
"Hee... kalau begitu aku ingin melihatnya apakah aku bisa mati atau tidak," ucap Dezria sambil tersenyum dengan tatapan merendahkan
"Alkonost," ucap Elena sambil mengulurkan tangannya yang kemudian muncul seekor burung yang di selimuti oleh cahaya yang indah terbang ke arah monster itu untuk mengikatnya namun malah burung yang indah itu dimakan oleh monster tersebut
'Wah... wah... Dezria memulai pertunjukan terlebih dahulu,
"Bagaimana bisa?" ucap Elena dengan tatapan terkejut dan ketakutan
Dengan panik Baron Eldson menatap Duke Derick yang hanya diam dan menikmati tontonan yang terjadi.
"Duke Derick, jika kamu membunuh raja pengguna sihir hitam ini aku akan meminta tuan Lonia untuk menjadikanmu sekretarisnya dan orangnya," ucap Baron Eldson dengan sombongnya
"Hum... bagaimana ya?" ucap Derick sambil menyeringai dan menatap ke arah Dezria kemudian ke arah Baron Eldson
"Aku tidak yakin dengan kemampuanku karena kamu sudah lihat kan putrimu sendiri yang memiliki sihir cahaya saja kalah,"
"Hah... apalagi aku, bukan begitu tuan Halmiton?" ucap Derick sambil menoleh ke arah Dalbert
'Drama apa lagi yang di rencanakan olehnya hingga membawa-bawa namaku,' ucap Dalbert di dalam hatinya kemudian menatap
"Tentu saja yang dikatakannya benar, dan juga bukankah keluarga Baron sangat hebat melebihi keluarga Halmiton,"
"Buktinya dari putrinya bisa menjadi tunangan seorang putra makhota kemudian hebat dalam memberikan keadilan, karena putrinya yang di tindas sampai harus ke persidangan dewan kesiswaan,"
"Jadi aku rasa putrimu bisa melakukan hal yang pernah dia lakukan bukan kepada raja kerajaan Zahryia," ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya dan senyuman yang menyindir
"Tuan Halmiton anda sangat lancang dan bersikap sombong sebagai seorang tahanan, apa anda tidak takut kalau anda di berikan hukuman gantung?" ucap Baron Eldson dengan tatapan merendahkan
__ADS_1
"Heee... kalau begitu aku tidak akan membantu dirimu Baron Eldson karena kamu yang mengatakan sendiri kan kalau kami adalah tahanan dan juga berbicara seperti itu di anggap lancang jadi kami berdua memilih untuk diam," ucap Derick sambil tersenyum dengan dingin
"BRAK..." suara pintu yang terbanting dengan keras
"Ternyata ada pasukan yang memberontak dan sekarang mereka mundur setelah aku nanti naik takhta aku pasti akan menghabisi mereka, kalau begitu aku akan menyelesaikan masalah yang ada di ruangan ini sekarang," ucap sang perdana menteri dengan tatapan marah dan penuh emosi karena dia banyak kehilangan pasukannya kemudian berjalan masuk ke dalam aula untuk bersiap-siap membunuh sang raja selanjutnya itu namun ternyata di depannya ada seekor monster berkepala tiga menghalangi jalannya.
"Kenapa ada monster di sini dan siapa yang menggunakan sihir hitam untuk melakukan ini?" ucap Sang perdana menteri dengan emosi yang sudah berada di ujung pitam kemudian mengeluarkan pedangnya
"Aku yang telah melakukannya, apakah ada masalah? orang milikmu yang di sana mengatakan kalau aku adalah tahanan tetapi aku sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan perang saudara yang ada di kekaisaran ini,"
"Jadi jangan salahkan aku jika aku melakukannya," ucap Dezria dengan tatapan dinginnya
"Ternyata raja kerajaan timur tengah adalah orang yang menguasai sihir hitam tidak heran jika anda bisa menjadi raja di kerajaan timur tengah, tapi kami memiliki penyihir terbaik di kerajaan ini, jadi jangan harap kalau dirimu lebih baik dan dirimu bisa meninggalkan kekaisaran ini," ucap Perdana menteri itu sambil mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke arah monster kepala tiga itu di ikuti dengan para penyihir yang berada di belakangnya
"Breakdown," ucap para penyihir dengan serentak
'Dia terluka kalau aku menyerang terus menerus maka dia akan mati,' ucap sang perdana menteri dengan seringainya
'Kalau begini terus dia bisa mati, aku tidak bisa menggunakan sihir untuk sementara waktu, karena sihirku semuanya tersalurkan kepada Kerberos,' ucap Dezria di dalam hatinya dengan tatapan yang sedikit panik kemudian menatap ke arah Derick dan atasannya
'Dia menatap ke sini bukannya ke arah lawannya, sepertinya ada yang tidak beres, mau bagaimana lagi, itu artinya aku harus ikut membantu dirinya dan mengungkapkan identitas milikku,' ucap Derick sambil menatap Dezria yang menatapnya terus-menerus
"Breakdown," ucap para penyihir lagi dengan serentak menyerang monster yang ada di depannya
"Shilde," ucap seseorang yang berjalan mendekati Dezria sebelum Derick membantunya
"Dezria, apa kamu tidak apa-apa? Sekarang istirahat lah biar kami yang menyelesaikan para penyihir itu berdua, kamu habisi saja sisa para tentara itu," ucap Absyuri dengan tatapan dingin
__ADS_1
"Baiklah aku serahkan kepada kalian," ucap Dezria sambil menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari aula untuk menghabisi para berbaju besi
'Semua orang tau kalau Dezria tidak bisa menggunakan sihir yang murni oleh karena itu dia mengambil jalan yang salah dan tidak bisa menggunakan sihir, dan dia telah menghabiskan semua sihirnya untuk memanggil hewan penjaga neraka yang merupakan tingkat tinggi tentu saja akan membuat nya tidak kuat kalau terkena sihir penyihir, dia terlalu ceroboh aku harap sebagian dari mereka masih bisa menjalankan semua rencana sesuai dengan yang telah di rencanakan,' ucap Dalbert sambil melihat situasi para bawahannya yang bertindak menghabisi para garda terdepan secara tidak sadar oleh sang perdana menteri
"Siapa kalian?" tanya sang perdana menteri Lonia dengan tatapan dingin
"Kami? kami adalah orang yang menginginkan takhta kerajaan ini juga oleh karena itu kami berdua datang ke sini untuk menghancurkan tikus-tikus seperti kalian," ucap Absyara sambil tersenyum
"HABISI DIA, CEPAT," teriak perdana menteri Lonia dengan tatapan kesal dan emosi karena semua yang ingin dia lakukan anehnya tidak bisa berjalan dengan baik
"chain of death," ucap keduanya yang kemudian permukaan lantai ruangan aula berubah menjadi ruangan yang penuh dengan darah dan mereka menari di atas darah-darah itu yang memunculkan tengkorak-tengkorak yang membawa rantai yang kemudian mengikat para penyihir itu membuat semua bangsawan yang melihat ketakutan karena orang di depan mereka lebih menakutkan dibandingkan yang sebelumnya tidak terkecuali Reina yang menyaksikan hal di depan matanya.
'Siapa Absyara dan Absyuri sebenarnya?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang terkejut karena mereka berbeda dengan orang yang dia kenal sebelumnya
"Akhh... tuan Lonia tolo...ng ka...mi," teriak para penyihir sambil berusaha melepaskan rantai itu dengan sihirnya namun mustahil karena itu adalah salah satu sihir khusus yang dibuat oleh mereka berdua
"Mereka... mereka berdua siapa sebenarnya?" Gumam Albern dengan tatapan penasaran dan sedikit ketakutan
"Walaupun para penyihir telah kalian kalahkan tapi aku masih punya pasukan yang besar," di lemparnya sebuah bom sos untuk membuat semua orang berbaju besi itu masuk berkumpul di dalam ruangan jumlah uang masuk ke dalam ruangan aula itu hampir memenuhi setengah aula itu.
"Aku tidak ingin tau apa yang terjadi bunuh semua orang yang berada di sini dan siapapun yang berhasil membunuh sang putra mahkota aku akan membiarkan dirinya menguasai seperempat wilayah kekaisaran," ucap sang perdana menteri dengan emosi yang tidak bisa di kendalikan
"Wah... wah... kami berdua merasa sangat takut jadinya," ucap Absyuri dengan tatapan yang mengejek
"Kalau begitu aku pastikan kalian menikmati pesta yang kami berdua buat," ucap Absyara sambil tersenyum dingin dan tatapan haus darah
Apakah mereka berdua akan terbunuh? Apakah Dalbert dan Derick juga akan ikut bertarung? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA