
"Sebentar lagi ujian, setelah itu liburan kemudian masuk untuk mengambil nilai praktek," Gumam Reina dengan perasaan suram sambil berjalan melalui koridor
"Aku ke perpustakaan saja, mumpung aku memiliki kunci ruangan khusus dan bisa memakainya sesuka hatiku," Gumam Reina sambil tersenyum
'Dia masih sering menunjukkan ekspresi wajah yang lucu, dan entah kenapa walaupun hanya menatapnya seperti ini dari jauh aku merasa rasa lelahku menghilang,' ucap Albern di dalam hatinya dengan kepalan tangan yang erat
"ALBERN, KAMU MENDENGARKAN PEMBICARAAN AKU ATAU TIDAK?" tanya James dengan tatapan marah dan tajam
"Aku mendengarkanmu," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Kalau begitu ulangi apa yang aku bicarakan," ucap James sambil mengerutkan keningnya
"Kamu mengatakan tentang sejarah perang 100 tahun yang lalu karena pengkhianatan kan?" ucap Albern dengan tatapan dingin
"Baiklah aku akan menganggap dirimu mendengarkan ucapan aku," ucap James sambil mengacungkan jari ke depan Albern
"Kenapa kamu bersikap seperti batu es begitu?" tanya James sambil menaikan kacamatanya
"Memangnya aku terlihat seperti apa biasanya? dibandingkan membicarakan aku, apa yang kamu temukan?" tanya Albern sambil menatap James
"Aku hanya menemukan orang-orang mati saat datang, kemungkinan ada orang yang telah membereskan mereka dengan cepat dibandingkan kita," ucap James dengan tatapan tajam
"James, aku ingin tanyakan satu hal kepadamu, kamu tidak menyukai Elena karena apa?" tanya Albern dengan tatapan dingin
"Jangan bilang kalau aku mengatakan alasan dengan jujur aku tidak akan selamat dan kamu sudah menyukai perempuan rubah itu," ucap James dengan tatapan ketakutan
"Buat apa aku melakukannya, dan orang seperti dirimu bisa takut gitu? kamu baru saja mengatakan dia perempuan rubah," ucap Albern sambil tersenyum dingin
"Dia memiliki hubungan dengan Katedral, jelas aku tidak suka dan juga dia memiliki bau seperti para pendeta busuk itu," ucap James dengan tatapan benci
"Aku lebih memilih Reina bersamamu dibandingkan dengan perempuan rubah itu," ucapnya lagi sambil mengepalkan tangannya
"Aku penasaran kalian saling memutuskan hubungan seperti ini memangnya baik untuk kalian? kamu juga tidak langsung mengajukannya ke raja untuk melakukan pemutusan pertunangan, apa kamu masih suka dengan Reina?" ucap James sambil menatap Albern
"Aku masih memiliki perasaan kepadanya tapi aku tidak bisa melindunginya, nanti aku akan meminta yang mulia untuk memutuskannya secara langsung, kamu tidak perlu khawatir tentang masalah pribadi ini karena aku tidak akan membawanya ke dalam pekerjaan," ucap Albern dengan dingin
"Bruk..."
"Hiks... sakit..." ucap suara yang tidak jauh dari pandangan Albern dan James
"Ah maafkan aku nona, aku tidak sengaja menabrakmu," ucap seorang gadis sambil membersihkan badannya
"Albern, aku pergi dulu melihat gadis yang di tabrak oleh rubah itu," ucap James sambil berjalan ke arah gadis itu
"James, kamu datang untuk membantu aku kan?" tanya Elena dengan lemah
"Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya James tanpa memperdulikan Elena
"Aku baik-baik saja, terima kasih," ucap gadis itu sambil tersenyum
"Aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apa aku boleh tau namamu? dan ini lap dulu lukamu yang habis terjatuh itu," ucap James sambil menyerahkan sapu tangan
__ADS_1
'Dia kenapa tidak membantuku yang terjatuh adalah aku, dan dia sama sekali tidak menatap aku yang terjatuh, Albern bahkan hanya menonton dari sana, tetap profesional,' ucap Elena di dalam hatinya
"James, apa kamu tidak mau membantuku? aku juga disini terluka," tanya Elena sambil mengusap air matanya
"Humm... maafkan aku tapi aku ingin membantu dirinya karena kamu hanya lecet sedangkan dia terluka kamu tidak bisa bangun sendiri, kamu seharusnya olahraga untuk meningkatkan staminamu itu Elena kalau tidak Albern juga akan menertawakan dirimu," ucap James sambil menyeringai dan tatapan dingin
"Apa kamu masih bisa jalan? kalau tidak aku bisa menggendongmu sampai ke ruangan perawatan," ucap James sambil tersenyum lembut dan tatapan khawatir
"Ah... tidak apa-apa aku masih bisa, Namaku Absyuri, apa aku boleh tau juga namamu?" tanya Absyuri sambil tersenyum
"Namaku James Clover," ucap James sambil menatap Absyuri yang berjalan menahan sakitnya
"Hah... kalau tidak bisa jalan jangan di paksakan," ucap James sambil menggendong Absyuri
"Eh? kenapa kamu tiba-tiba menggendong aku?" tanya Absyuri dengan tatapan terkejut dan muka memerah
"Aku mana mungkin membiarkan seorang gadis yang kesakitan berjalan sendiri, tidak sopan tau," ucap James dengan tatapan serius
'Dia lumanyan keren, tapi tetap saja tidak sebanding dengan pemimpin,' ucap Absyuri di dalam hatinya
