Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 158 Quiescent


__ADS_3

Dengan senyuman yang tipis "Tentu saja boleh,"


"Nama saya adalah Reina Elice Halmiton,"


"Senang bertemu dengan anda tuan,"


"Apakah boleh saya mengetahui nama anda juga?"


"Senang bisa bertemu denganmu juga nona,"


"Perkenalkan saya Blake Duarte saya hanya berasal dari keluarga pedagang yang mendapatkan beasiswa," ucap Blake dengan tatapan yang lembut sambil mencium punggung tangan milik Reina


'Dia sangat keren dan memperlakukan perempuan dengan lembut,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang kagum melihat laki-laki yang bersikap sangat keren kepada perempuan


'Dugaanku benar untuk berpura-pura menabrak dengannya, dia adalah tokoh antagonis jadi aku harus sebaik mungkin membuatnya tidak terlibat dengan kematian,' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan yang penuh perhatian


"Mungkin ini pertanyaan yang lancang tapi apakah boleh aku tau kamu berada di kelas mana? karena ini adalah hari pertama aku sekolah aku belum memiliki teman sama sekali jadi aku pikir kita bisa menjadi teman," ucap Blake dengan ekspresi wajar seperti orang takut tertolak


"Tenang lah aku juga belum mendapatkan satu orang teman jadi tentu saja kita bisa berteman,"


"Aku berada di kelas satu bagian timur," ucap Reina sambil tersenyum


"Aku tidak menyangka kalau kita berada di kelas yang sama, mungkinkah ini takdir?" ucap Blake dengan tatapan yang terkejut


"AHAHAHA.... tentu saja itu mungkin," ucap Reina sambil tertawa kecil karena kalau di pikir-pikir dia bisa berteman dengan seorang teman sekelasnya dipertemuan pertamanya


"Apakah kamu mau makan bersama saat kelas nanti selesai?" ucap Blake sambil tersenyum


"Tentu saja boleh," ucap Reina dengan menganggukkan kepalanya


"Reina, aku pikir kamu tidak akan mendapatkan seorang teman di hari pertama masuk ke akademi,"


"Ternyata aku salah ya," ucap seorang laki-laki dengan pakaian yang begitu rapi dengan beberapa buku yang dibawanya untuk mengajar


"Kakak, bagaimana bisa kakak di sini?" ucap Reina dengan tatapan terkejut


"Kamu tidak lihat buku yang aku bawa di tanganku ini?" ucap Dalbert sambil menatap buku-buku yang di bawanya itu

__ADS_1


"Kakak seorang guru di akademi? Kenapa kakak tidak pernah memberi tau kepadaku," ucap Reina dengan tatapan terkejut


"Kakak pikir ingin membuat sedikit kejutan untuk dirimu," ucap Dalbert sambil mengelus kepala adik perempuannya kemudian menatap laki-laki yang berada di sebelah adiknya


"Ah iya aku lupa memperkenalkan dia," ucap Reina yang berpindah perhatian dari menatap kakaknya ke arah orang yang di sebelahnya


"Kakak, perkenalkan dia adalah teman baruku, tadi kami tidak sengaja bertabrakan dan kemudian kenalan kemudiannya lagi kami jadi teman ternyata adalah teman sekelas," ucap Reina dengan tatapan antusias


"Perkenalkan nama saya Blake Duarte saya hanya berasal dari keluarga pedagang yang mendapatkan beasiswa,"


"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan seorang bangsawan yang memegang pengaruh dan peranan penting di kekaisaran," ucap Blake dengan tatapan yang menghormat dengan sopan kepada Dalbert


'Ternyata dia masuk ke dalam akademi juga, padahal setau ku pangeran kedua belum memenuhi persyaratan untuk masuk ke dalam akademi, tapi aku yakin pasti ada orang yang membantunya masuk ke dalam akademi,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap dari bawah ke atas untuk melihat orang seperti apa yang akan dekat dengan adik perempuannya


"Senang berkenalan denganmu, aku harap kamu bisa menggantikan aku menjaga adik perempuanku yang sedikit manja ini," ucap Dalbert sambil tersenyum


"Tentu saja, akan saya lakukan," ucap Blake dengan tatapan lembut


"Sebentar lagi kelas akan dimulai aku harap kalian berdua tidak telat untuk masuk ke dalam kelas,"


