
Setelah mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Reina, suasana ruangan menjadi sunyi.
'Jika dia benar-benar mati karena aku,'
'Aku merasa sangat tidak layak untuk dirinya,'
'Terus menerus menyakiti perasaan orang lain, tanpa tau dirinya lebih tersakiti,' ucap Albern di dalam hatinya dengan kepala tertunduk
"Jika kamu ingin menyesal dengan yang kamu lakukan sebelumnya, maka biarkan aku hidup dan menggantikan Reina palsu itu,"
"Karena itu adalah jalan yang terbaik," ucap Reina dengan tatapan dingin dan serius
"Tapi aku rasa kamu tidak rela melepaskan aku ya? dan juga aku masih belum menceritakan kematian seperti apa yang terjadi kepadaku ya? walaupun kamu sudah mengetahui kalau aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan karena kematian yang aku alami," ucap Reina dengan senyuman pahit dan tatapan merendahkan
"Di kehidupan pertama, kamu selalu bersikap dingin kepada diriku bahkan di saat aku kesulitan kamu tidak pernah berada di sisiku melainkan kamu selalu berada di sisi seorang saint,"
"Sampai kemudian ada seseorang yang mengulurkan tangan kepadaku dan kemudian aku mencintai dirinya dan dia adalah seorang duke tapi aku tidak menyangka,"
"Kalau aku mati karena aku mencintai seorang Duke di saat masih bertunangan dengan dirimu ditambah dengan aku dianggap menyakiti seorang saint yang merupakan anak kesayangan dewa,"
"Kemudian aku di berikan hukuman mati dengan Duke yang memenggal kepalaku sendiri dengan tangannya,"
"Sedangkan dirimu hanya memeluk gadis yang ketakutan itu dengan tatapan kasihan dan kasih sayang,"
"Betapa aku merasa tidak adilnya dirimu karena kamu tidak mengetahui kejamnya dunia kepada diriku,"
"Di kehidupan kedua, aku berusaha menjadi seorang perempuan sempurna dan baik hati untuk menyenangkan dirimu dan berharap kamu juga suatu hari nanti bisa mencintai aku dengan tulus,"
"Namun pada akhirnya kamu malah menjatuhkan hukuman mati kepada aku karena aku cemburu kepada seorang saint,"
"Betapa tersiksanya aku mencintai seseorang oleh karena itu aku memutuskan untuk mencari jiwa yang bisa melakukan reinkarnasi dan menjalankan kehidupan yang sama berulang kali nantinya,"
"Dan jika dia bisa merubah takdir kematian yang telah di tentukan oleh dirinya maka aku dengan rela menyerahkan tubuh ini kepadanya tapi jika dia tidak bisa sama sekali merubah kematian itu maka aku akan memutuskan untuk mengambil takdir yang kejam ini,"
"Aku telah menceritakan semuanya kepada dirimu, dan aku yakin kamu juga mengerti dengan yang aku katakan yang mulia putra mahkota," ucap Reina dengan tatapan tajam ke arah Albern
"Aku..."
__ADS_1
"Aku mengerti,"
"Berikan aku waktu untuk memikirkannya," ucap Albern dengan kepala tertunduk yang kemudian beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan tersebut mengisahkan Reina yang seorang diri di ruangan itu ditemani kesunyian ruangan itu.
"Naomi, kamu sungguh beruntung diterima olehnya,"
"Padahal kita sama-sama tidak memiliki kebahagiaan, tapi setelah kamu bereinkarnasi ke dunia ini menggantikan aku,"
"Aku pikir kamu adalah orang yang memiliki pemikiran yang bisa merubah orang lain dibandingkan dengan diriku,"
"Aku tidak bisa dibandingkan dengan dirimu ternyata," Gumam Reina sambil menatap ke arah luar jendela sedangkan laki-laki yang setelah mendengarkan pembicaraan terakhir itu menjadi memiliki pikiran yang kacau karena dia diimbangi oleh pilihannya.
"Aku kembali ke masa lalu untuk Reina tapi dia meninggalkan aku di waktu sekarang,"
"Dan dia malah membuat pilihan yang sangat menyakitkan yaitu dengan menghilang,"
"Jika saja aku mengetahui itu sejak awal mungkinkah aku akan memperlakukan Reina dengan baik?"