"Tapi bukankah kamu bisa menggendongku di belakang punggung saja?" tanya Absyuri dengan kebingungan
"Kalau aku menggendongmu seperti itu sama saja membuat kamu kesakitan menahan lukanya," ucap James sambil berjalan ke koridor akademi
"Ah... begitu, terima kasih dan maafkan aku kalau aku merepotkanmu," ucap Absyuri dengan tatapan rasa bersalah
'Sejak kapan orang itu perhatian kepada seorang gadis?' tanya Albern di dalam hatinya dengan tatapan tajam
"Brak..." suara yang begitu keras untuk membanting sebuah pintu
"Kamu kenapa membuka pintunya dengan cara di tendang? kamu kan bisa menurunkan aku dulu," ucap Absyuri dengan tatapan terkejut
"Yah, aku tidak mungkin membiarkanmu berdiri menahan sakit walaupun hanya sebentar," ucap James sambil menurunkan Absyuri untuk duduk ke atas kasur
"Duduk disini sebentar aku akan mencari ramuan obat," ucap James sambil tersenyum
"Kamu aneh, kenapa kamu baik kepada seorang gadis yang baru kamu temui?" tanya Absyuri sambil menatap James yang sibuk mencari obat
"Emmm... entahlah tiba-tiba aku merasa tidak tega melihat seorang gadis yang terjatuh dan terluka, ketika aku melihatnya aku teringat kepada seorang temanku, beberapa hari yang lalu dia pingsan karena shock," ucap James dengan tatapan agak sedih
"Terus kenapa kamu tidak menolong gadis itu juga?" tanya Absyuri dengan tatapan kebingungan
"Karena, dia bukan orang yang bisa ditolong, sifatnya begitu angkuh dan buruk, tidak ada alasan untukku menolongnya," ucap James sambil menggelengkan kepalanya
"Ternyata disini ya kamu Absyuri, saudaramu mencarimu kemana-mana bahkan sampai meminta tolong kepadaku untuk mencarimu," ucap seseorang yang tiba dengan cara teleportasi
"Paman, Asmodeus," ucap mereka berdua dengan serentak
"Kamu mengenalnya?" tanya Absyuri dengan tatapan kebingungan
"Tentu saja aku adalah keponakannya, kamu bagaimana bisa bertemu dengan paman?," ucap James sambil mengobati luka Absyuri
__ADS_1
"Absyuri, kamu sedang menggoda keponakanku?" tanya Asmodeus dengan tatapan dingin
"Hah? siapa yang menggoda kamu tidak lihat aku terluka?" ucap Absyuri dengan tatapan kesal
"Ah itu ya, kami rekan kerja," ucap Absyuri sambil tersenyum
"Kamu dan keponakanmu sangat berbeda jauh," ucap Absyuri dengan tatapan tajam
"Makanya, aku tidak ingin seekor ular mendekati dirinya," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
"Aku yang begitu cantik begini, kamu bilang apa kakek tua?" ucap Absyuri dengan tatapan marah
"HAH? jaga mulutmu itu kalau masih ingin hidup," ucap Asmodeus dengan menatap sinis
"Paman, Absyuri bisakah kalian tenang dulu kita sedang berada di ruangan perawatan," ucap James menundukkan kepalanya
"Maafkan aku ya James," ucap Asmodeus sambil mengelus kepala keponakannya
"Aku juga minta maaf karena bertengkar di depanmu padahal kamu sudah menolongku," ucap Absyuri sambil menundukkan kepalanya
"Hah... jangan katakan pada siapapun kalau kami memiliki hubungan ya," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
"Baiklah... baiklah... rahasia milikmu aman kok, karena James telah membantuku makanya aku akan merahasiakannya
"James, kamu tidak boleh menggunakan auramu untuk menekan kehadiran orang menjadi hilang akan sulit bagi orang untuk menemukan orang hilang nantinya," ucap Asmodeus dengan tatapan tajam
"Aku paham paman tapi ini karena aku tidak tahan melihat rubah licik itu," ucap James sambil menaikkan kacamatanya
"Aku tau kamu hanya membuat orang tidak tertarik dengan yang terjadi tapi jangan di gunakan lagi di akademi secara terang-terangan seperti ini ya?" tanya Asmodeus sambil mengelus kepala James
"Kamu bisa menggunakan sihir tingkat tinggi? Kenapa kamu tidak mau masuk ke NHBNTA?" tanya Absyuri dengan tatapan terkejut
"Absyuri, jangan katakan hal semacam itu di depan James," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
"Kamu lupakan yang kamu dengar James," ucap Asmodeus dengan tatapan tajam
"Baik paman, aku tau ini adalah masalah yang tidak bisa di bahas secara sembarang," ucap James sambil menganggukkan kepalanya
Di perpustakaan...
"Apa Absyuri baik-baik saja?" tanya Reina dengan tatapan khawatir
"Tenang saja, kami berdua bersaudara kami bisa melakukan telepati," ucap Absyara sambil menulis
"Kalau begitu aku harap dia bisa segera ke sini," ucap Reina sambil membaca buku pelajaran sejarah
'Tadi saat aku berjalan ke perpustakaan, aku merasakan kalau ada yang menatapku dari jauh apa cuma perasaanku saja ya? Rasanya ada yang kosong?' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang aneh
Apakah James menyukai seorang gadis pada pandangan pertama? kenapa Reina merasa kosong? Apakah Absyuri akan memiliki perasaan kepada orang dalam pandangan pertamanya? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1