
Beberapa hari kemudian...
"Untuk cincin yang akan digunakan untuk lamaran nanti,"
"Apakah para pengerajin perhiasan itu sudah menyelesaikannya?" tanya Albern sambil membaca dokumen-dokumen yang diberikan
"Dari sekian banyak hal kenapa yang kamu tanyakan adalah pengrajin perhiasan?" ucap James dengan tatapan tajam dan dingin
"Karena aku ingin secepatnya melamar Reina dan kemudian aku bisa dengan cepat menikahinya dan menjadi keluarga bahagia," ucap Albern dengan senyuman yang lembut
"Kamu lupa ada perintah dari kekaisaran yang di keluarkan dari rapat,"
"Bahwa semua acara tidak boleh di adakan sampai raja selesai naik takhta dan itu masih beberapa bulan lagi," ucap James dengan tatapan tajam
"Apa dia tidak bisa naik tahta dengan cepat, lagipula prosedur yang dilakukan untuk naik takhta itu sama sekali tidak terlalu penting,"
"Kamu hanya perlu memakai mahkota maka selesai kamu sudah menjadi raja,"
"Kamu tidak perlu mengikuti prosedur dari pergi mengelilingi kota, menghormat kepada semua orang, pembacaan sumpah, pemakaian makhota kemudian pidato, dan terakhir menyapa semua rakyat dari atas balkon"
"Itu prosedur yang panjang belum lagi pesta peresmian takhta,"
"Pada dasarnya mereka hanya membuang uang mereka melakukan hal yang tidak terlalu penting," ucap Albern dengan tatapan dinginnya
"Albern, kamu tidak bisakah menghormati sedikit tradisi keluarga kerajaan yang telah ada sejak turun-temurun,"
"Padahal kamu sendiri memiliki darah keluarga kerajaan tapi kamu ingin sekali melanggar peraturan dan tradisi keluarga sendiri,"
"Aku harap tidak akan ada orang-orang yang bergosip setelah kamu memundurkan diri dari takhta," ucap James dengan tatapan sedikit khawatir
"Kamu takut apa dari gosip itu? Dibandingkan takut dengan gosip yang seperti itu lebih baik kamu takut dengan dokumen yang entah kapan akan selesai mengingat semua orang sedang sibuk ditengah mendadaknya pergantian takhta raja baru,"
"Termasuk kita nantinya yang harus ikut mengurus tradisi-tradisi penobatan itu karena acara seperti itu harus dilakukan paling sempurna dan berjalan dengan lancar tanpa kendali," ucap Albern dengan tatapan tajam dan dingin
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu
"James, lihat siapa yang datang," ucap Albern yang kemudian melanjutkan pekerjaannya
"Baiklah," ucap James sambil berjalan ke arah pintu itu
__ADS_1
"Tuan, ada surat dari keluarga Halmiton," ucap seorang laki-laki yang merupakan pengantar surat dari kediaman Halmiton
"Keluarga Halmiton ya, baiklah terima kasih karena telah mengantarkan suratnya," ucap James yang kemudian mengambil surat itu dan menutup pintu itu dan memberikannya kepada atasannya
"Surat dari keluarga perempuan yang kamu cintai walaupun aku tidak bilang aku rasa kamu juga tau dari stampel yang ada di surat itu," ucap James dengan seringaian tipis sedangkan Albern langsung membaca surat yang diberikan itu
Setelah membaca isi surat itu...
"James, kira-kira kapan para pengrajin perhiasan itu tiba?" ucap Albern sambil menggenggam surat itu sampai robek
'Kenapa auranya seperti aura ingin membunuh orang? Memangnya apa isi surat itu sampai dia begitu marah?'
'Karena emosi yang tidak baik ini lebih baik aku jujur dan tidak banyak berbohong dan bercanda,' ucap James di dalam hatinya dengan merinding ketakutan
"Besok mereka sampai ke mansion karena dibutuhkan perjalanan selama enam hari," ucap James dengan gemetaran
"Baiklah, aku akan pergi dulu,"
"Kamu kerjakan semua dokumen yang berantakan ini," ucap Albern sambil berlari keluar pintu dengan suasana hati yang buruk
Disisi lain alun-alun kota...
