Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 154 Selamat datang di akademi


__ADS_3

Berita mengenai pembatalan pertunangan antara keluarga Kerajaan dengan keluarga Halmiton tersebar ke seluruh penjuru negeri, setelah berita itu tersebar, tiba-tiba banyak undangan dari keluarga bangsawan untuk melamar putri dari keluarga Halmiton itu. Namun semuanya ditolak dengan cara dibakarnya semua surat-surat bangsawan.


Kemudian hari-hari yang singkat untuk masuk ke dalam akademi berulang begitu cepat hingga tiba sebuah panggung yang akan membawa akhir sebuah cerita dimulai.


"Hah... akhirnya acara penerimaan siswa selesai, aku masih punya banyak waktu sampai dimulainya pelajaran besok,"


"Ke mana ya sebaiknya," Gumam Reina sambil berjalan-jalan di sekitar taman yang dekat dengan acara penerimaan siswa itu


"Nona Halmiton," ucap seseorang dari kejauhan datang berjalan ke arahnya


"Ternyata benar ya itu kamu, sudah lama tidak bertemu denganmu, nona Halmiton," ucap laki-laki itu sambil menyerahkan bunga yang telah di karang dengan indah


'Duke Derick kenapa dia ada di sini, aku paling tidak ingin berbicara dengannya,'


'Karena bagaimana pun juga itu mengingatkan aku pada kematianku nantinya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum kaku


"Iya benar sudah lama tidak bertemu dengan anda duke Derick,"


"Terima kasih atas karangan bunganya," ucap Reina dengan senyuman yang kaku dan mengambil bunga itu


"Sepertinya kamu sudah tidak bersembunyi seperti kelinci lagi ya," ucap Derick sambil tersenyum


"Memangnya saya terlihat seperti itu ya dulu?" ucap Reina dengan tatapan yang kebingungan


"Tentu saja seperti itu, karena kamu selalu bersembunyi dibalik kakakmu,"


"Dan tolong langsung memanggil aku dengan namaku karena di akademi tidak ada yang akan memanggil dengan gelar," ucap Derick sambil tertawa kecil


"Ahahaha ternyata begitu ya..."


"Baiklah kalau begitu tolong juga jangan panggil aku dengan nama keluargaku, karena Halmiton itu ada dua," ucap Reina sambil tersenyum


'Aku ingat dulu waktu aku ingin pergi menemui Reina, aku di dahului oleh Derick,'


'Dan pada akhirnya Reina ditawarkan bergabung dengan dewan kesiswaan begitu juga denganku,' ucap Albern di dalam hatinya sambil berjalan menuju taman


"Albern, bukankah dari tadi kita hanya berjalan-jalan di lorong sekolah saja,"


"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan? Apa kamu tau aku juga lelah berjalan ke sana kemari?" Keluh orang yang berada di sebelahnya dengan tatapan suram


"Albern, itu bukannya mantan tunanganmu dia sedang bersama dengan duke Derick," ucap laki-laki itu sambil menoleh ke arah taman


"James, jika kamu melihat fatamogana lain kali kamu jangan ikut denganku, karena tidak mungkin Reina berada di taman aku ingat dengan jelas pertemuan kami di lorong," ucap Albern dengan dingin


"Fatamorgana atau tidak bukankah lebih baik kamu lihat ke arah taman," ucap James sambil menggelengkan kepalanya dan menghentikan langkahnya

__ADS_1


'Aku sangat yakin dengan pertemuan itu, dan tidak mungkin aku salah mengingatnya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan serius


"Baiklah, aku akan melihat ke arah taman," ucap Albern kemudian menoleh ke arah taman yang dikatakan itu adalah fatamogana yang terlihat nyata


"Aku tidak melihat fatamogana kan? Apa kamu ingin menghampiri mereka berdua?" ucap James sambil menatap Albern yang menatap dengan tatapan seperti orang yang telah patah hati


"Tidak, aku akan melihatnya dari sini saja, lagi pula kami sekarang hanya berteman,"


"Aku tidak ingin menghancurkan kepercayaannya kepadaku, sekarang lebih baik kamu temani aku pergi ke ruangan wakil kepala sekolah," ucap Albern kemudian berjalan lurus


"Kamu terlihat seperti orang yang telah merelakan sebuah perasaan yang telah lama ada," ucap James berjalan mengikutinya dari belakang


"Aku tidak meminta pendapat dari dirimu dan James jika aku mendengarkan omong kosong keluar dari mulutmu maka aku pastikan hukuman untukmu akan lebih berat dari latihan yang diberikan kesatria istana," ucap Albern sambil berjalana tanpa memandang ke arah belakangnya


