Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 69


__ADS_3

"tok...tok...tok..." ketukan pintu


"Absyara, aku buka pintunya dulu," ucap Reina sambil beranjak dari kursinya


"Baiklah," ucap Absyara tanpa menoleh ke arah Reina


"Reina, apa boleh aku ikut belajar bersama? aku juga membawa cemilan," ucap Blake sambil menatap Reina


"Tentu saja boleh, masuklah," ucap Reina sambil membuka pintu


"Absyara, ternyata kamu di sini," ucap Blake sambil tersenyum


"Begitulah, aku ikut Reina untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran dari masuk ke akademi sampai hari ini, karena sebentar lagi ujian," ucap Absyara dengan suram


'Ini demi tuan pemimpin tidak marah, dan aku bisa menjaga nona Reina dengan baik,' ucap Absyara di dalam hatinya teringat dengan muka sang pemimpin


"Jika ada yang tidak kamu pahami aku juga akan membantumu," ucap Blake dengan sambil menyeringai


"Baiklah, Reina ini aku sudah selesai, aku yakin kalau aku bisa berada di posisi 50 besar dengan kemampuanku," ucap Absyara sambil menyerahkan kertas kepada Reina


'Harapannya terlalu tinggi, aku kesihan kepadanya di tekan oleh pemimpin,' ucap Blake dengan tatapan kesihan


"Aku dengar, kalau Yuria dan Shun akan melaksanakan pesta pertunangan setelah selesai ujian," ucap Blake sambil mengambil beberapa buku


"Iya, aku sudah mendengarnya kedua orang tua mereka bahkan sudah membicarakan tentang tradisi apa yang akan mereka pakai untuk pernikahan nanti," ucap Reina sambil mengoreksi pekerjaan Absyara


"Reina, kalau kamu selesai melakukan pemutusan pertunangan, nanti aku jadikan istri langsung mau tidak?" ucap Blake dengan tatapan serius


"Humm... EHH?" ucap Reina dengan muka memerah dan tatapan terkejut


"Kamu bercanda kan?" tanya Reina dengan panik


"Iya aku bercanda," ucap Blake sambil menyeringai


'Hah... bodohnya aku, mengatakan kata-kata seperti itu di saat dia sedang dalam kondisi yang seperti itu,' ucap Blake sambil menatap Reina


'Dia sebegitunya suka Reina sampai bodoh ya,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan tatapan tajam


"Eh... oh begitu," ucap Reina sambil menutup mukanya dengan buku


'Aku pikir serius ternyata hanya candaan, tapi aku masih kepikiran dengan Albern, padahal aku sendiri yang bilang ingin memutuskan pertunangan dengan dirinya dan juga perasaan kosong ini apa ya? aku masih tetap memikirkannya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap dengan tatapan kosong


"Reina, apa kamu sudah selesai memeriksa pekerjaanku?" tanya Absyara membuyarkan lamunan Reina


"Ah itu ya, sebentar lagi," ucap Reina kemudian melanjutkan pemeriksaannya


"Absyara, Kemana kembaranmu itu? Aku belum melihatnya dari tadi," ucap Blake sambil melihat sekeliling


"Itu ya, dia memang terlihat dekat denganku tapi aslinya dia suka pergi entah kemana," ucap Absyara dengan tatapan dingin


"kami adalah kembar dengan kepribadian yang berbeda," ucapnya lagi sambil menatap Blake


"Absyura, kamu sangat hebat nilaimu sangat sempurna," ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu punya bakat Absyura dan selamat kamu akan menjalankan pekerjaanmu dengan mulus," ucap Blake sambil menyeringai

__ADS_1


"Itu sindiran atau pujian?" Gumam Absyura dengan tatapan dingin


"Tadi kamu bilang apa?" tanya Blake dengan tatapan dingin sambil tersenyum


"Aku tidak bilang apa-apa," ucap Absyara sambil membaca buku


'Senyuman dingin itu, aku tau dia pasti akan memukulku,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan perasaan merinding


"Nanti liburan, jangan lupa datang ke pesta tehku, aku juga akan mengirim surat nantinya," ucap Reina sambil tersenyum


"Tentu saja kami akan datang," ucap Blake sambil tersenyum lembut disusul dengan anggukan kepala Absyura


Beberapa hari kemudian para siswa berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi terbaik di mulai melalui ujian selama satu minggu. Dan setelah satu minggu mereka berjuang.


Di koridor kelas...


"Aku rasa nilai aku akan baik-baik saja, semua yang aku pelajari keluar dan berjalan lancar," Gumam Reina sambil tersenyum


Tiba-tiba dari arah belakang "Reina, bagaimana ujian selama satu minggu ini?" tanya Yuria sambil memeluk Reina


"Humm... mudah saja karena semua materi yang dipelajari keluar jadi mudah saja," ucap Reina sambil tersenyum


"Murid teladan memang berbeda, hari ini hari terakhir kita pertemuan dewan kesiswaan kan?" ucap Yuria sambil melepaskan pelukannya dan berjalan di samping Reina


"Iya hari ini terakhir," ucap Reina sambil tersenyum


'Hari ini juga mungkin hari terakhir aku bertemu dengan dirinya," ucap Reina di dalam hatinya


"Yuria, aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu bersama Reina," ucap Shun dari kejauhan


