Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 53


__ADS_3

pagi yang cerah dan ramainya orang keluar masuk akademi terlihat seorang laki-laki yang menunggu seorang gadis pujaannya di depan gerbang masuk akademi.


tiba-tiba terdengar suara yang begitu familiar untuk laki-laki itu, dia pun menoleh ke arah suara itu dan terlihat gadis yang ditunggunya sangat cantik hingga dia tidak mampu memalingkan pandangannya.


"Maafkan aku telat," ucap Reina sambil berjalan menuju Albern namun karena tidak memperhatikan jalan yang ada di depannya keseimbangannya menjadi goyah


'Gawat... masa pertama kali aku ngedate aku mencium tanah di depan Albern' ucapnya sambil menutup matanya menahan malu


'Eh... kok tidak sakit?' ucap Reina didalam hatinya sambil perlahan membuka matanya


"Reina apa kamu baik-baik saja?" ucap Albern sambil menatap Reina yang sudah berada di dekapan Albern


"Kenapa tatapanmu begitu dingin Albern?" tanya Reina sambil mencubit pipi kekasihnya


"Kenapa melamun Albern? Mau sampai kapan kamu begini?" tanyanya lagi masih sambil mencubit pipi Albern


"Tidak apa-apa, lain kali jalan itu di lihat Reina," jawab Albern sambil menurunkan Reina dengan tatapan dingin


"Iya, maafkan aku... aku ceroboh," ucap Reina sambil menundukkan kepalanya dengan tatapan suram


"Tidak apa-apa yang penting kamu baik-baik saja itu sudah cukup untukku," ucap Albern sambil mengusap kepala Reina


"Jadi sekarang mau pergi kemana?" tanya Reina dengan tatapan penasaran


"Ikut aku saja ya? jangan banyak tanya," tanya Albern sambil menarik tangan Reina

__ADS_1


'Ini mungkin pertama kalinya aku melihat sisi lain Reina,' ucap Albern didalam hatinya dengan telinga yang merah setelah melihat ke arah Reina


'Albern, yang kaku bisa malu-malu?' ucap Reina didalam hatinya sambil menatap telinga Albern yang memerah


Dari gerbang akademi mereka berdua berjalan sampai di alun-alun kota.


"Reina apa kamu bisa tunggu di dekat air mancur sebentar?" tanya Albern sambil menatap Reina


"Iya, tidak masalah," ucap Reina


Albern kemudian berjalan menuju stan-stan pedagang kecil untuk membeli makanan.


"Aku baru pertama kali melihat Albern makan-makan rakyat biasa biasanya bangsawan tidak mungkin mau melakukan hal seperti ini," Gumam Reina sambil menatap Albern dari kejauhan


"Dia memang seperti yang tertulis di novel baik dan selalu tidak membeda-bedakan kasta," Gumam Reina sambil tersenyum kecil


"Baiklah kalau begitu aku beli dua jus apelnya," ucap Albern sambil mengeluarkan uang dari balik kantongnya


"Harganya 20 koin Riel perunggu tuan," ucap pedagang itu sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil uang yang di berikan oleh Albern


"Terimakasih telah berbelanja disini tuan," ucap pedagang itu sambil tersenyum bisnis


Albern berjalan menuju ke arah Reina yang menunggunya di dekat air mancur.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, ini untukmu minum," ucap Albern sambil menyodorkan minumannya

__ADS_1


"Tidak apa-apa, berapa harganya?" tanya Reina sambil menatap Albern yang berdiri didepannya


"Aku yang ajak kamu untuk berjalan-jalan, aku yang bayar jangan memikirkan masalah uang, aku tidak susah sama sekali jadi jangan di ganti," ucap Albern dengan tatapan tajam


"Tapikan Albern aku tidak enak dengannmu," ucap Reina dengan sambil mengerutkan keningnya


"Tidak perlu ada yang tidak enak, apa yang kamu khawatirkan Reina?" tanya Albern sambil berjalan duduk disebelah Reina


"Aku tidak nyaman saja, menggunak-"


"Diem, sudah aku tidak masalah Reina," ucap Albern sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Reina


'Lembut... Bagaimana bisa bibirnya lembut seperti itu' ucap Albern di dalam hatinya sambil berusaha menenangkan dirinya


'Terlalu dekat dia sadar tidak sih kalau dia seenaknya menempelkan jarinya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan terkejut


"Maaf kalau aku sudah tidak sopan Reina, aku hanya..." ucap Albern dengan kebingungan


"Tidak apa-apa, aku tau kamu keras kepala nanti aku bayar ganti uangmu harus," ucap Reina dengan keras kepala sambil menggenggam tangan Albern


"Baiklah kalau kamu memaksa, Kamu bisa bayar dengan yang lain kok tidak harus dengan uang," ucap Albern sambil tersenyum kecil


'Entah kenapa aku merasa perasaanku tidak enak,' ucap Reina didalam hatinya dengan tatapan suram


Apakah yang akan diminta oleh Albern? kenapa Reina mendadak merasa tidak enak? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2