
"Reina, apa kamu yakin ingin ikut? Tidak ingin kamu pikirkan lagi," tanya Dalbert dengan tatapan khawatir
"Tenang saja, aku sudah yakin kalau aku siap untuk menerima ini, dan ini adalah undangan yang ditunjukkan langsung kepadaku, jika aku tidak datang maka aku artinya masih mengharapkan perasaan dengan dirinya," ucap Reina dengan tatapan percaya diri
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat," ucap Dalbert memberikan isyarat untuk merangkul tangannya
Di pesta pertunangan yang di adakan oleh kekaisaran, semua tamu yang datang tidak hanya bangsawan dari negerinya saja tapi sampai ke negeri timur dan tengah ikut datang sebagai wujud perdamaian dari negeri mereka dengan kekaisaran.
"Shun, apa Tuan Tao akan datang sebagai perwakilan timur?" tanya Yuria dengan tatapan penasaran
"Tentu saja, dia akan datang,"
"Jangan memanggilnya Tuan Tao dia juga nanti akan menjadi ayahmu jadi panggil saja ayah," ucap Shun sambil tersenyum
"AYAH??!"
"Ta...pi... kan... ki...ta... belu...m men...ikah," ucap Yuria dengan muka yang memerah dan suara yang lemah
"Tenang saja, nanti setelah lulus dari akademi kita langsung merencanakan pernikahan," ucapnya lagi sambil mengelus kepala tunangannya
"Maaf mengganggu kalian berdua, tapi apa kalian lihat Reina?" tanya James sambil berjalan ke arah pasangan yang sedang berbunga-bunga
"Kami saja belum melihat keluarga Halmiton datang apalagi Reina," ucap Yuria sambil melihat-lihat ke arah sekitar
"Apa jangan-jangan Reina benar-benar tidak akan datang, kamu tau kan keluarga Halmiton tidak menyukai putra mahkota," ucap Yuria dengan suara yang pelan
"Yuria, kamu tidak boleh berkata seperti itu," ucap Shun dengan tatapan panik
"Tidak apa kok, semua orang pasti akan beranggapan seperti itu," ucap Derick sambil berjalan ke arah mereka
"Yang mulia raja Lavina, Putra makhota Lavina, Pangeran kedua Lavina, Pangeran ketiga Lavina dan putri baron Elsdon memasuki aula semua orang di harapkan memberikan hormat," ucap seorang penjaga pintu sambil membuka pintu ruangan
'Semuanya akan memberikan hormat kepadaku sekarang,' ucap Elena di dalam hatinya sambil menyeringai
"Yang mulia raja silakan berikan pidato anda," ucap seorang penasihat di sampingnya
"Krett..." suara pintu terbuka
"Yang mulia, maafkan kami datang terlambat," ucap Dalbert sambil memberikan hormat di ikuti oleh Reina
__ADS_1
"Berani sekali mereka telat," bisik bangsawan A
"Mereka telat, pasti karena mereka kecewa karena pertunangan itu dibatalkan hingga membuat kelakuan seenaknya," bisik bangsawan c
"Sombong sekali mereka keluarga Halmiton padahal pertunangan mereka saja sudah dibatalkan masih saja bertindak semena-mena," bisik bangsawan b
"Diam,"
"Tidak masalah jika kalian berdua telat, kalian datang juga merupakan hal yang sangat di nantikan,"
"Dalbert keluarga kalian sudah aku anggap seperti keluargaku, karena aku adalah teman dekat ayah kalian dari dulu ditambah lagi dari kecil aku sudah menyaksikan pertumbuhan kalian berdua jadi aku sudah menganggap kalian sebagai anak angkatku,"
"Jika kalian berdua memerlukan bantuanku, apa pun itu aku pasti akan membantu kalian dan kalian berdua sangat luar bisa ingin menggantikan orang tua kalian hadir ke pesta hari ini,"
"Sangat disayangkan jika pertunanganmu dan Albern ingin dibatalkan, awalnya aku memang tidak setuju tapi karena itu adalah keinginan dari Reina sendiri maka aku tidak boleh memaksakan pertunangan kalian," ucap sang Raja dengan tatapan serius ke arah Reina dan Dalbert
"Kami berterima kasih kepada yang mulia raja atas kemurahan hati anda," ucap Dalbert dengan sedikit menundukkan kepala dengan tatapan dingin kemudian ikut ke dalam rombongan para bangsawan
Kemudian pidato panjang dari raja berlangsung selama berjam-jam...
'Kapan pidato ini akan selesai? kakiku sudah mulai pegal, aku heran kenapa semua bangsawan di sini tahan banting?' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan suram dan bosan
"Karena ini adalah keputusan yang dilakukan oleh putraku sendiri, untuk merayakannya mari kita bersulang," ucap Yang mulia raja dengan senyuman pahit kemudian mengangkat gelas rose wine
"Bersulang," ucap semua orang ikut mengangkat gelas itu
Namun ada kejadian yang tiba-tiba terjadi di pesta itu...
"UGH.. UHUKK..."
"DOKTER, CEPAT PANGGIL DOKTER ATAU PANGGILKAN PENDETA CEPAT," teriak seorang penasihat raja yang melihat sang raja yang memuntahkan darah di depannya
'Sepertinya dia benar-benar melakukannya, ini juga harga yang pantas untuk yang dia lakukan,'
'Setelah ini pastinya akan terjadi pertumpahan darah dari para bangsawan dan para pendeta,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan dingin menatap kejadian yang terjadi di depan matanya
'Apa yang terjadi? Sang raja meminum racun? Siapa yang berani melakukannya?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan terkejut
"Yang mulia putra makhota saya serahkan acaranya kepada anda," ucap penasihat itu sambil menatap putra makhota
__ADS_1
"Apa ini adalah kutukan dari langit?" bisik bangsawan A yang mulai membuat kericuhan
"Mungkin saja, kita bisa lihat kalau pertunangan ini tidak di restui oleh langit berbukti yang mulia diracuni," bisik bangsawan B
"Bukankah ini mungkin karena ada orang yang ingin melakukan pemberontakan?" bisik bangsawan C
"Masa iya? kalau iya bukankah seharusnya para pasukan sudah masuk dan menodongkan senjata kepada kita," bisik bangsawan A
"Kakak, apa yang harus kita lakukan di situasi ini?" ucap Reina dengan tatapan khawatir
"Tenang saja, semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap Dalbert sambil mengelus kepala adiknya dengan tatapan lembut
"Semuanya, tenang..."
"Lanjutkan pestanya, tidak ada yang perlu di khawatirkan,"
"Yang mulia, hanya saja tidak sanggup meminum alkohol lagi dikarenakan faktor usia," ucap Elena sambil tersenyum lembut
'Elena, memang bisa membuat situasinya tenang kembali,'
'Dia memang pantas untuk menjadi ratu selanjutnya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan penuh perhatian ke arah Elena
"Reina, kamu bersama yang lain dulu ya, ada hal yang harus kakak selidiki," ucap Dalbert dengan tatapan serius
"Baiklah, hati-hati kakak," ucap Reina dengan tatapan khawatir
"Sepertinya ini adalah rencana yang telah di rencanakan untuk mengacaukan pesta pertunangan ini," ucap Yuria dengan tatapan serius
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu Yuria?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Karena... bagaimana bisa mereka tenang dan melanjutkan pesta hanya karena faktor usia yang mulia raja ditambah lagi tidak masuk akal kalau beliau sudah mengetahui kondisi tubuhnya tidak mampu minum wine atau alkohol tetap dipaksakan untuk meminumnya," ucap Yuria dengan tatapan serius
"Semua orang berpengaruh di sini memiliki faktor untuk menjatuhkan kekaisaran, menurut kalian siapa yang melakukannya dan apa motifnya?" ucap seorang laki-laki sambil berjalan ke arah mereka
"Derick, Jangan bilang kalau kamu merencanakan ini semua?" ucap Yuria dengan tatapan tajam dan menunjuknya langsung
Siapa yang merencanakan semua ini? Apa motif dia melakukan semua ini? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1