Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 90


__ADS_3

"Reina, apa ada yang tidak kamu suka?" tanya Albern sambil menarik kursi untuk Reina


"Tidak ada, aku bukan orang yang pemilih," ucap Reina


"Nona Reina sudah lama tidak bertemu anda, terakhir saya bertemu dengan anda anda masih sangat kecil," ucap seorang laki-laki setengah paruh baya itu sambil memberikan senyuman hangat dan hormat


"Kepala pelayan sudah lama tidak bertemu dengan anda, anda masih terlihat muda saja," ucap Reina sambil tersenyum


"Hohoho... nona Reina masih saja bisa memuji saya yang sudah tua ini," ucap kepala pelayan itu sambil tersenyum hangat


'Dia masih ingat saja dengan kepala pelayan padahal sudah lama sekali dia tidak berkunjung ke istana ini," ucap Albern sambil tersenyum kecil


"Reina, terima kasih kamu telah ingin hadir ke pesta tehku yang kecil hari ini," ucap Albern sambil tersenyum


"Tidak masalah, aku juga tidak ingin kamu menjemputmu terang-terangan," ucap Reina dengan tatapan suram


"Sebentar lagi akan masuk sekolah, Reina apa kita bisa satu kelompok walaupun nilai kita tidak sama," ucap Albern dengan tatapan serius


"Aku tidak masalah sih tapi ini semua di tentukan dengan peringkat dan prestasi setiap siswa jadi aku tidak yakin bisa satu kelompok denganmu, apalagi aku yang paling buruk dalam sihir," ucap Reina sambil tersenyum kaku


"Jadi kamu kesini hanya untuk membahas tugas sekolah, aku akan pulang kalau begitu," ucap Reina dengan tatapan datar.


"Ada banyak hal dan waktu yang ingin aku habiskan dengan dirimu," ucap Albern dengan tatapan yang begitu lembut membuat semua pelayan di ruangan terkejut

__ADS_1


Pesta teh kecil itu berjalan dengan lancar hingga sore hari dan tidak ada hal yang romantis di lakukan oleh Albern di karenakan dia tidak paham dengan yang harus di lakukan untuk menarik perhatian Reina dan Reina pun tidak memikirkan apapun tentang perasaan itu. Kemudian semuanya berjalan seperti hari-hari biasa hingga acara pembukaan sekolah di sambut dengan petualangan para siswa untuk pergi ke hutan dan membasmi para monster. Semua siswa begitu antusias menyambut acara sekolah yang begitu besar ini dan tidak terlepas dari bahaya.


"Aku tidak menyangka bisa satu kelompok denganmu Reina," ucap Yuria sambil tersenyum dengan bahagia


"Iya, aku juga tidak menyangka bisa satu kelompok denganmu,"


'Pasti semuanya kakak yang merencanakannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan suram


"Reina, aku harap kamu tidak melakukan hal jahat kepadaku," ucap Elena dengan begitu polos


'Disini mungkin saja bisa menjadi tempat kematianmu Reina, aku sangat menantikan kematian itu dan menjadi ratu negara ini,' ucap Elena di dalam hatinya dengan perasaan bahagia


"Kita bisa bergabung dengan kelompok mu kan Reina," ucap Absyara sambil tersenyum


"Kakak, aku pikir kita tidak akan bersama," ucap Absyuri sambil memeluk Absyara


'Aku tidak menyangka pembagian kelompoknya berdasarkan perempuan dan laki-laki, tapi untunglah aku bisa satu kelompok dengan Reina, aku akan sangat berterimakasih denganmu Absyara,' ucap Blake di dalam hatinya dengan ekspresi dingin


'Tapi kenapa laki-laki itu satu kelompok denganku,' ucapnya lagi di dalam hatinya


"Blake kamu kenapa? dari tadi diam saja," ucap Reina sambil menatap Blake yang diam


"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya sedang berpikir perjalanan yang memakan waktu seminggu apa benar kita bisa memakan makanan dari bahan-bahan di hutan, aku kurang yakin dengan yang tersedia," ucap Blake dengan tatapan khawatir

__ADS_1


"Humm... tenang saja, aku telah membaca beberapa buku di perpustakaan jadi kemungkinan aku bisa memanfaatkan semua pengetahuan yang aku pelajari," ucap Reina dengan percaya diri


"Bisa satu kelompok dengan kalian sebagai pemandu kalian aku benar-benar sedikit beruntung," ucap Derick dengan tatapan tajam


"Eh? Derick memangnya pemandu di perlukan?" tanya Reina sambil menoleh ke arah belakang


"Tentu saja, jangan bilang kamu tidak tau? tapi kami hanya bisa memandu kalian sampai setengah jalan saja di sana nantinya ada pos disitulah aku akan berhenti memandu kalian dan ini akan jadi petualangan yang menyenangkan, siapapun dari kelompok kalian yang paling banyak mengumpulkan batu sihir dari inti monster maka akan mendapatkan hadiah dari akademi dan dewan kesiswaan," ucap Derick sambil tersenyum


"Dan aku ingin kalian berteman baik, dengan dia," ucap Derick sambil menyeret seorang laki-laki pendek


"Derick, kamu sudah berani menyeret-nyeret aku, aku sudah bilang kan aku tidak mau ikut," ucap Asmodeus sambil meronta-ronta


"Tapi kamus adalah siswa kelas satu sudah tugasmu untuk ikut dan juga namamu tidak ada tercantum di Kelompok manapun karena guru malas sudahnya menganggapmu sebagai murid akademi, oleh karena itu aku telah berdiskusi dengan guru untuk memasukan namamu ke tim Reina dan tim Absyara," ucap Derick sambil tersenyum


"Ck, baiklah... hanya kali ini karena kamu telah mengurus semua masalah yang ada di sekolah untukku," ucapnya sambil mengernyitkan dahinya


"Jangan merencanakan hal yang tidak-tidak Asmodeus aku memantau dirimu," ucap Derick sambil tersenyum dingin dan tatapan tajam


'Ck, ketahuan,' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Kalau begitu kita jalan sekarang," ucap Derick sambil menatap semua anggotanya


Apakah acara mereka akan berjalan dengan lancar? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2