"Jika memang benar-benar harus berpisah meninggalkan semua itu demi kebahagiaan Reina,"
"Reina mana sebenarnya yang ada di dalam perasaan milikku ini?" Gumam Albern sambil menatap ke arah langit yang luas dan cerah
"Kamu sedang apa di taman seperti ini?"
"Kamu terlihat begitu tidak bersemangat, apakah terjadi sesuatu?" ucap seorang laki-laki berjalan ke arah dirinya
"Kamu? siapa?" ucap Albern dengan tatapan kebingungan
"Aku adalah Azazel pelayan pribadi pangeran kedua, wajar jika kamu tidak pernah melihat aku karena aku sendiri jarang berada di dekat pangeran kedua,"
"Dan juga aku bisa dibilang salah satu pelayan tuan pemimpin NHBNTA,"
"Karena rapatnya sedikit membosankan, aku pikir lebih baik aku menikmati udara diluar ruangan,"
"Dan aku pikir juga ada baiknya jika kita bisa rapat di luar ruangan saja, karena jelas sekali kalau berada di dalam ruangan hanya akan membuat diri mereka haus dengan darah dari peperangan," ucap Azazel dengan tatapan yang pahit
"Jadi bisakah yang mulia putra mahkota ini menceritakan alasan anda terlihat begitu suram?" ucap Azazel dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi tatapan penasaran
__ADS_1
'Dia bisa mengubah suasana dan topik percakapan dengan cepat,'
'Aku rasa dia bukan cuma sekedar seorang pelayan tapi juga salah satu tangan dari Dalbert,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan menyidik
"Tidak perlu waspada seperti itu, aku bisa menjaga rahasia kok,"
"Dan juga walaupun aku memang setia kepada tuanku, aku tetap diberikan kebebasan untuk mendengarkan cerita orang lain dan memberikan pendapat,"
"Kalau kamu bercerita, aku rasa kamu bisa meringankan beban yang kamu miliki itu nantinya," ucap Azazel dengan tatapan yang lembut ke arah Albern
"Terima kasih tapi aku rasa ini bukan hal yang pantas untuk diceritakan karena juga aku merasa bahwa aku tidak terlalu layak untuk berada di dekatnya," ucap Albern dengan senyuman pahit dan kepala tertunduk
"Ceritakan saja, siapa tau nantinya ada yang benar-benar bisa aku bantu," ucap Azazel sambil tersenyum
"Kenapa kamu sangat memaksa diriku untuk bercerita kepadamu?" ucap Albern dengan tatapan yang dingin
"Humm... padahal menurutku ini bukan memaksa," ucap Azazel sambil mengingat-ingat perkataannya yang terkesan memaksa
"Hah..."
"Baiklah, aku rasa aku akan menceritakannya sebelum kepalaku sakit karena dirimu," ucap Albern sambil memegang dahinya
Di sisi lain ruangan dengan aura yang menyeramkan masih saja berlanjut dengan beberapa anggota yang masih memutuskan untuk melanjutkan ikut ke dalam rapat...
"Yah... bagaimana pun juga aku rasa kamu tau kalau kekaisaran hanyalah wajah dari seluruh perwakilan bangsawan jadi tidak mungkin kalau mereka benar-benar memiliki banyak sekali pasukan dan juga jumlah anggaran yang mereka miliki dari berbagai kota yang di pimpin oleh bangsawan jadi mereka tidak terlalu banyak bergerak," ucap Dezria dengan tatapan dingin sambil melipat kedua tangannya itu
"Kamu seperti orang yang emosi dengan pihak kekaisaran? seperti mereka pernah membuat masalah dengan dirimu,"
"Tapi bukankah kamu tinggal di timur tengah?" ucap Ernest dengan seringaian
"Jangan suka membawa-bawa asal aku dari mana, aku di sini sebagai sekertaris Dewan Nine Honorable National Treasure,"
"Camkan itu baik-baik," ucap Dezria dengan tatapan dingin dan aura yang menekan
Apakah Albern benar-benar akan melepaskan Reina? Apakah Azazel bisa memberikan solusi untuk Albern? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1