"Aku harus pergi dulu ke arah sana untuk melihat kelas mana yang nantinya tempat aku mengajar," ucap Dalbert kemudian pergi meninggalkan dua orang itu


'Aku pikir hari pertamaku adalah hari yang mengharukan dan menyenangkan tapi ternyata ini adalah awal dari bencana,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang sedikit suram


"Kalau begitu kita juga harus segera pergi ke kelas kita," ucap Blake yang menyadarkan Reina dari lamunannya


"Baiklah, kalau begitu kita juga harus bergegas," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah Blake di belakang


"Kamu sepertinya melihat bunga yang bertumbuh kuncup ya di pagi hari, Albern," ucap James yang menatap Albern dengan tatapan yang kasihan


"Padahal kamu masih suka kepadanya tapi sudah dua hari kamu tidak menghampiri dirinya,"


"Kalau kamu tidak melakukan pendekatan nantinya Reina bisa-bisa berpihak kepada laki-laki lain dan mana lagi itu adalah saudaramu sendiri,"


"Apa kamu yakin ingin yang seperti itu terjadi?" ucap James dengan memanaskan Albern yang berusaha tenang dari tadi


"Quiescent," ucap Albern sambil menatap James yang begitu berisik

__ADS_1


"Albern, apa yang kamu lakukan,"


"Tolong, lepaskan aku," tulis James di sebuah kertas karena dia yang tiba-tiba tidak bisa menggerakkan mulutnya


"Memangnya apa untungnya aku melepaskan mulut dengan omongan yang kosong itu," ucap Albern dengan tatapan dingin


"Maafkan aku," Tulisnya di kertas dengan ekspresi wajah memelas


"Cit.. cit...cit..." suara tikus yang tiba-tiba datang dengan memegang sebuah surat di tangannya menghampiri kedua orang itu


"Ada surat, tidak biasanya seekor tikus dijadikan sebagai pengantar surat,"


"Baiklah, mari kita lihat isi suratnya," ucap Albern sambil membuka amplop surat itu tanpa menghiraukan orang yang tidak bisa berbicara itu


'Rapat penyambutan, tidak seperti di masa lalu aku harus datang sendiri ke ruangan dewan kesiswaan tanpa surat undangan, tapi sekarang aku datang dengan sebuah surat,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menyeringai membaca isi dari surat itu


"James, setelah ini selesai kita harus pergi ke ruangan dewan kesiswaan, jadi sekarang kita harus masuk ke dalam kelas kalau tidak nantinya kita tidak bisa menyelesaikan kelas dengan awal," ucap Albern sambil berjalan menuju ke ruangan kelas


Kemudian kelas mereka di hari pertama berjalan dengan lancar hingga sore hari tiba dan rapat pertama dewan kesiswaan berjalan...


"Selamat datang ke dewan kesiswaan yang mulia, aku harap kita bisa menjadi rekan yang baik untuk menjaga akademi ini," ucap seorang perempuan menyambut tanpa memberikan hormat


"Yuria, bisakah kamu bersikap dengan sopan, dia adalah orang yang akan memimpin kekaisaran, jadi bersikaplah sopan," ucap Seorang laki-laki dengan tatapan kesal dan menarik perempuan itu


"Yang mulia putra mahkota, maafkan atas kelakukan yang di lakukan oleh Yuria dengan semena-mena," ucap Shun sambil memberikan hormat dan maafnya


"Tidak apa-apa, ini adalah akademi jadi bersikaplah seperti kamu melakukannya kepada orang lain," ucap Albern sambil tersenyum


"Aku penasaran, kenapa laki-laki yang di belakangmu terlihat diam? Apakah dia bisu?" ucap Yuria sambil menatap arah belakang Albern


"Tidak dia tidak bisu hanya saja aku lupa untuk melepaskan sihirku kepadanya," ucap Albern kemudian melepaskan sihirnya


"Akhirnya aku bisa berbicara," ucap James dengan perasaan lega


'Apa dia tidak datang dan bergabung seperti di masa lalu ya? atau dia telat?' ucap Albern sambil menatap ke arah pintu


Siapakah orang yang di tunggu oleh Albern? Apakah James sengaja di buat tidak berbicara? Apakah Blake akan menjadi orang yang penting di hati Reina nantinya? Seperti apakah benang yang menyambung ini nantinya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2