"Akhirnya aku bisa melihat keramaian kota," ucap Reina dengan senyuman bangga
"Nona, biasakah anda tidak seperti orang yang liar?"
"Karena anda masih seorang bangsawan," ucap Olivia dengan tatapan khawatir
"Kita sedang di kota, kecil kemungkinannya orang-orang mengetahui siapa kita dibandingkan itu, kita harus pergi ke acara kencan buta yang telah di siapkan oleh kakak," ucap Reina dengan bersemangat
"Nona, bukankah itu sedikit berlebihan?" ucap Olivia dengan tatapan datar
"Tidak, ini adalah sikap yang sangat wajar," ucap Reina dengan senyuman profesional
'Bagaimana mungkin aku tidak senang ketika ikut menemani Olivia pergi kencan buta? Di acara itu biasanya dihadiri oleh semua laki-laki yang tampan dan bagus untuk cuci mata,' ucap Reina di dalam hatinya dengan berbunga-bunga
"Nona, anda harus ingat kalau anda masih punya pasangan yang sedang berada jauh dari sini,"
"Jadi jangan bersikap yang aneh-aneh, kalau tidak nantinya kepala kita bisa hilang dari badan ini karena tingkah konyol anda," ucap Olivia dengan tatapan khawatir
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan bersikap seperti itu dan aku kesini untuk menemani dirimu," ucap Reina dengan percaya diri
'Nona, sejujurnya aku memiliki firasat buruk kalau akan terjadi hal yang buruk datang ke sini nantinya,'
'Ditambah lagi perilaku anda yang seperti itu membuatku semakin khawatir dengan firasat ini,' ucap Olivia di dalam hatinya dengan tatapan khawatir
"Sebentar lagi waktu pertemuannya, kita harus tiba lebih awal," ucap Reina sambil menarik tangan Olivia ke arah tempat pertemuan mereka
"Kring... kring..." Suara lonceng pintu yang terbuka dan di sana telah ada lima orang laki-laki yang duduk menunggu mereka berdua ternyata
"Maafkan kami berdua terlambat," ucap Reina dengan memberikan hormat diikuti oleh Olivia
"Tidak apa-apa lagi pula, ini masih sangat awal dari jam yang kita tentukan,"
"Tapi karena kita sudah datang semua bagaimana kalau kita mulai sekarang?" ucap seorang laki-laki dengan tatapan yang lembut dan senyuman yang begitu hangat
"Baiklah, kita mulai saja," ucap Reina dengan anggukan kepala
'Nona, sebenarnya anda yang ingin ikut acara pertunangan seperti ini bukan? Dan alasan saja ingin mencarikan aku laki-laki untuk menikah,'
'Aku jadi khawatir dengan orang yang akan menikah dengan anda,' ucap Olivia di dalam hatinya dengan perasaan pasrah
"Nona, yang diam dengan manis itu bisakah nona memperkenalkan diri nona langsung? Karena kami ingin mendengarnya langsung dari dirimu mengenai dirimu," ucap laki-laki yang terlihat seperti laki-laki yang populer di kalangan perempuan
"Ah, iya boleh,"
"Perkenalkan nama saya Olivia, saya tidak memiliki banyak hal yang bisa dianggap hobi dan ini pertama kalinya aku ikut ke dalam acara perjodohan seperti ini,"
"Salam kenal semuanya," ucap Olivia dengan tatapan dingin yang membuat ruangan seperti merasakan suasana dingin
'Olivia, suasananya menjadi dingin hanya ucapan yang kamu katakan itu,'
'Ini jadi sedikit menyeramkan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman kaku
"Nona Reina dan Nona Olivia ini kenapa tertarik untuk ikut ke acara seperti ini? Apakah karena kalian ingin cepat menikah?" tanya laki-laki yang memiliki wajah begitu rupawan seperti seorang perempuan
"Aku merasa kalau ini mungkin sudah waktunya aku memiliki pasangan hidup dan aku dengar kalau kita bisa menemukan pasangan hidup yang tepat hanya dengan mengikuti hal semacam ini jadi aku tertarik untuk mencobanya," ucap Olivia dengan tatapan dingin
Apakah yang akan terjadi dengan para pengerajin perhiasan itu? Apa yang ada di dalam isi surat itu? Mungkinkah Olivia berhasil menemukan pasangan yang tepat? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA