
"Dezria, aku tau kamu tidak terima dengan yang namanya kekalahan, tapi untuk kali ini tolong bersikaplah dengan baik untuk tidak melewati batas,"
"Kamu tau kan kalau kamu bertindak lebih dari ini gelar kebijaksanaan yang diberikan tuan pemimpin akan menjadi sia-sia, kalau bertindak berlebihan karena kamu tidak setuju,"
"Itu malah akan menghancurkan gelar yang kamu dapatkan," ucap Derick sambil memegang lengan Dezria
"Ck, baiklah aku mengerti," ucap Dezria sambil menepis tangan Derick dengan tatapan dingin
'Kalau aku boleh jujur, aku rasa aku di sini hanya untuk meredakan amarah Dezria, karena aku adalah orang yang bisa membujuk Dezria adalah aku sejak dia ditawarkan untuk bergabung oleh Dalbert dia menolak dan untuk membujuknya bergabung aku yang melakukannya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan curiga dan sambil mengingat-ingat kembali kejadian yang telah lama
Di tengah padang pasir yang luas dan panas...
"Dalbert, kenapa kita harus pergi ke timur tengah?"
"Kamu tau kan sebelum sampai di timur tengah ada gurun yang tandus dan hampir tidak pernah tersentuh sama sekali karena hujan tidak pernah turun sedikit pun di wilayah ini,"
"Dan dari yang aku dengar kalau gurun memiliki beberapa cuaca ekstrem,"
"Cuaca panas, badai pasir dan dingin,"
"Dari ketiga itu yang paling bahaya adalah badai pasir, itu terjadi ketika beberapa hari bahkan ada yang mati di tengah badai pasir ini karena begitu banyak benda yang terbawa pada saat badai pasir ditambah lagi itu menghalangi penglihatan mereka,"
"Jadi, kita cari saja orang-orang berbakat di kekaisaran barat, mungkin ada yang sangat hebat dan belum diasah seperti batu permata," ucap Derick dengan tatapan suram
"Pikiranmu hanya mengeluh apa? kita baru berjalan digurun selama 39 menit," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Dalbert, dia hanya anak kecil,"
__ADS_1
"Kalaupun hanya sebentar bagi kita tapi untuk mereka yang belum terbiasa berjalan jauh atau bepergian tanpa kereta kuda itu adalah hal yang berat untuk anak seumurnya,"
"Dia nanti akan terbiasa untuk berjalan jauh, jika tiap hari," ucap Azazel sambil tersenyum menatap Derick
"Kenapa kamu membela dirinya? Bukannya kamu adalah bawahanku dan asisten pribadiku? Daripada itu perjalanan kita akan tertunda jadi beberapa hari jika beristirahat sekarang," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
'Dia tidak menyenangkan sekali, kepada adik perempuannya dia bertindak manis seperti laki-laki yang baik tapi di belakang adik perempuannya dia orang yang dingin dan bahkan tidak memiliki belas kasihan kepada orang-orang di sekitarnya,'
'Jika dia bilang mati maka orang itu akan mati ditangannya dengan sekejap, orang yang begitu menyeramkan karena memiliki topeng dalam melakukan pekerjaan,' ucap Derick dengan tatapan tidak suka dengan Albern
"Aku bukan membela dirinya tapi kamu yang terlalu ketat memberikan ajaran kepadanya,"
"Kamu sendiri dulu dilatih oleh orang tuamu juga mengeluh kalau disuruh berjalan seperti ini,"
"Dan aku sangat mengingat kejadian ini dengan benar, dari kamu masih kecil sampai tumbuh seperti sekarang," ucap Azazel dengan tatapan yang tajam
"Baiklah, tapi menceritakan masa lalu adalah hal yang paling menyenangkan karena kita bisa mengingat kembali setiap kenangan yang ada di dalam memori itu,"
"Karena kamu tidak ingin menceritakannya maka kita akan simpan cerita ini jika Dalbert menganggap kalau anak kecil itu lemah," ucap Azazel dengan senyuman yang lembut membuat Dalbert merinding
