Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 103 Apa kamu ingin kalau putri keluarga Halmiton kenapa-kenapa?


__ADS_3

'Kenapa setiap kali melihat ekspresinya dan perkataannya membuat aku sakit, tertusuk-tusuk seperti ini.' ucap Albern di dalam hatinya sambil mengingat perkataan terakhir Reina


"JAGA MULUTMU ALBERN, KAMU TIDAK MENGINGAT DIRIKU DAN TIDAK TAU APA PUN TENTANG DIRIKU SEKARANG,"


"DAN KAMU SENDIRI TIDAK INGAT DENGAN PERJANJIAN YANG KITA BUAT SAAT KITA MASIH KECIL? INI SUDAH BERAKHIR ALBERN, KAMU TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENGATAKAN AKU BISA MELAKUKAN HAL YANG TIDAK SENONOH,"


"WALAUPUN YANG MULIA KAISAR BELUM MENGELUARKAN SURAT PEMBATALAN PERTUNANGAN TAPI HUBUNGAN YANG KITA MILIKI TELAH SELESAI," teriak Reina kemudian lari ke arah hutan sekolah 


'Yang di katakannya memang benar, dan keluarganya yang tidak memiliki sesuatu yang spesial juga tidak akan memiliki manfaat untukku naik taktha,' ucap Albern di dalam hati tanpa memikirkan alasan dadanya sakit tertusuk-tusuk


Disisi lain...


"Azazel, cari keberadaan Reina sekarang," ucapnya menggunakan telepati ke asisten pribadinya


"Kenapa kamu panik mencari seorang gadis? apa kamu tau tugas kita Blake?" ucap Azazel dengan telepatinya ke Albern


"Aku tau, tapi..."


"Apa kamu ingin kalau putri keluarga Halmiton kenapa-kenapa? Bukankah tuanmu yang asli adalah Dalbert Charles Halmiton ya masihnya," ucap Blake menggunakan telepatinya sambil tersenyum


"Baiklah, aku akan mencarinya, jika sampai terjadi sesuatu bisa-bisa aku di panggil untuk membantai seluruh kerajaan yang ada di dunia,"


"Itu akan sangat merepotkan, dan Blake kamu semakin hari semakin hebat ya mengancam orang untuk melakukan apa yang kamu inginkan," ucap Azazel dengan telepatinya sambil menulis surat


"Apa yang kamu bualkan? itu semua aku belajar darimu sejak kecil, jangan banyak bicara yang tidak-tidak,"  ucap Blake melalui telepatinya dengan dingin


"Kamu harus ingat,"


"Aku berada di sisimu bukan karena tanpa alasan dan itu adalah keinginan tuan pemimpin untuk mencarikan orang yang akan membuat dia merencanakan skenario dari balik layar,"


"Kamu juga anak mengetahui akhir dari cerita ini, jadi ini adalah keuntungan antara kita,"


"Aku hanya berharap tuan pemimpin berada di atas untuk memberikan keadilan kepada seluruh rakyat kekaisaran, oleh karena itu aku harus membuat kekacauan ini, dan membuat Reina masuk ke dalam rencana ini demi masa depan yang indah,"  ucap Azazel dengan telepatinya


"Aku ingat, jadi dimana posisnya? kalau belum menemukannya gunakan kemampuan khususmu itu," ucap Blake dengan dingin

__ADS_1


"Hah... lokasinya ada di hutan sekolah, dekat dengan sungai,"


"Dia sedang terduduk sendirian dan sedang menangis di sana," ucap Azazel dengan helaan nafas panjang


'Dasar laki-laki si***n itu berani sekali dia membuat Reina menangis,' ucap Blake di dalam hatinya dengan panik dan perasaan khawatir


"Terima kasih atas informasinya, aku harus segera ke sana," ucap Blake kemudian memutuskan telepatinya  dan berlari menuju hutan karena khawatir


"REINA!!"


