
"Reina, sekarang sudah waktunya untuk pulang ke asrama," Ucap Dalbert sambil menatap jam sakunya
"Eh... secepat itu, tapi rasanya baru sebentar kita keluar dari akademi," Gerutunya dengan muka cemberut
"Lain kali kita keluar bersama lagi, tapi sebentar lagi larut malam dan asrama akan ditutup nanti pulang ke mana kamu hayo loh, kakak tidak masalah pulang besok karena besok tidak ada jam mengajar," ucap Dalbert sambil menyeringai
"Ugh... baiklah, kita pulang, mana belum sempat pergi ke toko buku," Gumamnya dengan perasaan kesal
'Kenapa gadis kecil ini semakin besar semakin susah di bujuk ya untuk pulang,' ucap Dalbert di dalam hati
"Kalau begitu... titip saja buku yang ingin kamu beli kepada kakak, besok kamu pergi ke ruangan wakil kepala sekolah ambil bukunya," bujuk Dalbert sambil mengelus kepala adiknya
"Hum... baiklah ini semua adalah buku yang ingin aku beli," ucap Reina sambil menyerahkan list buku yang di beli
"Baiklah, mari kita lihat," ucap Dalbert sambil membuka list buku yang ingin di beli adiknya tiba-tiba kertas list itu memanjang sampai ke bawah kaki kakaknya
"Reina, kamu mau membeli buku atau membeli toko buku?" tanya sang kakak dengan tatapan tajam sambil tersenyum
"Bukulah kak itu semua tidak ada di rumah, dan novel baru akan terbit tentu saja aku harus membelinya sebelum kehabisan tapi aku telah memesan dulu kok kepada penjualnya nanti kakak bilang saja kepada penjaga tokonya namaku, dia kenal kok denganku," ucap Reina sambil tersenyum kecil
"Baiklah, kakak belikan semuanya," ucap Dalbert sambil memijat kerutan keningnya
__ADS_1
"Terima kasih kakak, aku sayang kakak" ucap Reina sambil memeluk kakaknya
"Kalau begitu sekarang kita pulang ya," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Ok, tapi pulang langsung teleport depan kamarku bisa kan kak?" tanya Reina dengan muka memelas
'Ini anak kok makin di manjakan makin besar nyalinya,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Hah... kamu ya kalau bukan adik perempuanku pasti sudah aku tinggal," ucap Dalbert sambil menyentil dahi Reina
"SAKIT TAU KAK," ucap Reina sambil menatap kesal kakaknya
Dalbert yang melihat adiknya kesal dengan dirinya tanpa banyak bicara dia mengaktifkan sihir teleportasi.
"Kalau begitu aku tidur dulu dan aku juga masih marah kepada kakak karena menyentil dahiku seenaknya" ucap Reina dengan tatapan kesal sambil menutup pintu kamarnya
"Capeknya, lebih baik aku pulang deh, tapi apa tidak berlebihan sihir gelap ada disini akademi ini?" Gumam Dalbert dengan perasaan curiga
"Haish... kapan aku bisa istirahat dengan baik, sekarang aku harus mengecek apa yang terjadi," Gumamnya lagi dengan kesal
Di sisi lain
__ADS_1
"Siapa kamu? Apa hubunganmu dengan James? Kenapa kamu begitu akrab dengannya?" tanya Albern dengan tatapan tajam dan waspada
"Fufufu... lucu sekali aku mendengar pertanyaanmu ini yang mulia, bukankah kita sudah pernah bertemu?" ucap suara itu sambil tertawa
"Apa jangan-jangan kamu orang yang mengajak James berkhianat sejak awal?" tanya Albern dengan tatapan dingin sambil menarik liontin di lehernya kemudian liontin itu berubah menjadi pedang
"Haish... kamu mempertanyakan kesetian orang yang sudah pasti setia kepadamu sejak kamu masih kecil," ucap laki-laki itu kemudian masuk kedalam ruangan itu
"Kamu tidak bicara James? kepada dia tentang Kenyataan di masa lalu" tanya laki-laki itu sambil memegang kipas tangan
"Dia sebenarnya menganggapmu sebagai musuh selama bertahun-tahun tapi kamu tetap disisinya tanpa mengatakan kebenarannya," ucap laki-laki itu sambil menatap Albern
"Apa yang kamu bicarakan sebenarnya?" tanya Albern dengan tatapan tajam dan waspada walaupun dia tidak mengerti situasinya
"Orang yang ada di depanmu ini, telah menyelamatkan nyawamu dan adikmu saat dirimu kecil namun hanya adikmu saja yang pada saat itu sekarat dan kemudian meninggal dunia, dia menitipkan pesan kalau dia ingin James menjaga dirimu dan gantikan keberadaan dirinya untuk membalas dendam kepada orang yang melakukan kecelakaan itu dengan sengaja, aku tentu saja menolaknya namun karena dia mengatakan kalau dia akan menyerahkan tubuhnya kalau aku membantunya jadi aku setuju melakukan kontrak ini dengan dirinya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum dingin
"Dan kebetulan dendamnya sama dengan dendam yang akan aku balaskan jadi aku mengambil tubuhnya sampai sekarang dan menyembunyikan fakta kalau orang yang berada di istana sekarang sedang sakit dan tubuh lemah itu palsu sedangkan yang asli sudah lama meninggalkan dunia dengan kontrak perjanjian denganku," ucap laki-laki itu lagi sambil menatap James
"Menurutmu siapakah orang yang meminta aku dan James menjagamu?" tanya laki-laki itu sambil tersenyum dingin
"Aku tidak menyangka melihat dan mendengarkan sebuah pertunjukan yang lumayan menarik fakta yang sangat tidak terduga," ucap suara yang tidak asing di dekat jendela
__ADS_1
Siapakah orang yang diceritakan oleh mereka? Siapa orang yang datang tiba-tiba di antara percakapan mereka bertiga? Apakah sebuah fakta lama akan terungkap? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA