
"Berikan laporan yang dilakukan Albern saat mengantar Reina pulang ke asrama kemarin," ucap seorang laki-laki dengan tatapan dingin
"Tuan, nona Reina membuka perasaannya dengan yang mulai putra mahkota," ucap laki-laki itu sambil menatap ke bawah dengan ketakutan
"APA KATAMU?" Teriak laki-laki itu sambil mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya
"Kamu di dahului loh Blake," ucap laki-laki itu sambil tersenyum di balik kipas
"Ck, diam kamu," ucap Blake dengan nada marah
"Aku hanya mengatakan kenyataan loh, tenang saja aku akan membantumu karena perjanjian kontrak yang kamu lakukan denganku," ucap laki-laki itu sambil menepuk bahu Blake
"Dan aku sangat tertarik dengan dirimu mana mungkin aku tidak membantu dirimu, takdir yang berputar begitu menarik ini sangat mengharukan. Aku akan hadir sebagai siswa baru nanti beberapa hari sebelum ujian," ucap laki-laki itu sambil tersenyum
"Kamu pasti akan berhasil," ucap laki-laki itu sambil berjalan ke arah Blake sambil memberikan hormat
"Lakukanlah dengan cepat, sejak aku bereinkarnasi ke novel yang di tulis oleh salah satu temanku tapi setelah aku membuka mata, aku selalu menjadi incaran para bangsawan yang ingin membunuhku karena aku tertidur setelah membaca novel ini dan sangat kasihan dengan karakter antagonis yang dia tulis, aku jadi menjadi pangeran kedua dan malah aku tidak menyangka gadis yang begitu cantik nantinya akan mati di tangan laki-laki breng**k itu, berpura-pura memberikan perasaan yang berujung dengan menyakiti perempuan itu," ucap Blake dengan tatapan dingin dan marah
__ADS_1
"Laki-laki seperti itu hanya pantas mati untuk Reina, bagaimana dengan para bangsawan itu?" ucap Blake dengan tatapan mencengkam
"Sudah aku urus, mereka memakan umpan yang aku berikan semuanya berjalan sesuai rencanamu," ucap laki-laki itu sambil menyeringai
"Tapi, keluarga Halmiton sepertinya sedang melacak sesuatu yang berhubungan dengan kecelakaan beberapa tahun lalu," ucap laki-laki itu dengan gaya detektif
"Humm... apa yang kamu dapatkan?" tanya Blake sambil duduk di kursinya dan melipat tangannya
"Mereka melacak siapa tersangka yang melukai pangeran ketiga dan juga mencari tentang hubungan campur tangan Katedral, sepertinya para pendeta itu memutuskan untuk ikut campur dalam pemilihan takhta kerajaan itu sangat tidak terduga, tapi tenang saja kita masih tidak bisa di lacak oleh keluarga Halmiton, betapa menyeramkannya kemampuan mereka melacak kita menggunakan sihir tingkat tinggi," ucap laki-laki itu sambil tersenyum
"Tapi kamu menikmatinya kan? Kerjakan saja dengan benar," ucap Blake dengan tatapan dingin
"Dia mana mungkin mau melakukan hal kotor untuk mendapatkan yang dia aku inginkan," ucap Blake dengan tatapan dingin sambil membaca dokumen yang berada di mejanya
"Tuan, saya kembali untuk melaporkan bahwa gadis dengan sihir suci itu masuk ke dalam rencana kita," ucap seorang kesatria itu sambil memberikan hormatnya kepada tuannya
"Bagus, semakin cepat perempuan itu dekat dengan Albern semakin cepat juga dia mati dan Reina akan jadi milikku, aku pastikan siapapun yang menyakiti perempuan itu akan mati dengan mengenaskan, aku tidak akan melepaskan orang itu,"
__ADS_1
"Aku rela menjadi bayangan gelap untuk dirinya, dan menjadi orang yang penuh darah demi melindungi kebahagian dirinya, dan siapapun yang melukainya maka aku akan menghampirinya langsung," ucap Blake dengan tatapan dingin
"Kamu tergila-gila dengan gadis itu?" tanya laki-laki itu sambil duduk di sampingnya
"Lebih baik, kamu tidak banyak bertengkar sih dengan Albern saranku karena bisa saja kamu kecoplosan aku lihat dia sudah tidak waspada lagi kepada pangeran ketiga, ini sangat aneh sih," ucap laki-laki itu sambil memakan kue
"Apapun yang aku lakukan lebih baik kamu lakukan saja dan kalau begitu penasaran kamu selidiki tentang dia Aza," ucap laki-laki itu dengan dingin
"Baiklah, aku akan menyelidikinya," ucap Aza sambil tersenyum kecil
"Ini pasti akan menyenangkan," gumamnya dengan tatapan sangat senang
"Jangan banyak berbicara cepat lakukan, mempermainkan catur kesenanganmu bisa nantikan," ucap Blake dengan tatapan kesal
"Aku sangat banyak berharap kepadamu untuk tontonan yang menarik ini," ucap Aza sambil tersenyum seolah dia sangat menikmati semua rencana yang dilakukan oleh Blake
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah keluarga Halmiton berhasil menemukan dalang dibalik kejahatan yang dilakukan? bagaimana takdir antara Blake dan Reina? Bagaimanakah kisah ini akan berlanjut?
__ADS_1
REINKARNASI REINA