"REINA! KAMU ADA DIMANA?" teriak Blake dengan tatapan khawatir dan tiba lah dia di dekat sungai dan melihat seorang gadis yang menangis


"Reina, tenanglah aku ada di sini,"


"Kamu sekarang baik-baik saja, aku janji akan melindungimu,"


"Tidak, aku akan bersumpah dengan nyawa yang aku miliki,"


"Aku akan mati jika aku tidak menepati janji yang aku miliki, Reina akan aku membutuhkan sedikit darahmu untuk membuat kontrak ini," ucap Blake sambil memeluk Reina dengan erat seakan-akan takut Reina menghilang dari hadapannya karena ketakutannya dia menggunakan pisau untuk melukai dirinya dan membuat perjanjian darah dengan Reina


"Blake, kamu bodoh," ucap Reina dengan tatapan terkejut melihat Blake yang menggores tangannya untuk membuat perjanjian darah, melihat darah Blake yang mengalir Reina membuka jaketnya


"Tentu saja merawat lukamu, aku akan menangis lagi jika kamu melakukan hal yang seperti ini," ucap Reina sambil merobek lengan kemeja untuk merawat luka Blake


"Reina, kamu tidak perlu sampai  merobek lengan kemejamu," ucap Blake dengan tatapan khawatir


"DIAM!" teriak Reina membuat Blake terdiam seribu bahasa, dan tidak berbicara sama sekali karena takut kalau Reina akan marah dengannya hingga tidak ingin berbicara dengannya


 "Jangan lakukan perjanjian seperti ini lagi, aku sama sekali tidak menyukainya,"


"Dan terima kasih Blake telah datang ke sini, itu membuatku sedikit lega,"


"Jujur aku memang tidak bisa menjadi lebih baik setelah bertemu dengannya,"


"Tapi aku akan berusaha melupakan yang telah terjadi, Blake aku akan mempercayai dirimu walaupun kamu tidak melakukan kontrak darah denganku,"

__ADS_1


"Jadi aku mohon jangan sakiti dirimu lebih dari ini, mengerti?" ucap Reina sambil tersenyum pahit


'Dia memang gadis yang sangat tegar, aku merasa sia-sia untuk melindungi dirinya ketika dia bisa melindungi dirinya sendiri,' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan terkejut kemudian mengelus kepala Reina dengan tangannya yang tidak terluka


"Jika kamu butuh aku, kapan pun aku akan ada untukmu Reina, kamu hanya perlu memanggil namaku tiga kali," ucap Blake dengan tatapan lembut kemudian mencium punggung tangan Reina


'Apakah tepat jika aku bertanya sekarang kepadanya? aku takut kalau itu ternyata hanyalah pemikiranku semata dan aku dianggap gila,' ucap Blake di dalam hatinya sambil menatap Reina dengan serius


'Apa ada yang ingin di katakan oleh Blake, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi ragu-ragu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


"Blake, apa ada yang ingin kamu tanyakan atau kamu sampaikan kepadaku? kamu begitu serius hingga aku pikir ada yang benar-benar kamu katakan," ucap Reina dengan tatapan yang penasaran


"Humm... bagaimana kamu tau aku ingin bertanya kepadamu?" tanya Blake sambil memandang Reina


"Karena dari tadi kamu menatapku seperti itu, aku rasa kamu ingin bertanya sesuatu kepadaku, aku akan menjawab semua pertanyaanmu jika ada yang ingin kamu tanyakan," ucap Reina sambil tersenyum kaku


'Karena aku di izinkan, aku rasa aku akan bertanya kepadanya,' ucap Blake di hatinya sambil berusaha memantapkan hatinya untuk bertanya


"Reina, apa kamu tau apa itu pensil dan pulpen?" tanya Blake dengan tatapan serius


'Aku pikir dia bertanya apa? membuatku terkejut saja,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan lega


"Itu alat tulis bukan? memangnya kenapa?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Reina, kali ini aku akan bertanya serius denganmu," ucap Blake kemudian menjentikkan jarinya untuk memasang peredam suara walaupun di sekelilingnya sunyi tapi untuk berjaga-jaga dia harus melakukannya


"Blake kenapa kamu lakukan? kenapa kamu menggunakan sihirmu?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Reina, kali ini aku harap kamu menjawab aku dengan serius dan jujur jika kamu tidak menjawabnya maka aku anggap itu adalah benar," ucap Blake dengan tatapan serius


"Umm... baiklah," ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Reina, siapa kamu sebenarnya? dan apa kamu telah melakukan Reinkarnasi?" ucap Blake dengan tatapan serius


'Eh? kenapa dia menanyakan hal itu? Apa yang harus aku lakukan?' ucap Reina di dalam hatinya dengan panik

__ADS_1


Apakah Reina akan jujur dengan identitasnya yang sebenarnya? Apakah yang akan Blake lakukan jika identitas Reina? Apakah pemakaman Reina sudah dekat?


REINKARNASI REINA


__ADS_2