"Reina, maafkan aku, aku akan pergi ke ruangan dewan kesiswaan bersama Shun," ucap Yuria sambil berjalan ke arah Shun


"Iya tidak apa-apa," ucap Reina sambil tersenyum dan melambaikan tangannya


'Mereka pasangan yang cocok, dibandingkan denganku dan Albern,' ucap Reina di dalam hatinya dengan pahit


'Ugh...Kenapa akhir-akhir ini kepalaku sakit ya?' ucap Reina di dalam hatinya sambil berusaha berjalan


"REINA!!!" ucap suara seseorang dari kejauhan yang melihat Reina hampir menyentuh tanah langsung di tangkap oleh Albern


'Aku sampai berkhayal mendengar suara Albern di sampingku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang semakin buram


"Albern, ada apa dengan Reina?" tanya James dengan tatapan khawatir


"Aku juga tidak tau dia mendadak pingsan," ucap Albern sambil menggendong Reina dengan tatapan khawatir


"Aku harap Reina baik-baik saja,' ucap Albern dengan perasaan panik dan khawatir


"Ruangan perawatan tidak jauh dari sini," ucap James


"Bukankah yang mereka gendong ada nona Reina, aku harus melaporkan kepada tuan pemimpin," Gumam Absyuri langsung mengaktifkan teleportasinya


"Kakak dan tuan pemimpin, ada di sini baguslah aku tidak perlu mencari ke sana kemari," ucap Absyuri sambil menatap lega


"Ada apa Absyuri?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin

__ADS_1


"Itu... nona Reina pingsan, dan di bawa oleh Albern ke ruang perawatan," ucap Absyuri dengan tatapan serius


"APA KATAMU ABSYURI? JANGAN BERCANDA ABSYURI," Teriak Dalbert sambil memukul meja


"Iya tuan pemimpin saya melihatnya dengan jelas," ucap Absyuri dengan tatapan ketakutan dan gemetaran


"Tuan pemimpin, anda jangan marah-marah sekarang, tidak baik untuk anda lebih baik kita langsung ke ruangan perawatan," ucap Absyara sambil berlutut


"Baiklah, kalau begitu kita ke sana," ucap Dalbert sambil berusaha menenangkan dirinya


"Siap tuan pemimpin," ucap Absyara dan Absyuri serentak


Di ruangan perawatan...


"Ada apa ini? seenaknya kalian masuk kemari tanpa mengetuk pintu," ucap seorang penjaga ruangan perawatan


"Maafkan kami tapi ada siswa yang pingsan, bisakah anda memeriksanya," ucap Albern dengan tatapan khawatir dan serius


"Baiklah letakan di kasur aku akan memeriksanya," ucap penjaga itu sambil berdiri dan mulai memeriksa Reina


'Kali ini, aku ada di sampingnya untuk menemani dirinya,' ucap Albern sambil menggenggam tangan Reina dengan erat dan perasaan khawatir


"Dia tidak apa-apa hanya saja, dia sepertinya mengalami stres berat, kurang tidur dan sering melupakan makan, wajar saja jika dia pingsan seperti ini," ucap penjaga itu sambil menghela nafasnya


"Untuk sementara biarkan dia tertidur di sini dan berikan obat ini untuknya saat dia bangun, aku pergi dulu karena ada urusan," ucap penjaga itu keluar dari ruangan perawatan


"Bagaimana dia bisa mengalami stres berat? Sebegitunya kah dirimu tidak ingin bersamaku Reina? harusnya aku tetap menolak dirimu untuk berpisah denganku "


"Supaya aku bisa merawatmu dan menjagamu meskipun aku tidak banyak memiliki pendukung," Gumam Albern dengan tatapan khawatir


Sedangkan James hanya memandang Albern yang begitu khawatir kepada Reina.


'Mereka berdua saling memperhatikan dari jauh, tapi tidak berani untuk mempertahankan hubungan yang mereka miliki,' ucap James di dalam hatinya


"BRAK..." suara pintu yang terbanting dengan keras


"ALBERN, KENAPA KAMU MASIH DEKAT DENGAN ADIKKU? APA TIDAK CUKUP MEMBUATNYA SHOCK SAMPAI PINGSAN? SEKARANG KAMU INGIN MEMBUATNYA PINGSAN LAGI?" teriak Dalbert dengan tatapan marah dan emosi yang meluap-luap


Albern kemudian melepaskan pegangan tangannya dan berjalan dek arah Dalbert.


"Aku... hanya mem-" ucap Albern kemudian di layangkan tinjuan tangan Dalbert ke mukanya hingga membuat Albern terbanting ke arah dinding


"KAMU PIKIR DENGAN ALASANMU BISA MENYELESAIKAN MASALAH?"


"APA KAMU TAU LUKA YANG KAMU TOREHKAN KEPADA ADIKKU?"


"TIDAK KAN?"


"KAMU BAHKAN TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN PERASAAN REINA YANG TULUS KAN?"


"KAMU TIDAK PERNAH MENGERTIKAN ARTINYA KETULUSAN DAN PERASAAN CINTA?" teriak Dalbert dengan marah dan suasana di sekitar yang tiba-tiba begitu panas di sekitar seolah-olah ada api neraka yang menyelimuti seluruh ruangan


"Aku..."


Apakah yang akan di jawab oleh Albern? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2