'Sejak dia memutuskan pertunangan, dia dingin seperti balok es,'


'Apa dia akan baik-baik saja nanti? Ini sedikit mengkhawatirkan diriku,' ucap James dengan tatapan yang khawatir


'Sepertinya aku mendengar suara dari belakang tapi siapa?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menoleh ke arah belakangnya


"Reina, ada apa?" ucap Derick dengan tatapan kebingungan


"Tidak apa-apa," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya


"Jadi tentang tawaranku, apa kamu akan menerimanya?" Tanya Derick dengan tatapan serius


'Sepertinya dia masih memiliki banyak pikiran semenjak dia telah memutuskan pertunangannya dengan keluarga kerajaan,'


'Tapi ini adalah kesempatan untukku, menjadikannya sebagai milikku,'


'Aku harus berusaha keras untuk dia membuka hatinya,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan yang sedikit kecewa


"Tentu saja, aku akan memberikanmu waktu, apabila kamu setuju kamu bisa datang ke ruangan dewan kesiswaan,"


"Kami akan menyambut semua anggota baru yang hadir di sana," ucap Derick sambil menganggukan kepalanya


"Terima kasih,akan aku pertimbangkan," ucap Reina dengan tatapan yang lega


"Reina, kalau begitu sekarang aku harus pergi dulu, karena aku memiliki urusan yang harus aku urus dengan wakil kepala sekolah jadi aku tidak bisa telat,"


"Aku duluan ya," ucap Derick sambil menatap jam sakunya kemudian berlari dengan tergesa-gesa


"Iya, hati-hati," ucap Reina sambil tersenyum dan melambaikan tangannya


'Akhirnya dia pergi dari sini, pipiku sangat sakit gara-gara aku harus terus tersenyum terus di depannya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan suram

__ADS_1


"Tok... tok.. tok..." suara ketukan pintu


"Luke tolong bukakan pintu, aku yakin itu pasti Derick datang terlambat dari yang dijanjikan," ucap Dalbert sambil menulis dokumen yang ada di mejanya


"Baik, master," ucap Luke dengan tegas sambil berjalan ke arah pintu


"Kamu lama sekali, apa kamu tau Master telah lama menunggumu," ucap Luke dengan tatapan yang dingin sambil membuka pintu


"Maafkan aku, aku salah berbicara,"


"Aku pikir itu adalah orang yang ditunggu tuan mudaku," ucap Luke dengan sopan dan menundukkan kepalnya


"Jadi, apa kalian berdua ada keperluan dengan tuan muda?" ucap Luke dengan sopan dan tatapan dingin


"Tuan muda?" ucap Albern dengan tatapan kebingungan diikuti dengan James


'Mereka tidak mungkin tau siapa yang aku panggil,' ucap Luke di dalam hatinya dengan terkejut karena baru sadar


"Ah, maksud saya wakil kepala sekolah," ucap Luke dengan jelas sambil tersenyum


"Iya, kami mencari wakil kepala sekolah,"


"Apa bisa kami bertemu langsung dengan wakil kepala sekolah? Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan," ucap Albern dengan tatapan serius


"Baiklah, akan saya tanyakan dulu kepada beliau jadi bisakah kalian menunggu di luar pintu sebentar?" ucap Luke dengan tatapan tajam


"Tentu saja, kami akan menunggunya," ucap Albern dengan senyuman dingin


"Luke siapa diluar? Apa itu Derick? Kenapa tidak di suruh masuk?" ucap Dalbert dengan kebingungan menatap Luke yang menutup pintu kembali


"Itu bukan Derick Master, tapi putra mahkota kekaisaran ini dan asisten pribadinya yang datang,"


"Dia bilang ingin menemui anda dan mendiskusikan beberapa hal dengan anda,"


"Apa perlu saya berikan masuk ke ruangan? " ucap Luke dengan hormat


'Mencariku? tidak biasa sekali, sepertinya dia memiliki sesuatu yang penting hingga datang ke sini,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tangan yang berhenti bekerja


"Berikan saja dia masuk, aku penasaran apa yang membuatnya datang ke ruanganku," ucap Dalbert sambil menyeringai


"Baik Master," ucap Luke sambil berjalan ke arah pintu


"Baiklah, kalian di izinkan masuk oleh wakil kepala sekolah," ucap Luke sambil membuka pintu untuk menyuruh tamu-tamu itu masuk


"Selamat datang di akademi untuk siswa baru dan apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian?" ucap Dalbert  dengan senyuman dan tatapan yang dingin

__ADS_1


Apakah yang ingin dilakukan oleh Albern di ruang wakil kepala sekolah? Apakah Reina akan menerima hal yang sama? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2