"Kalau boleh aku tau, kenapa kita akan pergi ke timur tengah begitu terburu-buru bukankah hanya untuk mengisi sebuah tempat di organisasi?" ucap Derick sambil menatap hamparan gurun yang begitu luas
"Kamu penasaran? itu karena Dalbert adalah salah satu anugerah dari pencipta sehingga dia bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan tidak peduli di mana kamu berada nantinya, dia akan tetap mengetahui masa depan seperti apa yang akan ditemuinya dan orang hebat seperti apa yang sangat berguna untuk dijadikannya sebagai pion caturnya nanti itu sudah ada di pikirannya,"
"Oleh karena itu kita harus pergi ke timur tengah untuk bertemu dengan orang itu dan membuat kesepakatan," ucap Azazel dengan tatapan penuh perhatian kepada Derick
'Artinya pada saat dia menyelamatkan aku saat di mansion pada saat pembantaian besar-besaran itu karena aku adalah orang yang memiliki nilai di masa depan? tidak heran jika itu adalah benar karena kemampuan dan gelar adalah salah satu manfaat dari para bangsawan dalam melakukan hubungan,'
__ADS_1
'Kalau aku tidak memiliki nilai mungkin saja aku akan dibuang dan akan mati tanpa membalaskan dendam orang tuaku,' ucap Derick di dalam hatinya sambil memperhatikan gurun yang hanya ada hamparan tanah yang begitu halus tanpa seorang pun yang melewatinya
"Terima kasih tuan Azazel telah membantuku," gumamnya dengan suara yang begitu pelan
"Sama-sama, aku yakin kamu bisa melewati latihan yang berat ini,"
"Dan kalau kamu ingin memanggilku bisakah kamu memanggilku dengan sebutan kakak saja?" ucap Azazel sambil tersenyum dengan lembut dan penuh harapan
"Emm... baiklah, akan aku coba," ucap Derick sambil tersenyum
"Jika kalian berdua saling tersenyum seperti itu, artinya kalian berdua sudah tidak lelah lagi,"
"Mari kita lanjutkan perjalanan kita dan tidak membuang-buang waktu di sini semakin cepat kita bergerak semakin cepat kita sampai di tempat tujuan kita nantinya," ucap Dalbert sambil berdiri dan keluar dari sebuah tempat berlindung itu diikuti dengan Azazel dan Derick
"Azazel, apakah kamu akan tetap bersama kami sampai nantinya sembilan orang yang berbakat itu ketemu?" ucap Derick dengan tatapan penasaran
"Kalau soal itu, aku tidak bisa terus di sampingnya tapi aku tidak akan lupa kalau kesetiaanku hanya untuk pemimpin muda ini nantinya jadi tolong urus dia nantinya kalau tidak ada aku
"Aku mengerti," ucap Derick sambil menganggukkan kepalanya
Hari demi hari pun berlalu didampingi panas, badai pasir dan dingin hingga mereka sampai di sebuah gerbang yang terbangun dengan begitu megah dan kokoh dari besi yang tebal.
"Sebentar lagi kita akan sampai di ibukota timur tengah yang paling megah dan besar, yang di sebut dengan ibukota perdagangan dan ibukota militer karena memang pada dasarnya kota timur tengah adalah kota-kota yang banyak di datangi oleh para pedagang di seluruh di dunia dan untuk militernya sendiri karena negeri ini adalah tempat yang tandus, mereka memutuskan untuk membuat negeri ini menjadi kuat dalam militer," ucap Dalbert sambil menatap gerbang yang tidak begitu jauh dari posisi mereka
"Gunakan jubah ini, maka kita bisa masuk ke sana," ucap Azazel dengan sihirnya memunculkan sebuah jubah
Apakah yang menanti mereka di timur tengah? Seperti apa perjalanan mereka di timur tengah saat mencari orang yang mereka ingin temukan? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA