Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 79


__ADS_3

"Yang aku inginkan mudah saja, lakukan perjanjian kontrak denganku," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Perjanjian kontrak? Jadi maksudnya kamu ingin aku melakukan sesuatu sesuai dengan kontrak?" ucap Derick sambil mengerutkan keningnya dengan kesal


"Tentu saja, dan ini akan sangat menguntungkan dirimu juga," ucap Dalbert sambil menyeringai


"AKU MENOLAK," ucap Derick dengan tatapan sinis dan menggigit bibirnya


"Woah... kamu menolakku tanpa pikir panjang kamu yakin? aku berikan waktu untuk dirimu berpikir lagi dan aku ingin bertanya kepadamu, Apa kamu benar-benar serius tidak ingin membalaskan dendam orang tuamu?" ucap Dalbert sambil menatap Derick dengan tajam


"Aku ingin balas dendam atau tidak bukan urusanmu bukan?" ucap Derick dengan kesal


"Oh iya... memang benar tidak ada urusan denganku tapi itu awalnya sekarang orang yang membunuh orang tuamu ada di penjara bawah tanah mansion ini," ucap Dalbert sambil menyeringai


'Dia memiliki pembunuhnya? memang benar kalau aku bisa membalaskan dendam ku karena aku masih hidup,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya


"Bagaimana? Apa kamu tidak ingin merubah pikiranmu?" ucap Dalbert sambil menyeringai


"Kamu tenang saja ini bukanlah organisasi yang akan mengancam kekaisaran, aku hanya ingin membersihkan para tikus kotor di balik tirai beberapa tahun dari sekarang aku akan membuat organisasi yang melebihi pendahulu keluargaku," ucapnya lagi sambil duduk di sebelah Derick


"Kenapa kamu ingin aku bergabung denganmu?" tanya Derick dengan tatapan tajam


"Kenapa ya, aku sudah bilang bukan barusan," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Hah... Baiklah, akan aku terima tawaranmu tapi dengan syarat aku boleh mengajukan beberapa syarat untukku," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Humm... bukankah tadi kamu yang menolak aku? kenapa berubah pikiran dengan cepat, kamu labil ya?" ucap Dalbert sambil tersenyum


"Cepat katakan saja apa syarat kontraknya?" ucap Derick dengan tatapan kesal dan dingin


"Kontraknya pertama kamu tidak melakukan penghianatan kepadaku terutama berbohong kepadaku, kedua kamu harus menjadi bawahanku, ketiga kamu harus menjalankan semua pekerjaan yang aku berikan, ke empat kamu harus mengikuti latihan yang aku berikan, ke lima kamu harus ingat kamu adalah tangan kananku jadi kamu harus ingat dengan baik kontrak ini kalau tidak nyawamu akan hilang," ucap Dalbert sambil menulis surat kontrak


"Kamu harus setuju dengan yang aku katakan barusan," ucapnya sambil tersenyum dingin


'Kenapa kontraknya menitikberatkan kepada kesetiaan,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Dalbert

__ADS_1


"Kamu pasti ingin bertanya kenapa kontrak yang aku buat hanya menitikberatkan kesetiaan, karena aku tidak suka orang yang berwajah dua di pihakku, dan juga aku yakin kalau kamu cepat lambat akan bergabung dengan organisasi milikku jadi aku berinvestasi kepada kemampuan yang kamu miliki," ucap Dalbert sambil menulis


"Investasi?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan dan terkejut


"Humm iya karena kamu adalah pewaris keluarga Duke selanjutnya dan kamu masih belum menunjukkan bakat yang kamu miliki, aku tidak akan membual atau menarik kata-kata yang aku katakan soal bakat yang kamu miliki," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Jadi katakan kepadaku apa yang ingin kamu masukan dalam kontrak ini," ucap Dalbert sambil menatap Derick


"Pertama Aku ingin membalakan dendam orang tuaku, dan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya kedua berikan aku perlindungan sampai aku berusia yang pantas untuk masuk akademi dan ketika itu aku minta untuk menyebarkan informasi tentang kembalinya aku ke posisi Duke, ketiga aku tidak ingin di khianati oleh dirimu," ucap Derick dengan tatapan dingin dan tajam


'Padahal dia sedikit lebih tua dari Reina, dan masih sangat lebih muda dariku bisa membuat keputusan seperti ini, aku tidak menyangka pilihan yang aku lakukan tidak pernah buruk,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan sedikit terkejut dan bangga dengan yang telah dia lakukan.


