang tidak terlihat namun dengan senyuman dingin

__ADS_1


Siapa orang yang dengan wajah tidak terlihat itu? Apakah Reina akan baik-baik saja? Apakah yang akan terjadi kepada Reina? Apakah mereka akan berhasil menemukan Reina dengan keadaan hidup? Apakah Albern akan menyesali perputaran waktu ini?


REINKARNASI REINA


__ADS_2