"Baiklah, aku setuju dan aku juga sudah menuliskan semua yang di perlukan oleh kontrak ini, sekarang berikan aku darah milikmu," ucap Dalbert sambil mengeluarkan belatinya dan menyerahkan kepada Derick


Derick mengambil belati yang di berikan oleh Dalbert dan menggores jarinya kemudian meneteskan darahnya di atas kontrak itu, begitu juga dengan Dalbert tapi dia meneteskan darah miliknya yang berada di dalam botol


"Kenapa kamu hanya meneteskan darah dari botol sedangkan aku menggunakan darah yang di gores menggunakan belati, kamu bisa saja menggunakan hal curang," ucap Derick sambil mengerutkan keningnya dan tatapan dingin


"Karena aku yang menulis kontrak ini dengan tanganku otomatis aku telah menyetujui kontrak dan darah di botol ini asli darahku tau, aku tidak ingin terluka dan di lihat oleh adikku yang manis oleh karena itu aku memiliki darah di dalam botol lagipula yang seperti ini sangat bagus untuk dibawa," ucap Dalbert sambil tersenyum dan membakar kertas kontrak itu


"Kalau begitu, kontraknya telah terbuat tanda yang ada di lengan kanan milikmu dan milikku adalah bukti kalau kita melakukan kontrak," ucap Dalbert sambil menunjukkan lengannya


"Humm... baiklah," ucap Derick menyambut tangan yang di ulurkan oleh Dalbert.


"Kalau di ingat-ingat kenangan ini selalu terbayang-bayang ya, tapi memang keputusanku untuk terus berada di pihaknya juga tidak berhbah," Gumam Derick sambil menatap bulan dari jendela


Keesokan harinya lebaran baru telah dibuka...


"NONA BANGUN!!" teriak Olivia sambil membuka tirai


"Walaupun libur anda harus tetap bangun lebih awal," ucapnya lagi sambil menarik selimut milik nonanya


"Umm... bisakah sebentar lagi," ucap Reina dengan pelan


"NONA.." ucap Olivia sambil membereskan kamar nonanya

__ADS_1


"Iya... Iya aku bangun," ucap Reina sambil mengusap matanya


"Nona, aku ingin tanya bagaimana kencannya kemarin?" tanya Yuria sambil menyiapkan pakaian nona mudanya


"Begitulah, aku tidak menyangka kalau Derick memiliki sisi yang sangat lembut dan ceria," ucap Reina sambil tersenyum


"Hee... jadi nona akan membatalkan pertunangan dengan putra mahkota demi bersama tuan Duke Derick?" goda Olivia sambil menyeringai


"Humm... aku belum tau, rasanya cinta itu rumit, aku tidak mengerti sama sekali," ucap Reina sambil tersenyum pahit


"Nona harus tau kalau nona suka maka perasaan berdebar-debar akan terasa di dada nona, dan senyuman yang tidak tertahankan ketika nona melihat dia, jika nona tidak menemukan dirinya maka nona akan merasa cemas terakhir ketika dia bersama perempuan lain nona akan merasakan sakit di dada dan begitu sesak," ucap Olivia sambil menyisir rambut nonanya


"Kamu begitu tau tentang cinta? Apa kamu pernah memiliki kekasih?" tanya Reina sambil menatap Olivia melalui cermin


"Ahaha... mana mungkin nona, saya hanya membacanya melalui novel-novel yang terkenal," ucap Olivia sambil tertawa kecil


"Selesai, sekarang nona silahkan anda pergi ke ruang makan semuanya telah menunggu anda," ucap Olivia sambil meletakan sisir


"Nona hari ini ada surat dari kekaisaran," ucap Olivia sambil menyerahkan sepucuk surat yang tersegel


"Hum? Yah sudah nanti aku baca taruh saja di meja kerjaku Olivia," ucap Reina sambil berjalan menuju pintu ruangan


Di ruang makan...


"Dalbert, kamu kapan ingin memiliki tunangan?" tanya sang ayah sambil menatap putranya


"Aku belum ada niat menikah ayah, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, aku takut nantinya aku tidak bisa memberikan sesuatu yang penting di keluarga," ucap Dalbert sambil meminum tehnya


"Humm... masuk akal kalau begitu ayah juga tidak akan mengadakan pertunangan paksa untukmu," ucap sang ayah sambil menganggukkan kepalanya


'Baguslah aku bisa membuat pekerjaan yang aku kerjakan menjadi tameng perjodohan,' ucap Dalbert di dalam hatinya


"tok... tok... tok..." suara ketukan pintu kemudian membuka pintu


"Maafkan aku terlambat ayah, ibu dan kakak," ucap Reina sambil memberikan hormat

__ADS_1


Bagaimanakah kisah mereka di ruang makan? Apa isi surat dari kekaisaran? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2